Mari sejenak kita renungkan jeritan Guru honorer di puncak kelelahannya. Siapa 
pun dia, pasti tidak sendirian. 


Penantian Yang Terbawa Mati

"Lelah sudah aku menunggumu
Kau tak datang datang
Jangankan menghampiriku

Kabarpun tak ada
Kau diam kau bisu itukah sikapmu
Kau biarkan kami mati seiring waktu
Krn usia kami tak muda lagi
Banyak pula di antara kami sdh tumbang
Apakah kau sengaja biarkan kami hilang dgn sendirinya ( mati )

Jgnkan kau kau angkat kami
Kau lihat pun tidak
Kau katanya bela rakyat
Apakah kami bukan rakyatmu...
Mungkin kau anggap kami beban
Mungkin kau anggap kami sampah yg sdh tak layak 
Lihat bp apakah bp melihat kehidupan kami , kami jga manusia
Kami jga warga negri ini
Kami rakyatmu
Kami jga layak kau perhatikan
Di mana hatimu

Sekarang terserah kau bapak
Kami mau dibuang , dihancurkan,
Bahkan kami mau dibunuh pun dgn tangan besi mu monggo

Sekali lagi kami sdh lelah, cape, bosan berteriak ,
Percuma kami marah pun kau sdh tak peduli pd kami

Sekali lagi aku katakan 
TERSERAH BAPAKKK PRESIDEN



Kirim email ke