Dalam *KENYATAAN* yang terjadi didunia ini *TIDAK BEGITU! *Jumlah air
hujan yang turun dari langit itu TIDAK SELALU sesuai dengan KEBUTUHAN
alam setempat, disini bisa kekurangan air, kekeringan yang mematikan
banyak kehidupan manusia, hewan dan tumbuh2an, begitu juga disana atau
saat lain juga bisa terjadi sebaliknya kebanyakan air, banjir meluap
yang juga mematikan banyak manusia, hewan dan tumbuh2an, ... Jadi, tidak
sesuai dengan apa yang dinyatakan Alquran: *Dalam Alquran disebutkan,
Allah SWT menurunkan air hujan dalam ukuran atau kadar tertentu.*
*Sebagaimana ayat ke-11 surah az-Zukhruf yang berbunyi, "Dan yang
menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan), lalu Kami
hidupkan dengan air itu negeri yang mati."*
Dalam sejarah perjalanan kehidupan manusia sampai sekarang ini, TIDAK
ada yang bisa mengatur mengatur jumlah air hujan yang turun kebumi
*sesuai kebutuhan*! Manusia hanya bisa sesuai dengan kemampuannya
membangun waduk-waduk, untuk menampung kelebihan air hujan yang turun
kebumi itu jangan sampai merusak dan untuk dibutuhkan saat hujan tidak
turun, ... dan yang lebih dahsyat seperti yang dilakukan Tiongkok
belasan tahun terakhir ini, berhasil membangun kanal sampai ribuan
kilometer mengalirkan kelebihan air dibelahan selatan ke belahan utara
yang kekurangan air, ... dengan demikian berhasil mengatasi banjir yang
seringkali menimpa wilayah selatan dan berhasil memenuhi 70% kebutuhan
air di Beijing, bahkan juga berhasil meningkatkan kemakmuran warga
disekitar sepanjang kanal itu!
On 2/1/2020 上午6:32, Sunny ambon [email protected] [GELORA45] wrote:
https://khazanah.republika.co.id/berita/q3fw28320/rahasia-penciptaan-hujan-menurut-alquran-dan-sains
*Rahasia Penciptaan Hujan Menurut Alquran dan Sains*
*Kamis 02 Jan 2020 04:00 WIB*
*Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrulla*
/Alquran dan sains menjelaskan hikmah hujan turun ke muka bumi untuk
makhluk hidup./
/*Foto: pixabay*/
*Alquran dan sains menjelaskan hikmah di balik penciptaan hujan.*
*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA – Alquran
mengungkap banyak fakta dalam kehidupan, termasuk fakta tentang
turunnya air hujan. Dalam Alquran, Allah SWT menyebut*_* hujan *_
<https://www.republika.co.id/tag/hujan>*yang turun ke bumi sebagai
rahmat yang diperlukan seluruh makhluk. *
*Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan
menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha
Terpuji." (QS Asy-Syuura: 28).*
*Di musim kemarau, orang akan sangat berharap turunnya hujan. Menurut
petunjuk Alquran, salah satu penyebab turun hujan adalah iman dan takwa. *
*Sebagaimana dinyatakan dalam Alquran surah al-A'raf ayat ke-96, yang
berbunyi: "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi,
tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa
mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."*
*Para ahli tafsir, seperti Imam ath-Thabari, menafsirkan bahwa yang
dimaksud dengan keberkahan dari langit adalah hujan. Sementara
keberkahan dari bumi adalah bermunculannya tumbuh-tumbuhan. Akan
tetapi, tumbuhan pun tidak akan muncul tanpa air.*
*Karena itu, manusia seyogianya meyakini bahwa Allah berkuasa untuk
menurunkan hujan. Sebab, mudah bagi Allah SWT untuk menurunkan hujan
dengan cara menggiring awan, mengumpulkannya dan menjadikannya hujan.*
*Sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya dalam surah Al-A'raf
ayat 57. "Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira,
mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu
membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu
Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan
hujan itu berbagai macam buah-buahan."*
*Apa yang diungkap dalam Alquran tentang hujan juga sejalan dengan
ilmu pengetahuan. Dalam Alquran disebutkan, Allah SWT menurunkan air
hujan dalam ukuran atau kadar tertentu.*
*Sebagaimana ayat ke-11 surah az-Zukhruf yang berbunyi, "Dan yang
menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan), lalu Kami
hidupkan dengan air itu negeri yang mati."*
*Mengutip Abdul Syukur al-Azizi dalam bukunya berjudul "Islam Itu
Ilmiah" menuturkan, bahwa kata 'kadar' yang disebutkan dalam ayat
tersebut merujuk pada salah satu karakteristik hujan. *
*Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama.
Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya.
Jumlah tersebut sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap
detiknya. Dengan demikian, dikatakan bahwa hujan secara terus-menerus
beredar dalam sebuah siklus seimbang menurut 'ukuran' tertentu. *
*Hujan yang turun juga diatur sesuai kadarnya. Dari ketinggian berapa
pun hujan turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam
ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan bentuk tetesan hujan yang
sangat istimewa. Sehingga, air hujan yang turun tidak sampai merusak
benda yang ditimpanya. *
*Selain itu, turunnya air hujan juga memiliki fakta yang menarik
lainnya. Pada lapisan atmosteris tempat terjadinya hujan, temperatur
bisa saja turun hingga 400 derajat Celcius di bawah nol. *
*Akan tetapi, dalam kondisi demikian tetesan hujan tidak berubah
menjadi partikel es. Sebab, air yang terkandung dalam atmosfer
merupakan air murni. Sedangkan air murni hampir tidak membeku pada
temperatur yang sangat rendah sekalipun. *
*Dengan demikian, air hujan diturunkan sesuai kadarnya agar memberikan
manfaat bagi makhluk-Nya. Dengan hujan, tumbuhan atau tanaman menjadi
subur dan menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manusia.*
*"Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu,
sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan)
tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan
ternakmu." (QS an-Nahl:10). *