*Hanya pusing bukan semaput jadi tidak apa-apa, sebentar lagi sudahsembuh
atau tidak pusing seperti gasing berputar.*

On Mon, Dec 16, 2019 at 6:20 AM ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Sri Mulyani itu mantan petinggi Bank Dunia. Tiba-tiba bekas institusinya
> itu menguji predikatnya sebagai menteri terbaik untuk meningkatkan jaminan
> sosial, termasuk lewat kartu-kartu sakti. Pusing dia, berani betul BD
> menguji kesetiaan dan predikat terbaiknya.
>
> Buat SMI mah kekacauan di HK itu kecil sekali. Wong nggak ada hubungan
> dengan predikat terbaiknya, hehe...
>
> Atau, Anda melihat kenyataan ada hubungannya?
>
> Kalau betul begitu bolehlah kasih bocorannya di sini. Siapa tau otak-otak
> yang kering bisa agak seger kena bocoran, hahaha...
>
> --- SADAR@... wrote:
>
>
>
> Yang bikin pusing itu kalau terjadi kerusuhan di HK lebih 6 bulan terakhir
> ini, ... Diawal mula gerakan kerusuhan terdengar perusuh2 yang bertahan
> sampai lebih jam 12 malam baru bisa dapatkan 1000 dollar/hari, lalu yang
> berani menyerang mukuli polisi, lempar bom molov dan pengrusakan jadi
> 2000dollar! Pantas saja mereka setiap kali beraksi selalu mennarik ulur
> waktu lebih panjang, sampai lewat jam 12 tengah malam!
>
> Tapi, akhirnya kemarin ini Parlemen HK jadi ramai pada berteriak bahkan
> pendukung kerusuhan itu protes, menolak keluarkan duit kas pemerintah, ....
> ketika dimintai duit untuk bayar lembur polisi lebih 1M dollar selama 6
> bulan lebih ini! Baru nyahooo, ...! Belum lagi harus keluarkan renovasi 3
> Universitas, MTR, beresin trotoar, perlengkapan lampu lalulintas dlb., yang
> diobrak-abrik hancur rusak oleh perusuh2 itu, ...! Apa nggak pusing menteri
> keuangan harus keluarkan duit yang diluar perhitungan???
>
>
> On 15/12/2019 下午11:48, ajeg wrote:
>
>
> SMI pusing karena institusi induknya tiba-tiba menguji kehebatannya
> sebagai menteri terbaik di saat harus menghitung anggaran untuk gaji
> menteri, wamen, staf khusus, wantimpres dst. Belum lagi sederet kartu
> sakti, sehingga kartu untuk kaum transisi (kartu penganggur sakti) harus
> ditunda. Bahkan terancam batal.
>
> SMI pusing, kenapa institusi induk mempersoalkan kemampuan pemerintah
> untuk menjamin kaum transisi. Kenapa tidak lihat kemampuan pemerintah
> menggaji staf khusus yang kaum mapan itu! Bukan main baiknya bu menteri.
> Yang terbaik.
>
> Hehe...
>
> --- lusi_d@... wrote:
> Nah bagaimana kalau dibandingkan antara Sri Mulyani dengan pengalaman
>
> langsung RR yang dia jelaskan langsung ini?
> https://www.youtube.com/results?search_query=%23ErickThohir
> Kan tidak perlu pusing tokh.
>
> Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
>
>
> Von: nesare
>
> Ya jelas pusing lah. Wong duitnya gak ada koq.
>
> Emangnya ente bisa suruh RR kasih jaminan social ke rakyat miskin itu?
>
> Kalau bisa, kenapa dari dulu gak dilakukan?
>
> Oh ya dulu belum ada hutang dan infrastruktur loh, jadi duitnya kan
> lebih banyak!
>
> Nesare
>
>
> From: ajeg
>
> Diminta World Bank, Tiba-tiba Sri Mulyani Pusing!
>
> Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
>
> 11 December 2019 19:13
>
> Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
> merespons usulan usulan Bank Dunia yang meminta pemerintah Indonesia
> bisa memberikan jaminan sosial ke 40%-70% rumah tangga rentan miskin.
>
> Kendati demikian, Sri Mulyani kebingungan, bagaimana caranya untuk bisa
> mengimplementasikan usulan tersebut.
>
> "Di dalam usulan World Bank untuk bisa meng-cover 40%-70% rumah tangga,
> kita harus menghitung dari mana uang itu berasal?" ujarnya di Energy
> Building, Rabu (11/12/2019).
>
> "Bank Dunia memang memiliki privilege untuk ber bicara seperti itu. Tapi
> pemerintah pusing bagaimana mengimplementasikannya" kata Sri Mulyani
> melanjutkan.
>
> Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sudah
> mampu melindungi 20% rumah tangga yang rentan miskin melalui berbagai
> insentif dan program penjaminan sosial.
>
> "Kita pelajari. Guarantee minimum dengan banyaknya inisiatif Presiden
> untuk memberikan berbagai macam intervensi atau support. Seperti Kartu
> Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Kuliah, Kartu Sembako, Kartu
> Indonesia Sehat, PKH. Saya rasa kita udah punya yang disebut building
> blocknya," jelas Sri Mulyani.
>
> Untuk diketahui, Lead Economist World Bank for Indonesia, Federico Gil
> Sander mengatakan, jaminan sosial pada dasarnya harus mampu mendukung
> masyara kat yang sedang dala transisi agar tidak rentah jatuh miskin.
>
> "Itu termasuk transisi dari menganggur jadi pekerja, dari penduduk
> miskin atau rentan miskin atau menjadi lebih sejahtera dari penduduk
> muda menjadi penduduk tua, dan sebagainya," ujar Federico dalam
> kesempatan yang sama.
>
> Selain itu juga jaring pengamanan sosial, disarankan agar bisa
> menjangkau penduduk yang kian beralih dari pekerjaan formal ke
> pekerjaan informal. Jaminan perlindungan sosial itu, harus mampu
> mengakomodir perubahan sosial karena kian meningkatnya kalangan kelas
> menengah.
>
> Jaringan jaminan perlindungan sosial itu bisa berupa dalam bentuk
> asuransi, tabungan, dan jasa yang dapat melindungi masyarakat dari
> shock segala risiko ketidakpastian, seperti resesi atau krisis eko nomi.
>
> "Jaminan minimum dapat dicapai melalui berbagai macam program atau
> dengan meningkatkan intervensi dari individu. Modal yang diberikan juga
> sebaiknya beragam sehingga bermanfaat secara fiskal, politik, dan
> administratif," ujar Federico.
>
> (dru)
>
>
>
> 
>

Kirim email ke