https://nasional.tempo.co/read/1275031/jokowi-resmi-umumkan-7-staf-khusus-milenial-ada-putri-tanjung/full&view=ok
Jokowi Resmi Umumkan 7 Staf Khusus Milenial,
Ada Putri Tanjung
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Juli Hantoro
Kamis, 21 November 2019 17:44 WIB
Presiden Jokowi (kiri) saat CEO dan Founder Creativepreneur Putri
Indahsari Tanjung (empat dari kanan) memperkenalkan diri bersama jejeran
staf khusus yang baru dari kalangan milenial di halaman tengah Istana
Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Anak dari pengusaha Chairul
Tanjung ini merupakan lulusan Academy of Art di San Fransisco, Amerika
Serikat. ANTARA/Wahyu Putro A
<https://statik.tempo.co/data/2019/11/21/id_891257/891257_720.jpg>
Presiden Jokowi (kiri) saat CEO dan Founder Creativepreneur Putri
Indahsari Tanjung (empat dari kanan) memperkenalkan diri bersama jejeran
staf khusus yang baru dari kalangan milenial di halaman tengah Istana
Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Anak dari pengusaha Chairul
Tanjung ini merupakan lulusan Academy of Art di San Fransisco, Amerika
Serikat. ANTARA/Wahyu Putro A
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Presiden Joko Widodo atau Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> resmi mengumumkan tujuh anak muda yang
menjadi staf khusus baru.
Para wajah baru ini adalah CEO and Founder Creativepreneur Putri
Indahsari atau Putri Tanjung <https://www.tempo.co/tag/putri-tanjung>,
pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, dan pendiri Amartha Andi
Taufan Garuda Putra.
Selain itu ada pula CEO Kitong Bisa Billy Mambrasar, perumus gerakan
Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, mantan Ketua Umum PMII Aminuddin
Ma'ruf, dan pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia.
"Tugas khususnya adalah mengembangkan inovasi di berbagai bidang," kata
Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
Jokowi menjelaskan tujuh milenial ini akan menjadi teman diskusinya.
"Akan memberikan gagasan inovatif sehingga bisa mencari cara baru yang
out of the box untuk mengejar kemajuan kita," ucap dia.
Menurut Jokowi, para staf khusus ini akan menjembatani dia dengan
anak-anak muda Indonesia. "Dengan anak muda, santri-santri muda,
diaspora," ujarnya.