*Hanya pusing, bukan semaput, kalau semaput berarti ada problem busaaaar.*

On Sun, Dec 15, 2019 at 4:48 PM ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> SMI pusing karena institusi induknya tiba-tiba menguji kehebatannya
> sebagai menteri terbaik di saat harus menghitung anggaran untuk gaji
> menteri, wamen, staf khusus, wantimpres dst. Belum lagi sederet kartu
> sakti, sehingga kartu untuk kaum transisi (kartu penganggur sakti) harus
> ditunda. Bahkan terancam batal.
>
> SMI pusing, kenapa institusi induk mempersoalkan kemampuan pemerintah
> untuk menjamin kaum transisi. Kenapa tidak lihat kemampuan pemerintah
> menggaji staf khusus yang kaum mapan itu! Bukan main baiknya bu menteri.
> Yang terbaik.
>
> Hehe...
>
> --- lusi_d@... wrote:
> Nah bagaimana kalau dibandingkan antara Sri Mulyani dengan pengalaman
>
> langsung RR yang dia jelaskan langsung ini?
> https://www.youtube.com/results?search_query=%23ErickThohir
> Kan tidak perlu pusing tokh.
>
> Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
>
>
> Von: nesare
>
> Ya jelas pusing lah. Wong duitnya gak ada koq.
>
> Emangnya ente bisa suruh RR kasih jaminan social ke rakyat miskin itu?
>
> Kalau bisa, kenapa dari dulu gak dilakukan?
>
> Oh ya dulu belum ada hutang dan infrastruktur loh, jadi duitnya kan
> lebih banyak!
>
> Nesare
>
>
> From: ajeg
>
> Diminta World Bank, Tiba-tiba Sri Mulyani Pusing!
>
> Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
>
> 11 December 2019 19:13
>
> Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
> merespons usulan usulan Bank Dunia yang meminta pemerintah Indonesia
> bisa memberikan jaminan sosial ke 40%-70% rumah tangga rentan miskin.
>
> Kendati demikian, Sri Mulyani kebingungan, bagaimana caranya untuk bisa
> mengimplementasikan usulan tersebut.
>
> "Di dalam usulan World Bank untuk bisa meng-cover 40%-70% rumah tangga,
> kita harus menghitung dari mana uang itu berasal?" ujarnya di Energy
> Building, Rabu (11/12/2019).
>
> "Bank Dunia memang memiliki privilege untuk berbicara seperti itu. Tapi
> pemerintah pusing bagaimana mengimplementasikannya" kata Sri Mulyani
> melanjutkan.
>
> Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sudah
> mampu melindungi 20% rumah tangga yang rentan miskin melalui berbagai
> insentif dan program penjaminan sosial.
>
> "Kita pelajari. Guarantee minimum dengan banyaknya inisiatif Presiden
> untuk memberikan berbagai macam intervensi atau support. Seperti Kartu
> Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Kuliah, Kartu Sembako, Kartu
> Indonesia Sehat, PKH. Saya rasa kita udah punya yang disebut building
> blocknya," jelas Sri Mulyani.
>
> Untuk diketahui, Lead Economist World Bank for Indonesia, Federico Gil
> Sander mengatakan, jaminan sosial pada dasarnya harus mampu mendukung
> masyarakat yang sedang dala transisi agar tidak rentah jatuh miskin.
>
> "Itu termasuk transisi dari menganggur jadi pekerja, dari penduduk
> miskin atau rentan miskin atau menjadi lebih sejahtera dari penduduk
> muda menjadi penduduk tua, dan sebagainya," ujar Federico dalam
> kesempatan yang sama.
>
> Selain itu juga jaring pengamanan sosial, disarankan agar bisa
> menjangkau penduduk yang kian beralih dari pekerjaan formal ke
> pekerjaan informal. Jaminan perlindungan sosial itu, harus mampu
> mengakomodir perubahan sosial karena kian meningkatnya kalangan kelas
> menengah.
>
> Jaringan jaminan perlindungan sosial itu bisa berupa dalam bentuk
> asuransi, tabungan, dan jasa yang dapat melindungi masyarakat dari
> shock segala risiko ketidakpastian, seperti resesi atau krisis ekonomi.
>
> "Jaminan minimum dapat dicapai melalui berbagai macam program atau
> dengan meningkatkan intervensi dari individu. Modal yang diberikan juga
> sebaiknya beragam sehingga bermanfaat secara fiskal, politik, dan
> administratif," ujar Federico.
>
> (dru)
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke