Saya terpingkal-pingkal setelah baca humor di bawah. Pak menteri standing
ovatie sendiri, he he he he.
Terima kasih.

salam,

Titiek Maslam 
 
 
 
 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: 'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]
Datum: 02/04/20 01:39:14
Aan: [email protected];  [email protected];  GELORA45@yahoogroups
com;  BILLY GUNADIE
Onderwerp: Re: [GELORA45] 18:58 / 24:46 [ VIRAL ] WAWANCARA DENGAN ROCK
 
  
Tergantung pandangan dari bidang apa yg memerlukan atau tidak memerlukan
ahli. Kalau pandangan dari diskusi seperti di warung kopi, ya tidak perlu
pendapat dari ahli. Misal, kalau pandangan tentang ttg ekonomi yg memerlukan
data, ya perlu dari ahli ekonomi. Filosofi mengarah kebenaran, belum tentu
benar, yg sering harus dibuktikan dgn data oleh para ahli dari bidang
tertentu.


Tentu siapa saja boleh ceplas-ceplos di media. Namun, belum tentu laku.




On Monday, February 3, 2020, 11:04:36 AM CST, BILLY GUNADIE
<[email protected]> wrote: 




Aneh juga pandangan harus dari Ahli....?


Belum bisa objective....filosifi pada umumnya mengrah Ke benaran....


Kalau memang benar dan betul...kata kata siapa saja boleh diterima...


*HUMOR TAPI JUGA SEBAGAI BUKTI RAKYAT INDONESIA SULIT OBYEKTIF...*


Seorang menteri datang ke kabupaten untuk acara peresmian proyek


Dalam acara peresmian tersebut di hidangkan hiburan musik dangdut.


Penyanyi pertama tampil...
cantik sekali, tapi suara pas-pasan...
50% hadirin tepuk tangan.


Penyanyi kedua tampil...
wajahnya pas-pasan, tapi suaranya sangat bagus...
65% hadirin tepuk tangan.


Penyanyi ketiga tampil...
wajahnya jauh dari cantik, gendut, suara jelek tapi...
100% hadirin tepuk tangan dengan sangat meriah...!!


Pak menteri bingung...
lalu sambil berbisik bertanya kepada pak bupati,
"Aneh ya...
suaranya jelek...
wajah juga nggak cantik...
mana badannya amburadul... 
bodi kayak bongkotan pring, mana bonggol mana pucuk, tidak jelas..
tapi semua hadirin kok tepuk tangan meriah...?!"


Bupati nyengir kecut, 
sambil berbisik pelan menjawab,
*"Dia istri saya Pak..."*
Langsung pak mentri berdiri tepuk tangan sendirian...
🤣🤣🤣
Ngopi..ngopi..




Sent from Rogers Yahoo Mail on Android


On Mon., Feb. 3, 2020 at 10:50 a.m., Lusi D.
<[email protected]> wrote:
Am Sat, 1 Feb 2020 21:52:00 +0000 (UTC)

schrieb "'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]"

<[email protected]>:





B.H.Jo:



> Seingat saya dari komentar dari bung Nesare tahun yg lalu: Rocky

> Gerung/RG waktu ditawarin oleh Universitas Indonesia utk belajar

> lebih lanjut seperti Master Degree dan apalagi PhD degree, utk supaya

> bisa melanjutkan menjadi dosen di UI, tidak mau. Dimana katanya dia

> sudah pintar, jadi tidak perlu belajar lagi. Juga seingat saya, juga

> ada komentar dari mbah Titiek Maslam memberi komentar yg negatif ttg

> RG. Saya yakin di UI apalagi di Indonesia, "segudang" (tidak

> terhitung banyaknya), akademisi yg lebih kompeten dan berkualitas

> dari RG utk memberi komentar di media. Apalagi kalau topiknya adalah

> ttg kemajuan negara (ekonomi). Si RG adalah bukan ahli ekonomi tetapi

> dari bidang filiosopi.





Lusi : 



Saya kira kiriman itu pendapat dan argumen bung sendiri spt yang

saya harapkan. Kan mestinya bung juga mampu membaca dan mengertikan

pendapat orisinil yang dikemukakan sendiri oleh RG. Lewat internet kan

setiap orang mampu mengakses pendapat aslinya.  Disamping itu nada

jawaban bung itu kok spt sedang mengidolakan dua nama Ns dan TM itu. apa

dasar hubungannya? bukankah percakapan kita di internet ini hidup di

alam demokrasi. Mengapa untuk mengutarakan pendapat RG yg sedang jadi

tema pembicaraan kok bung mengikut-ikutkan pandangan yang menurut

catatan saya justru kurang substansial dlm berargumen. 

