Menlu Negara-Negara ASEAN Puji
Kontribusi Tiongkok kepada Usaha Kesehatan Publik Regional dan
Internasional
http://indonesian.cri.cn/20200225/12ec78bd-4ecf-be5f-5327-5c48fcff6849.html
2020-02-25 10:59:53
Pertemuan Khusus Menlu ASEAN Soal Pneumonia Virus Corona Tipe Baru
COVID-19 yang digelar pekan lalu mengundang tanggapan besar masyarakat
internasional dan sejumlah Menteri Luar Negeri ASEAN memuji
langkah-langkah pencegahan dan pengontrolan Tiongkok untuk melawan wabah.
Dilaporkan, pada 21, Februari lalu, Menlu Filipina Teodoro Lochen
melalui Twitter menyatakan, Pertemuan Menlu kali ini berdasarkan sains
dan fakta dan berinspirasi. Dikendalikan dengan sukses wabah dalam
lingkup seluruh dunia semuanya berkat kontribusi Tiongkok. Lochen juga
mengutip perkataan Menlu Singapura di Twitternya bahwa hal-hal yang tak
mengalahkan kita akan membuat kita lebih perkasa. Berkenaan hal
tersebut, Jurubicara baru Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao
Lijian_dalam jumpa pers rutin kemarin_menyatakan, pihak Tiongkok
menghargai pernyataan sikap Menlu Filipina, Singapura dan Thailand.
Ia seteruskan menyatakan, Pertemuan Istimewa Menlu Tiongkok-ASEAN
mengenai Pneumonia Virus Corona Tipe Baru COVID-19 di Vientiane, Laos
pada minggu lalu merupakan pertemuan menteri luar negeri multilateral
pertama kali yang memfokus keamanan kesehatan publik negara-negara
kawasan setelah terjadinya wabah, dan telah menjadi contoh negara-negara
kawasan bersama menanggapi insiden kesehatan publik mendadak ke depan.
Pertemuan kali ini juga menyampaikan infromasi bahwa Tiongkok dan ASEAN
bersama-sama akan senasib sepenanggungan dalam mengatasi kesulitan bersama.”
Ia mengatakan, “wabah tak kenal perbatasan negara. Di hadapan virus,
mengjauhi tetangga tidak dapat melindungi diri sendiri, saling membantu
dan mendukung barulah langkah yang pantas. Pihak Tiongkok bersedia terus
meningkatkan kerja sama dan saling mendukung bertolak dari sikap
terbuka, transparan dan bertanggungjawab tinggi, bersama dengan berbagai
pihak terkait ASEAN memberikan kontribusi seperlunya kepada usaha
kesehatan publik regional maupun internasional.”
Jumpa pers rutin resmi dipulihkan di Blue Room. Jubir baru Kementerian
Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian tampil dan memimpin jumpa pers.
Potensi Pembangunan Tiongkok Semakin Dikembangkan, Ekonomi Dunia
Semakin Stabil
http://indonesian.cri.cn/20200225/5515c43f-782f-c338-5c04-a0f32e5a4d27.html
2020-02-25 10:58:34
Pemimpin Tertinggi Tiongkok Xi Jinping hari Minggu lalu (23/2)
menekankan, jika potensi besar dan dinamika pembangunan Tiongkok dapat
dikembangkan sepenuhnya, maka pasti dapat direalisasi target pembangunan
ekonomi dan sosial tahun ini. Xi Jinping menyatakan hal tersebut di
depan Sidang Pengaturan Penanggulangan Wabah COVID-19 serta Pembangunan
Ekonomi dan Sosial Tiongkok.
Penanggulangan wabah di Tiongkok kini sudah mencapai hasil nyata,
semakin banyak perusahaan sudah memulihkan produksi dalam rangka
mendorong pengembangan terus potensi dan dinamika pembangunan ekonomi.
Menurut statistik yang diumumkan pihak resmi Tiongkok kemarin (24/2),
tingkat pemulihan produksi perusahaan Tiongkok yang berskala semakin
meningkat, tingkat pemulihkan produksi pengolahan tanggapan darurat
bahan pangan nasional melampaui 70 persen, dan tingkat pemulihan
kapasitas produksi tambang batu bara mencapai 76 persen.
Kini, Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok merupakan 16 persen nilai
total dunia, dan tingkat kontribusi Tiongkok terhadap pertumbuhan
ekonomi dunia melampaui 30 persen. Tiongkok menyelaraskan penanggulangan
wabah dan pemulihan produks dan ini telah memperlihatkan tanggung jawab
Tiongkok kepada pertumbuhan ekonomi dunia dan kepentingan publik.
Perusahaan mulai bergerak, ekonomi baru dapat bergerak, dan rantai
produksi global baru dapat menjadi stabil.
Skala pasar dan ruang ekspansi kebutuhan yang sangat besar menjadi
beking kuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Sesudah wabahnya berakhir,
kebutuhan konsumsi terkait akan dikembangkan sepenuhnya dan akan
mendorong rebound cepat ekonomi. Tiongkok telah mengakumulasi keunggulan
teknologi dalam jangka panjang, 5G, AI, belanja online, kursus online
dan manufaktur cerdas akan cepat bertumbuh. Selain itu, penanggulangan
wabah kali ini juga telah mengungkapkan kelemahan Tiongkok di bidang
fasilitas kesehatan publik, pembangunan kemampuan tanggapan darurat dan
lain sebagainya, itulah justru potensi investasi dan ruang perkembangannya.
Kalangan ilmu ekonomi dunia secara umum berpendapat, dampak akibat wabah
adalah untuk sementara, situasi umum ekonomi Tiongkok yang membaik
dalam jangka panjang itu tidak akan berubah. Meninjau kembali masa
lalu, ekonomi Tiongkok justru berkembang dengan subur sesudah
berkali-kali mengatasi risiko dan kesulitan. kali ini juga tiada
pengecualian. Tiongkok berkeyakinan dan berkemampuan untuk mewujudkan
target pembangunan tahun ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.