Kalo sampai ngundang investor luar negeri, tentu ada yg salah dengan investor 
dalam negri.  Salah dalam hal apa? kurang pinter, kurang modal?Bikin batere aja 
kudu serap ilmu orang luar negri dulu? Sent from my Verizon, Samsung Galaxy 
smartphone
-------- Original message --------From: "Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 1/14/20  8:56 AM  (GMT-08:00) To:  
Subject: [GELORA45] 
 



  


    
      
      
      
        
        




Wah,
undang terus menerus.  Apakah tidak mampu,  karena lemah syahwat
untuk sendiri berusaha? Ataukah karena sudah bangkrut tak berfulus
selain hanya berhutang untuk APBN guna memperpanyang nafas rezim. 
Agaknya selama masih bernafas maka kaum elit neo-Mojopahit 
mengumpulkan harta pribadi sebanyak mungkin, sebelum bahtera NKRI
tengelam ditelan alam. hehehehehe


http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/12113/jokowi_undang_investor_bangun_pabrik_baterai_litium_

Jokowi
Undang Investor Bangun Pabrik Baterai Litium

Senin
, 13 Januari 2020 | 15:53 








JAKARTA
- Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kunci dalam Abu Dhabi
Sustainability Week (ADSB) 2020 mengangkat isu soal nikel Indonesia
yang berkontribusi besar dalam industri baterai litium untuk ponsel.

“Saya
akan memulai, berbagi dengan Anda, sejumlah prediksi dalam 10 tahun,
banyak di antara Anda akan membawa sebagian kecil dari Indonesia
dalam kantong atau tas Anda, setiap hari. Pikirkan sebentar, tentang
ponsel pintar Anda,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato
kuncinya di Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2020 di Abu Dhabi
National Exhibition Center (ADNEC), Senin (13/1/2020).

Presiden
Jokowi yang menjadi satu-satunya kepala negara yang memberikan pidato
kunci dalam acara itu mengajak audiens untuk membayangkan baterai
lithium-ion yang terbuat dari nikel.

Ia
mengatakan sekitar 50 persen baterai lithium-ion terbuat dari nikel.

"Sementara
Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, baterai
lithium-ion di dalam ponsel pintar Anda boleh jadi mengandung nikel
dari Indonesia," kata Jokowi.

Maka
kata dia, dalam 10 tahun setiap waktu siapa saja melihat ponsel
pintar mereka mungkin saja akan mengingatkan bagian kecil dari
mineral Indonesia.

Ia
menekankan peran Indonesia dalam memasok dunia dengan nikel sebagai
bagian dari kontribusi negara terhadap masa depan energi dalam hal
ini masa depan penyediaan energi.

“Elektrifikasi
dari sistem transportasi kami seperti transisi ke kendaraan elektrik
akan meningkatkan kebutuhan bateri lithium-ion dan nikel,” katanya.

Maka,
meningkatkan skala penggunaan fasilitas baterai lithium-ion seperti
fasilitas Tesla di Australia Selatan dinilai Jokowi sangat krusial
dalam upaya transisi pembaruan energi ke depan.

Menurut
Jokowi, sebagai produsen nikel terbesar ke-1 di dunia, Indonesia
bersiap untuk menyuplai cepatnya pertumbuhan dunia dan meningkatnya
industri baterai lithium-ion.

“Kami
mengundang Anda untuk bermitra dengan kami, sebagaimana kami
membangun industri domestik kami untuk memproduksi komponen dan pada
akhirnya baterai-cell sebagai perluasan hilir secara alami produksi
nikel kami,” kata Presiden Jokowi.

Presiden
Jokowi berpidato setelah Minister of State UEA Sultan Bin Ahmed Al
Jaber di hadapan begitu banyak peserta termasuk 7 kepala
negara/kepala pemerintahan yang hadir dalam acara tersebut.

Presiden
Jokowi menyampaikan “keynote speech”-nya selama sekitar 13 menit
dan mendapatkan sambutan yang antusias dari para hadirin.

Selain
soal nikel ia juga mengangkat isu tentang biodiesel, B20, dan
pembangunan ibu kota baru di Indonesia yang menganut konsep kota
berkelanjutan.

Presiden
Jokowi juga sempat didaulat untuk ke atas panggung kembali untuk
menyerahkan Zayed Sustainability Prize kepada pemenang
penghargaan. (E-3/ant)





    
     

    
    


Kirim email ke