Sebagai orang Bank Dunia wajar kalau SMI baru tahu, tapi ajaib juga kalau 
sebagai menkeu RI dia tidak tahu ada perusahaan ini - yang dibentuk sendiri 
oleh depkeu. Apalagi SMI sudah 2 kali menjabat menkeu (era SBY dan JKW). 
Jadi, dalam kapasitas apa SMI dalam pemerintahan RI selama ini?
-

Sri Mulyani Baru Tahu BUMN Bernama PT PANN, Ini Kata Erick Thohir
Reporter: 
Antara
Editor: 
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
3 Desember 2019 06:39 WIBTEMPO.CO, Jakarta - PT Pengembangan Armada Niaga 
Nasional (Persero) alias PT PANN menjadi salah satu perbincangan dalam rapat 
kerja antara Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat dan Menteri Keuangan Sri 
Mulyani Indrawati kemarin lantaran perusahaan pelat merah itu ternyata jarang 
terdengar. Terkait hal ini, Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara.
Di tempat berbeda, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR kemarin, Erick Thohir 
mencontohkan PT PANN sebagai perusahaan pelat merah yang bisnis utamanya tak 
fokus. Perusahaan itu sebetulnya bergerak dalam bisnis leasing kapal laut 
memiliki dua hotel.
PT PANN, kata Erick, juga mengurusi leasing pesawat terbang yang maskapainya 
sendiri sama sekali sudah tidak ada seperti Bouraq. "Bagaimana perusahaan 
leasing kapal ini bisa hidup kalau sejarahnya juga ada bisnis leasing pesawat 
terbang. Apalagi, mohon maaf, tiba-tiba ada bisnis hotel," ujarnya, Senin, 2 
Desember 2019.

Terkait hal tersebut, Erick meminta para wakil rakyat untuk tidak menyalahkan 
direksi PT PANN mengingat direksi BUMN tersebut saat ini merupakan direksi baru.

"Karena beliau baru masuk dan apa yang tadi masalah penyertaan modal negara 
atau PMN yang dibutuhkan sendiri sebenarnya kebijakan tahun 1994 di mana 
perusahaan ini harus membenahi leasing pesawat-pesawat yang maskapainya sendiri 
sudah tidak ada," katanya.

Dalam keterangan dari situs resminya, PT PANN merupakan BUMN yang berdiri pada 
tahun 1974. Perusahaan ini bergerak di bidang Pengembangan Armada Niaga 
Nasional.

Berdirinya PT PANN juga menjadi amanat Rencana Pembangunan Lima Tahun atau 
Repelita II. Repelita II menyatakan agar pemerintah membentuk suatu badan yang 
bertugas di bidang pembiayaan dan pengembangan armada niaga nasional.

PT PANN memantapkan strateginya dengan membentuk cross sektoral holding dan 
pemisahan bisnis sektor usaha strategis yakni usaha pembiayaan kapal, shipping, 
shipyard, manajemen perkapalan, pialang asuransi kapal sehingga PT PANN berdiri 
menjadi perusahaan holding.

Pada 8 Agustus 2012, PT PANN mendirikan anak usaha PT PANN Pembiayaan Maritim 
yang kemudian dilakukan pemisahan bisnis atau spin off pada tanggal 19 Februari 
2013. Dengan demikian, kegiatan bisnis inti perseroan dialihkan kepada anak 
usaha, sedangkan PT PANN ditetapkan sebagai induk perusahaan (holding company).

Ke depan, Erick Thohir menyatakan bakal memperbaiki model bisnis masing-masing 
BUMN dalam rangka mengembalikan BUMN-BUMN ke bisnis intinya atau core business. 
"Kita akan perbaiki yang namanya model bisnis masing-masing BUMN," ujarnya.

Nama PT PANN mencuri perhatian publik karena dibahas dalam rapat kerja antara 
Komisi Keuangan DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.. Perusahaan 
pelat merah itu dibicarakan lantaran salah satu anggota DPR, Misbakhun, mengaku 
tidak mengenal PT PANN.

"Interupsi, saya ingin tahu PT PANN ini apa Bu? Saya baru dengar ini persero PT 
PANN," ujar politikus asal Partai Golkar itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, 
Senin, 2 Desember 2019.

Mendapat pertanyaan itu, Sri Mulyani pun mengaku baru mengetahui adanya 
perusahaan tersebut. "PT PANN adalah PT Pengembangan Armada Niaga Nasional, 
saya juga baru dengar sih, Pak," tuturnya. "Saya juga belum pernah mendengar PT 
ini, tapi ternyata dia sudah mendapat SLA (Soft Loan Agreement) dan artinya 
penerusan pinjaman yang sekarang dikonversi menjadi ekuitas."

Membaca rincian di dokumennya, Sri Mulyani akhirnya mengetahui bahwa PT PANN 
adalah perseroan pelat merah yang sudah lama berdiri, yaitu sejak 1974. 
"BUMN-nya sudah lama tapi enggak populer, maka Pak Misbakhun dan saya sama-sama 
enggak pernah dengar," ucapnya.

ANTARA | CAESAR AKBAR

Kirim email ke