Namun begitu dan terlepas dari itu, dlm diskusi saya berusaha tidak

membedakan derajad dan macam titel atau julukan pendidikan apa saja

yang disandang seseorang, karena bagaimanapun kita ini kan setara dan

berusaha untuk menepis sifat yang mengunggul-unggulkan seseorang ataupun

sebaliknya dalam diskusi, yang pokok menanggapi substansi topik diskusi.







B.H.Jo:



> Seperti sudah menjadi pengetahuan umum (public

> knowlegde) bhw dia "ditendang" sebagai dosen UI karena tidak cukup

> kualitasnya. Tentu kalau berpidato seperti utk menjual jamu koyo, yg

> cukup kualitasnya. Sayangnya, banyak orang/akademisi yg berkualitas

> di Indonesia yg tidak suka menjual jamu koyo.





Lusi :



Kesan saya bung mengkotak-kotak ilmu pengetahuan yang dimiliki

seseorang terlalu sempit, kita kan bebas bicara apa saja yang dirasakan

diperlukan. Sementara itu arti kata filsafat dlm ilmu pengetahuan itu

kan sangat luas dan kalau suatu kata yang filosofis itu, artinya kata

tsb bisa punya makna baik dlm lingkungan ilmu pengetahuan human maupun

eksakta maupun teknologis. Misalkan kata ilmu pengetahuan. Kata

ilmu pengetahuan itu pada pokoknya secara filosofis berlaku ranah

dua lingkungan ilmu, yaitu ranah ilmu sosial, termasuk ilmu ekonomi

maupun ilmu politik, suatu ilmu pengetahuan yang mendalami masalah

hubungan antar manusia dng manusia dan di lingkungan ilmu yang kedua

adalah ilmu eksakta yang berarti ranah ilmu pengetahuan yang

menguraikan perihal kegiatan manusia dalam menguasai hukum alam.



Untuk menambah  bobot argumen wawasan melalui pembandingan, saya unggah

beberapa episode perdebatan maupun penjelasan RG dlm beberapa even di

acara tv spt dibawah (enam nomor) yang sekaligus merupakan jawaban dari

penafsiran bung thd RG. Dan merupakan jawaban mengapa dia sampai

dijuluki profesor di kalangan UI, walaupun memang bukan.



Namun demikian kalau bung tetap pada pandangan sebelum membaca atau

mendengar argumen dari RG itu sendiri, bagi saya bukanlah masalah.

Karena setiap orang bebas bersikap thd pikiran orang lainnya.



Lusi.-





1. https://www.youtube.com/watch?v=m_uZyVYWPI4

Rezim Jokowi tak berkutik kayak ayam sayur



2. https://www.youtube.com/watch?v=ZOPcyOEhKgU

Bikin melongo perbandingan kinerja 100 hari Prabowo

Jokowi



3. https://www.youtube.com/watch?v=Pe4MoATuaGg

sembilan fakta RG yang membuat orang tercengang



4. https://www.youtube.com/watch?v=JV7DF9o2M94

Jokowi kalau gak berhenti berbohong saya berupaya 

reformasi jilid II



5. https://www.youtube.com/watch?v=F_VLpG8M6yA

"Geger" Istana



6. https://www.youtube.com/watch?v=h6EzvmbwZNU

Dialog Kebangsaan bersama Rocky









> 

> 

>    On Saturday, February 1, 2020, 02:00:39 PM CST, 'Lusi D.'

> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: 

>     

> Ya kirimkan saja yang bung sebut "orang yg lebih berkualitas daripada

> Rocky Gerung" itu untuk bahan pembanding.

> 

> Am Sat, 1 Feb 2020 18:26:49 +0000 (UTC)

> schrieb "'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45]"

> <[email protected]>:

> 

> > Saya tidak melihat youtube nya dari Rocky Gerung . Namun, pertanyaan

> > saya, apa tidak orang yg lebih berkualitas daripada Rocky Gerung yg

> > bisa berkomentar di media di Indonesia?

> > 

> > On Saturday, February 1, 2020, 09:49:47 AM CST, Sunny ambon

> > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: 

> >   

> > 

> > https://www.youtube.com/watch?v=tv0f48L_i3k  

> > 

> 

> 

>    


 

Kirim email ke