Dengan bilang “Nggak mau tahu!” ini ente mau blame siapa? Jokowi atau kepala bulog?
Kalau yg disalahkan Jokowi, ini namanya NYINYIR. Kalau yg disalahkan kepala bulog, ini namanya kritik, tetapi kritiknya harus dilihat baek2. Gimana salahnya itu? Salahnya dari dulu alias kepala bulog sebelumnya atau yg sekarang? Ini baru diskusi, baru cari tahu masalahnya apa, baru cari solusi dst. Jelas2 ente menyalahkan Jokowi kan? Hehehehe Lihat logikanya ente ya: Jokowi bagi2 kartu sakti, lalu rastra di bulog jadi busuk. Ayo ceritain nih gimana ceritera dongeng ini kartu saktinya Jokowi yg salah bikin beras sejahtera dibulog jadi busuk????!!!!! Luar biasa ente ini NYINYIR nya. Sudah keterlaluan ini mah bukan NYINYIR lagi, melainkan kebencian!!! Yg ane gak tahu itu kenapa alasannya kebencian ente terhadap Jokowi dan PDIP. Ini saja yg belum ketahuannya!!!!! Siapa ente? Moso takut orang laen tahu siapa ente? https://www.merdeka.com/uang/buwas-stok-beras-di-gudang-bulog-terancam-busuk-kalau-ada-yang-impor-itu-orang-gila.html diartikel ini jelas2 buwas kepala bulog bilang beras dibulog akan busuk kalau ada import. Eh perkataan buwas ini ente plintir dan fitnah bilang pemerintah yg tiba2 mengganti rastra menjadi bagi2 uang tunai. Ente NYINYIR Jokowi. Buwas kepala bulog bilang import gak boleh. Dimana benernya ente? Sungguh mulai telanjang sedikit demi sedikit ente ini siapa!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Sunday, December 15, 2019 8:41 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Cadangan Beras Pemerintah Diputuskan Bisa Alasan resmi kepala Bulog, pembusukan itu lantaran pemerintah tiba-tiba mengganti bantuan sosial dari program bagi-bagi rastra (beras sejahtera) menjadi bagi-bagi uang tunai melalui kartu sakti Keluarga Sejahtera untuk belanja di e-warung. Jadi, dari 2012 maunya ya cuma memajukan perbankan dengan aneka kartu sakti itu. Caranya? Nggak mau tahu! 😎 --- lusi_d@... wrote: Ada alasan yang lebih menentukan masalah pembusukan beras Bulog seperti yang dikupas pada artikel pengamat politik dan ekonomi dari Universitas Airlangga, Ichsanuddin Noorsy spt berikut ini: 20 Ribu Ton Beras Busuk, Bukti Buruknya Kebijakan dan Egoisnya Penguasa Politik SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 06:33:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK LJatim. Membusuknya 20 ribu ton beras senilai Rp 160 miliar yang disimpan di gudang Bulog dan segera dimusnahkan, diduga kuat akibat kebijakan impor beras yang dilakukan oleh mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Pengamat politik dan ekonomi dari Universitas Airlangga, Ichsanuddin Noorsy menilai dampak impor tersebut merupakan bentuk kegoisan penguasa. "Membuktikan buruknya kebijakan dan egoisnya kekuasaan," kata Ichsan melansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (2/12). Selain itu, Ichsan juga menilai bahwa pemusnahan ribuan ton beras adalah bukti ketahanan pangan dalam negeri gagal. Ia membeberkan hukum besi ekspor impor dalam sudut pandang makro ekonomi. Poin pertama yang harus diperhatikan adalah informasi asimetris di dalam pemerintahan. Salam. Lusi.- Am Wed, 11 Dec 2019 23:51:00 +0100 schrieb kh djie: > Agak aneh, kok bisa beras membusuk ?. Sistem pergudangan biasanya > First in, First out. > Barang yang lama, harus dikeluarkan, dipakai dulu. > Selain itu gudang mestinya didesinfeksi dulu, dan kadar uap air diatur > dengan airco. > Kok bisa ada beras membusuk. Salahnya di mana? Belum kering sudah > disimpan atau sebab lain? > Atau sekedar berasnya ditumpuk, dan yang terbaru jusru dibongkar dulu > dan dipakai? > Tidak pakai sistim karung beras ditaruh di tumpuk di pallet yang > dilengkapi jeruji. > Dan ditumpuk di sekat2 dengan hefttruck ? > > Pada tanggal Kam, 5 Des 2019 pukul 10.31 Sunny ambon : > > > > > *Beras sudah mendekati daluwarsa (mendekati waktu busuk)?* > > > > > >
