-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4887605/pertumbuhan-ekonomi-mentok-5-tahun-lalu-bagaimana-di-2020?tag_from=wp_nhl_27


Rabu, 05 Feb 2020 23:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Mentok 5% Tahun Lalu, Bagaimana di 2020?

Soraya Novika - detikFinance
Share 0
Tweet 0
Share 0
2 komentar
Foto: Agung Pambudhy    Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 
sebesar 5,02%. Capaian itu meleset dari target yang ditetapkan pemerintah 
sebesar 5,3%. Lalu, bagaimana proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal 
I-2020 ini?

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku khawatir 
pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 nanti juga meleset dari target.

Lantaran, sejak awal tahun ini, perekonomian RI sudah mengalami goncangan imbas 
wabah virus corona. Untuk itu, Airlangga tak mau sembarangan mengeluarkan 
pernyataan terkait prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 ini.

"Kuartal I-2020 ini nanti kita lihat dulu karena masalah virus corona, lagian 
kita belum bisa mengevaluasi karena terlalu pagi, karena ini seluruhnya 
terpengaruh," ujar Airlangga ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, 
Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Mentok di 5%, Jokowi: Jangan Kufur Nikmat


Perlambatan ekonomi sendiri akibat virus corona sudah mulai terasa sebab jumlah 
kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) disebut Airlangga kian menunjukkan 
penurunan. Bukan hanya dari wisman China, namun juga dari hampir seluruh negara 
terjadi penurunan serupa.

"Kita kekurangan tourism bukan hanya dari China tetapi banyak negara lain yang 
juga mengurangi traveling-nya," katanya.

Akan tetapi, menurutnya, pemerintah akan mengupayakan yang terbaik agar 
pertumbuhan ekonomi RI kian meningkat dari tahun sebelumnya. Salah satu opsi 
yang mungkin akan diambil pemerintah dalam waktu dekat ini ialah dengan 
menurunkan harga tiket pesawat.

"Tentu kita akan membuat skenario-skenario baru, jadi bagaimana untuk misalnya 
menahan penurunan sektor tourism, terutama di daerah-daerah tujuan turis 
seperti Bali, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, kita akan buatkan program 
pemerintah, salah satunya yang sedang kita evaluasi itu, bisa ga tiket pesawat 
diturunin atau disubsidi, sehingga turis domestik kita dorong ke atas," 
paparnya.
Baca juga: Pak Jokowi, Apa Kabar Pertumbuhan Ekonomi Meroket 7%?


Selain penurunan tiket pesawat, pemerintah juga berencana memperkuat industri 
pariwisata lewat program Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

"Kemudian kita juga akan mempertimbangkan atau menyarankan bahwa MICE domestic 
didorong terutama juga dari pemerintah sendiri baik itu kementerian agar 
kegiatannya itu diarahkan ke daerah-daerah tujuan wisata tersebut," pungkasnya.


Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"

(hns/hns)





Kirim email ke