Ralat: "Sayangnya, banyak orang/akademisi yg berkualitas di Indonesia yg tidak
suka menjual jamu koyo".
Mestinya: Untungnya, banyak orang/akademisi yg berkualitas di Indonesia yg
tidak suka menjual jamu koyo" seperti RG.
On Saturday, February 1, 2020, 03:52:52 PM CST, 'B.H. Jo' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Seingat saya dari komentar dari bung Nesare tahun yg lalu: Rocky Gerung/RG
waktu ditawarin oleh Universitas Indonesia utk belajar lebih lanjut seperti
Master Degree dan apalagi PhD degree, utk supaya bisa melanjutkan menjadi dosen
di UI, tidak mau. Dimana katanya dia sudah pintar, jadi tidak perlu belajar
lagi. Juga seingat saya, juga ada komentar dari mbah Titiek Maslam memberi
komentar yg negatif ttg RG.
Saya yakin di UI apalagi di Indonesia, "segudang" (tidak terhitung banyaknya),
akademisi yg lebih kompeten dan berkualitas dari RG utk memberi komentar di
media. Apalagi kalau topiknya adalah ttg kemajuan negara (ekonomi). Si RG
adalah bukan ahli ekonomi tetapi dari bidang filiosopi. Seperti sudah menjadi
pengetahuan umum (public knowlegde) bhw dia "ditendang" sebagai dosen UI karena
tidak cukup kualitasnya. Tentu kalau berpidato seperti utk menjual jamu koyo,
yg cukup kualitasnya. Sayangnya, banyak orang/akademisi yg berkualitas di
Indonesia yg tidak suka menjual jamu koyo.
On Saturday, February 1, 2020, 02:00:39 PM CST, 'Lusi D.' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Ya kirimkan saja yang bung sebut "orang yg lebih berkualitas daripada
Rocky Gerung" itu untuk bahan pembanding.
Am Sat, 1 Feb 2020 18:26:49 +0000 (UTC)
schrieb "'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:
> Saya tidak melihat youtube nya dari Rocky Gerung . Namun, pertanyaan
> saya, apa tidak orang yg lebih berkualitas daripada Rocky Gerung yg
> bisa berkomentar di media di Indonesia?
>
> On Saturday, February 1, 2020, 09:49:47 AM CST, Sunny ambon
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
> https://www.youtube.com/watch?v=tv0f48L_i3k
>