*Para koruptor kelas wahid biasanya tidak lama meringkuk di penjara,  atas
dasar kelakuan baik pada hari nasional dibebaskan dari penjara. Hukuman
mereka diperpendek waktunya, dan karena kelas wahid maka mereka punya
kontak dengan petinggi kelas wahid pula yang memudahkan pembebasan jauh
sebelum masa dipenjara berakhir. Keluar penjara bisa goyang kaki sambil
menikmati hasil panen yang disimpan dan yang telah berbuanga dan berbuah,
jadi hidup sebelum penjara sejahtera, sehabis waktu di penjara pun
sejahtra.*

https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/14/01/2020/kejagung-tahan-5-orang-terkait-korupsi-jiwasraya/



Kejagung Tahan 5 Orang Terkait Korupsi Jiwasraya
14 Januari 2020, 19:46:19 WI

*JawaPos.com* – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menahan 5 orang tersangka
kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya untuk 20 hari ke depan. Kelima
tersangka ini ditempatkan di tahanan yang berbeda-beda.

Mereka adalah Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro,
Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, mantan
Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo. Kemudian mantan
Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala
Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Kuasa Hukum Benny Tjokro, Muchtar Arifin menyesalkan penahanan kepada
kliennya. Menurutnya, penetapan tersangka dan penahanan dianggap tidak
tepat. “Enggak ngerti apa alat buktinya,” kata Muchtar di komplek Kejaksaan
Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).

Muchtar menyampaikan, penyidik belum menjelaskan ihwal penetapan tersangka
kliennya. Oleh karena itu dia mempertanyakan keputusan penyidik. Pasalnya
Benny Tjokro bukan orang internal Jiwasraya. “Orang Jiwasraya yang harusnya
bertanggung jawab. Direksinya dong,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Muchtar pun menyangkal keterlibatan Benny Tjokro
dalam kasus korupsi Jiwasraya. Dia mengatakan, PT Hanson International
menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) sebesar Rp 680 miliar pada
2015. Setahun kemudian sudah dilunasi. Sedangkan keuangan Jiwasraya mulai
bersalah sejak 2017. “Jadi tidak ada sangkut paut apa-apa lagi,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Kirim email ke