Ekspor Benih Lobster Akan Dibuka, Faisal Basri: Sudah Gila Apa
Reporter:
Francisca Christy Rosana
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Rabu, 11 Desember 2019 06:59 WIB
Faisal Basri. TEMPO/Jati MahatmajiFaisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Ekonom dari Universitas Indonesia,Faisal Basri
<https://bisnis.tempo.co/read/1274787/faisal-basri-ahok-jangan-dijerumuskan-sendiri-harus-ada-tim>,
menyayangkan adanya kemungkinan Kementerian Kelautan dan Perikanan
membuka kembali opsi ekspor benih lobster. Pandangan itu ia sampaikan
dalam diskusi para pakar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat,
Selasa, 10 Desember 2019.
"Ekspor benih lobster dulu sudah dilarang. Sekarang mau dibuka. Sudah
gila apa ini," ujar Faisal disambut gelak lirih para peserta diskusi.
Menurut Faisal, pembukaan kembali keran ekspor bayi lobster akan
berpengaruh buruk, baik terhadap iklim dagang maupun lingkungan. Ia
memandang kebijakan itu bakal memberi celah mafia untuk bergerilya.
Seumpama diberi keleluasaan untuk mengirimkan benih lobster ke luar
negeri, Faisal memperkirakan mafia bakal bermunculan untuk meraup
keuntungan besar. Sebab, harga beli benih lobster saat ini telah
mencapai 5.000 yen per ekor.
Adapun terhadap lingkungan, ekspor benih lobster dikhawatirkan bakal
menimbulkan eksploitasi besar-besaran. "Telur-telur lobster itu rusak.
Dia enggak peduli laut kita rusak lagi," ucapnya.
Pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan ada
kemungkinan pemerintah bakal membuka kembali keran ekspor benih lobster
dengan kuota. Kebijakan itu diambil untuk meningkatkan nilai tambah
budidaya lobster di level petambak.
ADVERTISEMENT
"Kenapa enggak ambil langkah izinkan budidaya, kita berikan (izin)
ekspor (benih lobster) dengan kuota," kata Edhy dalam rapat kerja
nasional KKP di Jakarta Pusat, 4 Desember lalu.
Ide ini berangkat dari temuan KKP terhadap benih-benih lobster yang
menyebar di tangan para pedagang di Vietnam. Edhy mengatakan sekitar 80
persen benih lobster yang diterima importir negara itu berasal dari
Indonesia.
Celakanya, menurut Edhy, pengiriman lobster ini ditengarai tidak
langsung diterbangkan dari Indonesia ke Vietnam, melainkan melalui
Singapura. Sampai di Vietnam, benih lobster dilepas dengan harga Rp 139
ribu per ekor.
Padahal, menurut Edhy, harga benih lobster yang dijual di level petambak
dalam negeri hanya Rp 5.000. Ia memandang, petambak akan menikmati nilai
lebih seumpama benih lobster dijual setara harga yang disepakati
importir Vietnam.
Adapun ihwal alasan keseimbangan lingkungan dan keberlangsungan
budidaya, Edhy memastikan petambak menyediakan restok lobster dewasa
sebanyak 5 persen. Ia lantas meminta ada kajian khusus terkait
perkembangbiakan lobster seandainya kebijakan ekspor diterapkan.
"Kita minta ini dijadikan putusan ilmiah. Bahwa lobster itu kalau tidak
dipanen toh tumbuhnya 1 persen," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menteri KKP terdahulu, Susi Pudjiastuti
<https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>, sempat melarang perdagangan
lobster di bawah ukuran 200 gram atau yang berupa benih. Ia juga meminta
lobster bertelur tidak dijual-belikan keluar Indonesia. Beleid yang
menaunginya adalah Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016 tentang
Penangkapan Lobster.