Nickel–lithium battery >From Wikipedia, the free encyclopedia Jump to navigation <https://en.wikipedia.org/wiki/Nickel%E2%80%93lithium_battery#mw-head>Jump to search <https://en.wikipedia.org/wiki/Nickel%E2%80%93lithium_battery#p-search>
The *nickel–lithium battery*, also known as *Ni–Li*, is an experimental battery <https://en.wikipedia.org/wiki/Battery_(electricity)> using a nickel hydroxide <https://en.wikipedia.org/wiki/Nickel_hydroxide> cathode <https://en.wikipedia.org/wiki/Cathode> and lithium <https://en.wikipedia.org/wiki/Lithium> anode <https://en.wikipedia.org/wiki/Anode>. The two metals cannot normally be used together in a battery, as there are no electrolytes compatible with both. The LISICON design uses a layer of porous glass <https://en.wikipedia.org/wiki/Porous_glass> to separate two electrolytes <https://en.wikipedia.org/wiki/Electrolyte> in contact with each metal. The battery is predicted to hold more than three and a half times as much energy per pound as lithium-ion batteries <https://en.wikipedia.org/wiki/Lithium-ion_batteries>, and to be safer. However, the battery will be complex to manufacture and durability issues have yet to be resolved.[1] <https://en.wikipedia.org/wiki/Nickel%E2%80%93lithium_battery#cite_note-1> Pada tanggal Sel, 14 Jan 2020 pukul 17.56 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > *Wah, undang terus menerus. Apakah tidak mampu, karena lemah syahwat untuk > sendiri berusaha? Ataukah karena sudah bangkrut tak berfulus selain hanya > berhutang untuk APBN guna memperpanyang nafas rezim. Agaknya selama masih > bernafas maka kaum elit neo-Mojopahit mengumpulkan harta pribadi sebanyak > mungkin, sebelum bahtera NKRI tengelam ditelan alam. heheheheh*e > > > > http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/12113/jokowi_undang_investor_bangun_pabrik_baterai_litium_ > *Jokowi Undang Investor Bangun Pabrik Baterai Litium* > > Senin , 13 Januari 2020 | 15:53 > > > JAKARTA - Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kunci dalam Abu > Dhabi Sustainability Week (ADSB) 2020 mengangkat isu soal nikel Indonesia > yang berkontribusi besar dalam industri baterai litium untuk ponsel. > > “Saya akan memulai, berbagi dengan Anda, sejumlah prediksi dalam 10 > tahun, banyak di antara Anda akan membawa sebagian kecil dari Indonesia > dalam kantong atau tas Anda, setiap hari. Pikirkan sebentar, tentang ponsel > pintar Anda,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato kuncinya di Abu Dhabi > Sustainability Week (ADSW) 2020 di Abu Dhabi National Exhibition Center > (ADNEC), Senin (13/1/2020). > > Presiden Jokowi yang menjadi satu-satunya kepala negara yang memberikan > pidato kunci dalam acara itu mengajak audiens untuk membayangkan baterai > lithium-ion yang terbuat dari nikel. > > Ia mengatakan sekitar 50 persen baterai lithium-ion terbuat dari nikel. > > "Sementara Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, baterai > lithium-ion di dalam ponsel pintar Anda boleh jadi mengandung nikel dari > Indonesia," kata Jokowi. > > Maka kata dia, dalam 10 tahun setiap waktu siapa saja melihat ponsel > pintar mereka mungkin saja akan mengingatkan bagian kecil dari mineral > Indonesia. > > Ia menekankan peran Indonesia dalam memasok dunia dengan nikel sebagai > bagian dari kontribusi negara terhadap masa depan energi dalam hal ini masa > depan penyediaan energi. > > “Elektrifikasi dari sistem transportasi kami seperti transisi ke > kendaraan elektrik akan meningkatkan kebutuhan bateri lithium-ion dan > nikel,” katanya. > > Maka, meningkatkan skala penggunaan fasilitas baterai lithium-ion seperti > fasilitas Tesla di Australia Selatan dinilai Jokowi sangat krusial dalam > upaya transisi pembaruan energi ke depan. > > Menurut Jokowi, sebagai produsen nikel terbesar ke-1 di dunia, Indonesia > bersiap untuk menyuplai cepatnya pertumbuhan dunia dan meningkatnya > industri baterai lithium-ion. > > “Kami mengundang Anda untuk bermitra dengan kami, sebagaimana kami > membangun industri domestik kami untuk memproduksi komponen dan pada > akhirnya baterai-cell sebagai perluasan hilir secara alami produksi nikel > kami,” kata Presiden Jokowi. > > Presiden Jokowi berpidato setelah Minister of State UEA Sultan Bin Ahmed > Al Jaber di hadapan begitu banyak peserta termasuk 7 kepala negara/kepala > pemerintahan yang hadir dalam acara tersebut. > > Presiden Jokowi menyampaikan “keynote speech”-nya selama sekitar 13 menit > dan mendapatkan sambutan yang antusias dari para hadirin. > > Selain soal nikel ia juga mengangkat isu tentang biodiesel, B20, dan > pembangunan ibu kota baru di Indonesia yang menganut konsep kota > berkelanjutan. > > Presiden Jokowi juga sempat didaulat untuk ke atas panggung kembali untuk > menyerahkan Zayed Sustainability Prize kepada pemenang penghargaan. > *(E-3/ant)* > > > >
