-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1286598/sejumlah-warga-arab-daftar-relawan-wuhan-pria-uighur-sumbang-11-kuda


Sejumlah warga Arab daftar relawan Wuhan, pria Uighur sumbang 11 kuda

Senin, 10 Februari 2020 07:11 WIB

Ali Wari, warga negara Palestina, berswafoto sambil mengendarai mobil untuk 
menunjukkan kesiapannya sebagai relawan di Wuhan, China. (ANTARA/Istimewa)
Saya ingin membantu apa yang bisa saya lakukan. Kami tinggal di Wuhan, makanya 
saya cinta kota ini,
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga asing dari negara-negara Arab ramai-ramai 
ingin mendaftar sebagai tenaga sukarelawan di Wuhan, China, sementara seorang 
pria beretnis Uighur Xinjiang menyumbangkan 11 ekor kudanya untuk membantu 
Pemerintah Provinsi Hubei mengatasi wabah virus corona.

"Saya seorang dokter. Saya bisa berbicara bahasa Arab, Mandarin, dan Inggris. 
Saya bisa membantu merawat pasien, memberikan informasi, dan melakukan apa 
saja," kata Ali Wari, warga negara Palestina, yang tinggal di Wuhan, Minggu 
(9/2).

Dia bersama teman-temannya dari negara Arab sedang menunggu izin dari 
pemerintah lokal untuk bisa menjadi tenaga sukarelawan.

Pria yang bekerja di perusahaan teknologi informasi di kota yang menjadi 
episentrum 2019-nCoV itu menggalang dukungan dengan membuat grup Wechat (pesan 
instan yang sangat populer di China).

Grup Wechat yang diberi nama "Wuhan 2019-nCoV" itu memiliki anggota sekitar 480 
orang dari negara-negara Arab yang kebanyakan bekerja di Ibu Kota Provinsi 
Hubei tersebut.

"Awalnya, saya menerjemahkan dan menyebarkan informasi mengenai virus ini. Lalu 
banyak yang bergabung dalam grup," ucap Wari dikutip media resmi setempat.

Beberapa pekan yang lalu, Wari menerjemahkan dan menyebarkan 
informasi-informasi penting mengenai virus corona jenis baru itu, termasuk 
langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah setempat.

"Saya yakin virus ini bisa dikendalikan. Tapi banyak pelajar muda yang panik 
meskipun pihak kampus sudah berusaha semaksimal mungkin. Oleh sebab itu, saya 
akan menenangkan mereka seperti halnya seorang kakak," ujarnya.

Mohamad Khotib yang juga berasal dari Palestina meminta keluarganya bergabung 
dengan Wari.

"Saya yakin ada solusi mengatasi wabah ini. Kami harus bekerja keras dan tidak 
kenal kata menyerah," tegasnya.

Beda lagi dengan Mohamad Asaad, kandidat doktor dari Mesir, yang sudah telanjur 
cinta dengan Kota Wuhan.

"Saya sedih melihat kota yang gemerlap ini. Sekarang saatnya mendukung dan 
saling bekerja dengan baik. Karena itu, saya sebagai relawan telah 
mendarmabaktikan diri dan mendukung kawan-kawan China saya untuk mengatasi 
masa-masa yang sulit ini," katanya.

Dengan mengatasnamakan warga Arab, Wari telah mengajukan permohonan kepada 
Kantor Urusan Luar Negeri (FAO) Kota Wuhan agar diizinkan menjadi tenaga 
sukarelawan.

"Saya ingin membantu apa yang bisa saya lakukan. Kami tinggal di Wuhan, makanya 
saya cinta kota ini," tutur Wari dikutip Xinhua.

Sementara itu, seorang warga beretnis Uigur Xinjiang, Ba Baintolle, 
menyumbangkan 11 ekor kudanya.

Uang hasil penjualan 11 ekor kuda senilai 88.000 yuan atau sekitar Rp171,9 juta 
itu diberikan kepada Pemprov Hubei untuk mengatasi wabah virus mematikan.

Penggembala kuda itu tinggal di Kabupaten Wenquan, Daerah Otonomi Xinjiang. 
Kabupaten Tongcheng, Provinsi Hubei, setiap tahun menyumbangkan 300.000 yuan 
(Rp586 juta)  kepada warga Wenquan untuk membangun infrastruktur, pengenalan 
teknologi, dan membangun sekolahan.

"Saya sangat sedih dengan berjangkitnya wabah di Hubei. Mereka banyak sekali 
bantu kami dan sekarang saatnya saya membantu mereka," ujar Baintolle dikutip 
China Daily.

Pria yang memiliki 400 ekor kuda dengan pendapatan sekitar 150.000 yuan (Rp293 
juta) per tahun itu mengatakan bahwa kuda melambangkan keberanian dan 
ketangguhan.

"Saya berharap masyarakat Hubei dengan gagah berani bisa menundukkan virus 
tersebut. Jangan menyerah. Hati saya bersamamu, meski jarak kita ribuan mil," 
ucapnya.

Data Komisi Kesehatan China (NHC) hingga Senin pagi menyebutkan bahwa jumlah 
kasus positif 2019-nCoV sebanyak 37.289, terduga (28.942), parah (6.188), 
meninggal (813), dan sembuh (2.900).

Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang kasus terbanyak di China dengan 
perincian, positif (29.631), meninggal (871), dan sembuh (1.795). 

Baca juga: Provinsi Hubei laporkan 91 korban tewas baru akibat corona
Baca juga: Akibat virus corona, sejumlah pameran dagang dan konferensi ditunda

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020




Kirim email ke