Hehehe ... Yg jadi pertanyaan itu, yg mana yang hoax? Silakan masing2
mempercayai bualannya sendiri ya.Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 12/8/19 8:13 PM (GMT-08:00) To:
marthajan04 <[email protected]>, [email protected] Subject: Re:
[GELORA45] Unjuk rasa terbesar berlangsung di Hong Kong
Tahu tidak, sebelumnya
mereka, perusuh2 HK itu sudah sesumbar akan lebih sejuta orang
turun memenuhi jalan di HK, ...! Ternyata mereka TIDAK
BERHASIL kembali keluarkan 2 juta orang yang mereka
lakukan dibulan Juni! Sudah merosoooot, yaa ngaku saja!
Sekalipun juga sudah digelembungkan 10 X lipat jadi 800 Ribu,
bagaimana bisa dikasih judul Unjuk Rasa Terbesar di HK???
Mereka juga GAGAL
melakukan rencana kekacauan dan jatuh korban terbesar di aksi
demo kemarin ini, karena sebelumnya polisi berhasil meringkuk
11 orang dengan senjata tajam, termasuk pistol semi-otomatis
dengan 105 peluru dan pedang samurai yang akan digunakan
diaksi demo kemarin ini.
Sementara keberhasilan
polisi mengepung dan menahan lebih 1000 perusuh didalam Univ.
Polytechnik diakhir bulan Nov. yl. juga membuat perusuh2
kekurangan tulangpunggungnya, mengakibatkan pengrusakan
kemarin jauh, jauh berkurang, ... insyaallah dalam waktu dekat
ini polisi HK berhasil menundukkan perusuh2 dan kembali
menertibkan HK kembali!
On 9/12/2019 上午9:29, marthajan04 wrote:
Hahahaha... masih ngoyo nyangkal kenyataan.
Keliatannya memang orang makin tua makin bandel, makin ga mau
ngaku keliru ya. Ajaran cina kuno?
Sent from my
Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
Date: 12/8/19 5:12 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04
<[email protected]>, "j.gedearka"
<[email protected]>, Sahala Silalahi
<[email protected]>, Oman Romana
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Unjuk rasa terbesar berlangsung di
Hong Kong
TENTU SAJA
HOAX! Judul "Unjuk Rasa Terbesar di HK" saja sudah
menyangkal dirinya yang jelas PEMBUAL itu! Diawal
mula, masih dibulan Juni mereka berteriak 2 JUTA
pengunjuk rasa numplek memenuhi jalan di Hongkong!
Sedang polisi menyatakan paling banyak 200 ribu saja!
Artinya, kenyataan demo kemarin ini sudah BUKAN
TERBESAR!
Berapapun
jumlah pendemo yg turun kejalan, ... TIDAK menampik
bahwa telah terjadi pengrusakan dan pembakaran
disana-sini! Bahkan serangan mereka meluas TIDAK HANYA
toko, bank pro Tiongkok, tapi kemarin ini nampak juga
menyasar bank Chi You yang kabarnya sudah dibeli
pengusaha Singapore! Karena PM. Singapore Lee Sian
Long mengkritik perusuh2 HK??? Dasaar, perusuh2 yang
menuntut "DEMOKRASI dan KEBEBASAN", tapi dalam
tindakan justru memaksa dengan gunakan kekerasan,
sangat, sangat TIDAK DEMOKRATIS! Menghajar orang lain
yang tidak sependapat dengan dirinya, ...
On 9/12/2019 上午7:45,
marthajan04 [email protected]
[GELORA45] wrote:
Apa kata si ko Chan dan BHJo? Pasti
dibilang berita hoax lagi.
800 ribu dibilang 183 ribu.
Dan itu yg. demo bukan hanya mahasiswa
tapi kaum profesional dan lanjut usia. Pasti hoax kan
ko Chan? Hebat orang Hongkong ga kaya mhs. endo. Sudah
melempem demo anti pelemahan kpk nya.
Sent
from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>
Date: 12/8/19 12:15 PM (GMT-08:00)
To: [email protected],
Sahala Silalahi <[email protected]>,
Oman Romana <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Unjuk rasa terbesar
berlangsung di Hong Kong
--
j.gedearka <[email protected]>
https://www.antaranews.com/berita/1199756/unjuk-rasa-terbesar-berlangsung-di-hong-kong
Unjuk rasa terbesar berlangsung di Hong Kong
Minggu, 8 Desember 2019 23:59 WIB
Pengunjuk rasa mengangkat tangan mereka, mewakili
lima permintaan dari gerakan anti-pemerintah, saat
pawai Hari Hak Asasi Manusia, diselenggarakan oleh
Front Hak Asasi Manusia Sipil, di Hong Kong, China,
Minggu (8/12/2019). REUTERS/Thomas Peter/foc/djo
(REUTERS/THOMAS PETER)
Hong Kong (ANTARA) - Para demonstran yang berpakaian
hitam mengadakan aksi unjuk rasa anti-pemerintah
terbesar di Hong Kong pada Ahad sejak
pemilihan-pemilihan lokal bulan lalu, yang mendorong
gerakan pro-demokrasi untuk mengekang kendali oleh
China.
Untuk pertama kali sejak Agustus Fron Hak Asasi
Sipil - penyelenggara aksi-aksi yang diikuti sejuta
orang awal tahun ini telah menerima izin dari pihak
berwenang untuk mengadakan unjuk rasa. Aksi tersebut
telah melumpuhkan pusat keuangan Asia tersebut.
Penyelenggara protes memperkirakan 800.000 orang
turun ke jalan-jalan sementara polisi mengatakan
183.000.
Para demonstran yang terdiri atas mahasiswa,
kelompok profesional dan kaum lanjut usia
meneriakkan "Perjuangan bagi kebebasan! Berdiri
bersama Hong Kong!". Mereka bergerak dari Victoria
Park, yang merupakan distrik perbelanjaan yang
sibuk, hingga ke kawasan finansial.
Ketika hari mulai gelap, sejumlah pemerotes membuat
grafiti ant-Beijing di sebuah gedung Bank of China.
Polisi yang siaga menahan diri ketika para pemerotes
meneriakkan "anjing" dan "kecoa."
Bekas koloni Inggris itu yang berpenduduk 7,4 juta
jiwa beralih di bawah kekuasaan China tahun 1997 dan
diperintah berdasarkan prinsip "satu Negara, Dua
Sistem" yang menjamin kebebasan yang tidak diizinkan
di daratan China, tetapi banyak yang takut Beijing
memperketat cengkeramannya.
China menyalahkan aksi-aksi unjuk rasa yang sudah
berlangsung enam bulan karena campur tangan
pemerintah-pemerintah asing termasuk Amerika Serikat
dan Inggris.
Sumber: Reuters
Baca juga: Polisi Hong Kong gunakan pendekatan
'halus' dan 'kasar' hadapi protes
Baca juga: Pengunjuk rasa Hong Kong terima kasih
pada Donald Trump
Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019