-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/290605-paksa-formula-e-di-monas-lewat-disposisi-pengamat-anies-arogan


Senin 17 Februari 2020, 20:29 WIB

Paksa Formula e di Monas Lewat Disposisi, Pengamat: Anies Arogan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
 
Paksa Formula e di Monas Lewat Disposisi, Pengamat: Anies Arogan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Proyek revitalisasi monas, salah satu tujuannya untuk mendukung pelaksanaan 
formula e 2020.
 

PENGAMAT kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyebut Gubernur DKI Jakarta 
Anies Baswedan harus mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada publik.

Hal itu terkait penerbitan disposisi penggunaan kawasan Monumen Nasional 
(Monas) untuk sirkuit Formula E.

"Menurut saya ini sudah mencerminkan arogansi kekuasaan oleh Pak Anies. Dia 
sebaiknya meminta maaf pada publik," kata Trubus saat dihubungi Media 
Indonesia, Senin (17/2).

Diketahui rekomendasi untuk penggunaan Monas bukan berdasarkan dari kajian yang 
dibuat terlebih dulu baik oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) maupun Tim Sidang 
Pemugaran (TSP) Provinsi DKI Jakarta melainkan disebabkan adanya disposisi 
gubernur yang dibawa perwakilan Dinas Pemuda Olahraga (Disorda) DKI dalam rapat 
bersama dengan perwakilan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai organizing 
committee (OC) Formula E dan TSP pada 27 Januari silam.

Baca juga: PSI Sebut Formula E di Monas Tabrak UU Cagar Budaya

Trubus menyebut melalui notulensi rapat diketahui TSP tidak mau mengeluarkan 
rekomendasi boleh tidaknya Monas digunakan tetapi hanya memberikan rekomendasi 
apa saja yang harus dipatuhi dalam pagelaran tersebut di kawasan cagar budaya 
nasional itu.

"Itu artinya mereka sudah ditodong lebih dulu kan. Pak Anies menabrak prosedur. 
Harusnya kan kajian dulu, baru mereka rapat lalu mereka membacakan hasil kajian 
mereka apa saja," jelasnya.

Ia pun menduga Anies rela menabrak prosedur guna mempercepat proses dan untuk 
memastikan rencana penggunaan sirkuit di Monas terwujud. Sebab, Trubus meyakini 
baik TSP maupun TACB tidak akan menyetujui Monas digunakan untuk balap mobil.

Anies juga dinilai menabrak prosedur karena tidak berkoordinasi sebelumnya 
dengan TACB Nasional.

Di sisi lain, Anies pun bungkam dan tidak pernah mau menjawab perihal ini. Ia 
hanya melemparnya ke jajarannya.

"Dan selalu begitu jika ada isu kesalahan yang ia korbankan adalah bawahannya. 
Dari sisi administrasi pemerintahan saja sudah ditabrak dan dari sisi kebijakan 
publik dia juga sudah berlaku tidak tepat," tandasnya.(OL-4)





Kirim email ke