Kemdagri Hargai Survei Respons Publik soal Kabinet Jokowi

------------------------------------------------------------------------
.... <https://sp.beritasatu.com/politik/kemdagri-hargai-survei-respons-publik-soal-kabinet-jokowi/587126/#>


         Suara Pembaruan

Senin, 25 November 2019 - 09:47 <https://sp.beritasatu.com/politik/kemdagri-hargai-survei-respons-publik-soal-kabinet-jokowi/587126/#>
....

Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin duduk bersama Mentri saat memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.

*Jakarta, Beritasatu.com*– Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Bahtiar menegaskan, pemerintah menghargai hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) terkait respons publik atas susunan Kabinet Indonesia Maju (KIM) bentukan Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin. Meski begitu, survei tersebut tentu tidak mewakili masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Kita hargai survei, survei ini isinya persepsi yang diukur adalah orang-orang tertentu saja, bisa jadi yang ditanya adalah orang yang tak memahami ketatanegaraan atau yang tak memahami manajemen pemerintahan. Jadi survei sangat dangkal, responden belum tentu representasi dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” kata Bahtiar, Senin (25/11/2019).

Menurut Bahtiar, Presiden Jokowi dalam menentukan jajaran KIM, melalui penelitian mendalam. Figur yang dipilih oleh Presiden sesuai kebutuhan, tantangan lingkungan, dan tujuan ke depan. Bahtiar menyatakan, sosok Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, bukan saja sekedar mantan anggota Polri profesional dan mantan Kapolri. Tito terbiasa mengelola keamanan, ketertiban masyarakat dalam negeri.

Tito pernah menjabat kapolda, dan bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda). Bahtiar menuturkan, Tito juga merupakan seorang ilmuwan bergelar profesor dan PhD. Tito memiliki pemahaman konseptual tentang apa dan bagaimana mengelola negara.

Tito pun mempunyai pemahaman Internasional, apa dan bagaimana interaksi antar negara dan masyarakat dunia. Aspek pemerintahan dalam negeri yang dibina Kemdagri, lanjut Bahtiar, hanya aspek kecil bagian dari tata kelola negara. Wawasan Tito berkelas internasional sekaligus memahami secara spesifik budaya lokal.

“Pak Tito memahami sistem politik pemerintahan dan memahami sistem pemerintahan daerah hingga hal-hal detail di lapangan, termasuk cara mengatasinya. Terpilihnya Pak Tito dijadikan peluang bagi Kemdagri untuk melakukan reformasi tata kelola penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri,” ujar Bahtiar.

Pelaksana tugas direktur jenderal politik dan pemerintahan umum tersebut menyatakan, Tito akan mengubah perilaku birokrasi pemerintahan dalam negeri. Selain itu juga menata sistem politik dalam negeri yang kompatibel dengan akar budaya bangsa, serta mampu mempercepat pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Menggerakkan roda secara cepat, memperbaiki sistem pelayanan Investasi, peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia), dan mempercepat lapangan kerja. Jika objektif, Pak Tito baru dua bulan di Kemdagri langsung membuat terobosan yang luar biasa membangun sinergi pemerintah pusat dan pemda, termasuk forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah),” imbuh Bahtiar.

Bahtiar mengungkapkan, Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda telah dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, pada 13 November 2019. Semua pihak, menurut Bahtiar, memuji suksesnya acara tersebut, dan dampaknya pada perubahan hubungan-hubungan serta tata kelola pemerintahan pusat dan daerah. Sebelumnya, IPO mengadakan survei pada 30 Oktober- 2 November 2019.

Survei tersebut hanya melibatkan 800 responden untuk mendapatkan pertanyaan soal kecocokan antara tokoh dengan kursi menteri yang didudukinya. Hasilnya, Tito Karnavian menduduki posisi tiga terbawah sebagai orang yang dianggap kurang pas menduduki posisi mendagri. Hasil survei tak representatif dan tidak mewakili keseluruhan masyarakat Indonesia.



Sumber : Suara Pembaruan

Kirim email ke