Sri Mulyani: Sekarang Orang Berebut Beli Surat Utang RI

Kamis , 28 November 2019 | 07:04
Sri Mulyani: Sekarang Orang Berebut Beli Surat Utang RI
Sumber Foto : Istimewa
Sri Mulyani
POPULER
Tol Kunciran-Serpong Siap Diresmikan Jokowi <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10425/tol_kunciran_serpong_siap_diresmikan_jokowi>MRT Jakarta Targetkan IPO di 2020 <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10428/mrt_jakarta_targetkan_ipo_di_2020>MRT Jakarta Optimistis Bukukan Laba Rp 70 Miliar <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10427/mrt_jakarta_optimistis_bukukan_laba_rp_70_miliar>Tidak Ada Pemeriksaan Terhadap Pemilik Rekening di Atas Rp 1 Miliar <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10429/tidak_ada_pemeriksaan_terhadap_pemilik_rekening_di_atas_rp_1_miliar>Pengusaha Ciputra Tutup Usia <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10400/pengusaha_ciputra_tutup_usia>
Listen to this

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan kuliah umum ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Rabu (28/7/11/2019).

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung soal pelebaran defisit melalui penjualan surat utang negara (SUN).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, ketertarikan investor luar negeri membeli SUN RI telah meningkat drastis sejak 20 tahun yang lalu.

Hal itu dilihatnya dari meningkatnya harga SUN Indonesia, lantaran permintaan yang semakin melonjak.

"Kalau kita lihat kebijakan fiskal, kalau dari reputasi Indonesia sekarang dianggap baik pruden. Itu dilihat dari rating international, jadi yang nilai bukan saya sendiri, yang menilai kita adalah agency international. Ada Moody's dan lain-lain. Mereka memberikan kita good performence, itu berarti kita sudah masuk investment grade," ungkapnya.

"Barangkali kalian bilang so what bu, aku enggak merasa. Ya karena kalian masih muda. 20 tahun yang lalu Indonesia adalah selective default. Kalau kita semakin default itu berarti indonesia masih dalam junk. Kelompok junk. Kalau saya meng-issue surat utang, orang liat itu surat utang atau toilet paper. makanya dia bilang, saya mau beli sesuatu yang lebih premium, gitu kan. karena saya enggak yakin," sambungnya.

Justru saat ini, diakui Sri, dirinya tidak perlu pergi ke negara-negara tetangga untuk menawarkan surat utang RI. "Bahkan mereka bilang can you issue more surat utang, karena i want to have your surat utang," ucapnya.

Namun, Sri menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan batasan utang negara di kisaran 1,85 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Sehingga pihaknya menolak untuk menjual kembali SUN.

"Enggak, karena defisitnya sekian aja. Enggak semuanya, you can do more defisit berapa? So you have to get surat utang yang cuman di titik sekian mereka kuntitin, karena ini investasi yang meraka cari. Dan kalau mereka kuntit harganya naik. Barangnya sedikit dan yang mau beli banyak barangnya naik, surat hutang kita menjadi naik," pungkasnya.*(Ryo)*

Kirim email ke