https://khazanah.republika.co.id/berita/q3fw28320/rahasia-penciptaan-hujan-menurut-alquran-dan-sains


*Rahasia Penciptaan Hujan Menurut Alquran dan Sains*

*Kamis 02 Jan 2020 04:00 WIB*

*Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrulla*


*Alquran dan sains menjelaskan hikmah hujan turun ke muka bumi untuk
makhluk hidup.*
*Foto: pixabay*

*Alquran dan sains menjelaskan hikmah di balik penciptaan hujan.*

*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA – Alquran mengungkap
banyak fakta dalam kehidupan, termasuk fakta tentang turunnya air hujan.
Dalam Alquran, Allah SWT menyebut** hujan *
<https://www.republika.co.id/tag/hujan>*yang turun ke bumi sebagai rahmat
yang diperlukan seluruh makhluk. *


*Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan
menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji."
(QS Asy-Syuura: 28).*

*Di musim kemarau, orang akan sangat berharap turunnya hujan. Menurut
petunjuk Alquran, salah satu penyebab turun hujan adalah iman dan takwa. *

*Sebagaimana dinyatakan dalam Alquran surah al-A'raf ayat ke-96, yang
berbunyi: "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata
mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan
apa yang telah mereka kerjakan."*

*Para ahli tafsir, seperti Imam ath-Thabari, menafsirkan bahwa yang
dimaksud dengan keberkahan dari langit adalah hujan. Sementara keberkahan
dari bumi adalah bermunculannya tumbuh-tumbuhan. Akan tetapi, tumbuhan pun
tidak akan muncul tanpa air.*

*Karena itu, manusia seyogianya meyakini bahwa Allah berkuasa untuk
menurunkan hujan. Sebab, mudah bagi Allah SWT untuk menurunkan hujan dengan
cara menggiring awan, mengumpulkannya dan menjadikannya hujan.*

*Sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya dalam surah Al-A'raf ayat
57. "Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului
kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan
mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan
di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam
buah-buahan."*

*Apa yang diungkap dalam Alquran tentang hujan juga sejalan dengan ilmu
pengetahuan. Dalam Alquran disebutkan, Allah SWT menurunkan air hujan dalam
ukuran atau kadar tertentu.*

*Sebagaimana ayat ke-11 surah az-Zukhruf yang berbunyi, "Dan yang
menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan), lalu Kami
hidupkan dengan air itu negeri yang mati."*

*Mengutip Abdul Syukur al-Azizi dalam bukunya berjudul "Islam Itu Ilmiah"
menuturkan, bahwa kata 'kadar' yang disebutkan dalam ayat tersebut merujuk
pada salah satu karakteristik hujan. *

*Secara umum, jumlah hujan yang turun ke bumi selalu sama. Diperkirakan
sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap detiknya. Jumlah tersebut sama
dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya. Dengan demikian,
dikatakan bahwa hujan secara terus-menerus beredar dalam sebuah siklus
seimbang menurut 'ukuran' tertentu. *

*Hujan yang turun juga diatur sesuai kadarnya. Dari ketinggian berapa pun
hujan turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10 km/jam ketika
mencapai tanah. Hal ini disebabkan bentuk tetesan hujan yang sangat
istimewa. Sehingga, air hujan yang turun tidak sampai merusak benda yang
ditimpanya. *

*Selain itu, turunnya air hujan juga memiliki fakta yang menarik lainnya.
Pada lapisan atmosteris tempat terjadinya hujan, temperatur bisa saja turun
hingga 400 derajat Celcius di bawah nol. *

*Akan tetapi, dalam kondisi demikian tetesan hujan tidak berubah menjadi
partikel es. Sebab, air yang terkandung dalam atmosfer merupakan air murni.
Sedangkan air murni hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah
sekalipun. *

*Dengan demikian, air hujan diturunkan sesuai kadarnya agar memberikan
manfaat bagi makhluk-Nya. Dengan hujan, tumbuhan atau tanaman menjadi subur
dan menghasilkan buah yang bermanfaat bagi manusia.*

*"Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu,
sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan,
yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu." (QS
an-Nahl:10). *

Kirim email ke