Misteri Sobekan Kertas di Baju Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Syailendra Persada
Selasa, 17 Desember 2019 07:27 WIB
KPK Anggap Tin Zuraida Sembunyikan DokumenKPK Anggap Tin Zuraida
Sembunyikan Dokumen
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan
mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi
<https://www.tempo.co/tag/nurhadi>, sebagai tersangka.
Kasus tersebut merupakan hasil pengembangan operasi tangkap tangan pada
20 April 2016 dengan nilai suap Rp 50 juta yang diserahkan oleh
bekas pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Ariyanto Supeno, kepada
mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Duit
tersebut diduga uang muka untuk mengatur perkara.
Seperti diberitakan Majalah Tempo edisi 2 Mei 2016, KPK sempat
menggeledah rumah Nurhadi di Jalan Hang Lekir V, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan pada akhir April 2016.
Kala itu, Sekretaris Mahkamah Agung itu mengurung diri bersama istri dan
anak perempuannya di dalam kamar. Dua penyidik silih berganti mengetuk
pintu kamar di lantai dua itu. Tapi Nurhadi tak menggubrisnya.
Dari dalam kamar justru terdengar suara kloset diguyur berulang kali.
Karena satu jam pintu kamar tak kunjung dibuka, penyidik menggedornya.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan istri Nurhadi, Tin Zuraida, keluar
setengah berlari dengan dalih hendak mengambil pakaian dalam. Kedua
tangannya disilangkan di badan seperti tengah menutupi sesuatu.
"Tingkahnya janggal," kata seorang sumber yang mengetahui penggeledahan
tersebut.
Karena curiga, seorang penyidik perempuan memeriksa Tin di kamar lain.
Ketika Tin digeledah, ditemukan banyak sobekan kertas basah di balik
baju tidurnya. Penyidik lain bergegas masuk ke kamar Nurhadi.
ADVERTISEMENT
Di dalam kamar itu, mereka menemukan empat tas jinjing hitam di dekat
lemari baju. Dua tas masih utuh berisi uang, sementara dua tas lagi
sudah terbuka dan tak ada isinya. Tak jauh dari tas kosong, penyidik
menemukan kertas pembungkus uang berceceran.
KPK pernah memeriksa Tin pada awal Juni 2016. Namun, ketika ditanya
wartawan, ia tak mau berkomentar sama sekali.