Apa kata si ko Chan dan BHJo? Pasti dibilang berita hoax lagi. 800 ribu 
dibilang 183 ribu.Dan itu yg. demo bukan hanya mahasiswa tapi kaum profesional 
dan lanjut usia. Pasti hoax kan ko Chan? Hebat orang Hongkong ga kaya mhs. 
endo. Sudah melempem demo anti pelemahan kpk nya.Sent from my Verizon, Samsung 
Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 12/8/19  12:15 PM  (GMT-08:00) To: 
[email protected], Sahala Silalahi <[email protected]>, Oman Romana 
<[email protected]> Subject: [GELORA45] Unjuk rasa terbesar berlangsung di 
Hong Kong 
 



  


    
      
      
      

-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1199756/unjuk-rasa-terbesar-berlangsung-di-hong-kong

Unjuk rasa terbesar berlangsung di Hong Kong

Minggu, 8 Desember 2019 23:59 WIB

Pengunjuk rasa mengangkat tangan mereka, mewakili lima permintaan dari gerakan 
anti-pemerintah, saat pawai Hari Hak Asasi Manusia, diselenggarakan oleh Front 
Hak Asasi Manusia Sipil, di Hong Kong, China, Minggu (8/12/2019). 
REUTERS/Thomas Peter/foc/djo (REUTERS/THOMAS PETER)
Hong Kong (ANTARA) - Para demonstran yang berpakaian hitam mengadakan aksi 
unjuk rasa anti-pemerintah terbesar di Hong Kong pada Ahad sejak 
pemilihan-pemilihan lokal bulan lalu, yang mendorong gerakan pro-demokrasi 
untuk mengekang kendali oleh China.

Untuk pertama kali sejak Agustus Fron Hak Asasi Sipil - penyelenggara aksi-aksi 
yang diikuti sejuta orang awal tahun ini telah menerima izin dari pihak 
berwenang untuk mengadakan unjuk rasa. Aksi tersebut telah melumpuhkan pusat 
keuangan Asia tersebut.

Penyelenggara protes memperkirakan 800.000 orang turun ke jalan-jalan sementara 
polisi mengatakan 183.000.

Para demonstran yang terdiri atas mahasiswa, kelompok profesional dan kaum 
lanjut usia meneriakkan "Perjuangan bagi kebebasan! Berdiri bersama Hong 
Kong!". Mereka bergerak dari Victoria Park, yang merupakan distrik perbelanjaan 
yang sibuk, hingga ke kawasan finansial.

Ketika hari mulai gelap, sejumlah pemerotes membuat grafiti ant-Beijing di 
sebuah gedung Bank of China. Polisi yang siaga menahan diri ketika para 
pemerotes meneriakkan "anjing" dan "kecoa."

Bekas koloni Inggris itu yang berpenduduk 7,4 juta jiwa beralih di bawah 
kekuasaan China tahun 1997 dan diperintah berdasarkan prinsip "satu Negara, Dua 
Sistem" yang menjamin kebebasan yang tidak diizinkan di daratan China, tetapi 
banyak yang takut Beijing memperketat cengkeramannya.

China menyalahkan aksi-aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung enam bulan karena 
campur tangan pemerintah-pemerintah asing termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Sumber: Reuters

Baca juga: Polisi Hong Kong gunakan pendekatan 'halus' dan 'kasar' hadapi protes

Baca juga: Pengunjuk rasa Hong Kong terima kasih pada Donald Trump

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019



    
     

    
    


Kirim email ke