Karena itu silakan AS langsung hantam RRC, atau sebaliknya RRC gebuk AS. 
Langsung. Tanpa perantara.
---;marthajan04@... wrote:


Betul. Cuma AS yg bisa diandalkan terhadap kesewenangan China ngambil laut yg 
bukan haknya. Tapi catat, jangan nanti bilang ngobok2 lagi. 
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

-------- Original message --------From: ajeg
 



Sengketa perairan di antara negara-negara pantai Asia-tenggara yang dibahas 
secara internal ASEAN rusak sejak bom Rangoon awal '80an. Peristiwa ini seolah 
menjadi pengumuman terbuka dimulainya percekcokan AS x RRC di Asia-tenggara -- 
saat itu melalui pion masing-masing yakni, 2 Korea.
Sikap Duterte ini bolehlah dianggap mewakili suara masyarakat ASEAN yang memang 
mustahil sendirian menghadapi nekolim mana pun.
--- jetaimemucho1@... wrote:


Jangan mau jadi umpan Amerika, kekuatan imperialis yang sedang sekarat, dan 
tolak jadi umpan Tiongkok, kekuatan imperialis yang sedang berkembang!!!!
    On Monday, March 9, 2020, 04:25:47 AM GMT+1, ajeg wrote:   



Nah, gitu dong santai, jadi bisa melihat masalah dengan tenang. Setidaknya ikut 
heran, kenapa RRC berkeras (ngotot, tidak rileks :) mengkhianati tandatangannya 
sendiri dalam konvensi hukum laut internasional (UNCLOS).
--- SADAR@... wrote:



Hehehee, ... selama ini saya selalu santai-santai saja! Dan, ... kalau bukan 
katak dalam tempurung, dan masih bernalar SEHAT, setiap orang tentu dengan 
MUDAH melihat dimana masalahnya, ...
 
Masalahnya bagaimana kita menyikapi berita yang berjudul "Presiden Duterte Tak 
Mau Filipina Jadi Umpan Amerika"? Kenapa yang ditangkap "Judul yang 
menyenangkan"??? BUKAN-kah begitulah SIKAP yang TEPAT terhadap negara manapun 
didunia ini! Jangan mau diadu maju kedepan bermusuhan dan melawan negara, lalu 
disuruh beli senjata yang muaahal! Elu mau berantem ya majulah sendiri didepan, 
..! 
 
 
Bahwa Duterte hanya saling dorong2an siapa didepan itu kan urusan lain, ... 
bisa saja ucapan begitu juga cuman minta "BANTUAN" AS lebih banyak, lu mau 
suruh gua didepan kasih gua keuntungan yg lebih besar, dong! Tapi, SIKAP TEGAS 
JANGAN JADI UMPAN AMERIKA, itulah yang juga harus menjadi sikap Indonesia, ...!
 
 

 
 On 9/3/2020 上午1:26, marthajan04 wrote:

 Jadi, siapa yg katak dalam tempurung? Katak kakek  atau katak nenek? 
  Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone  
  
   -------- Original message -------- From: ajeg       
    Semoga Chan bisa lebih santai supaya tidak asal comot berita usang.     
 
 ---;marthajan04@... wrote: 
       Chan sudah senang. Diartikannya Duterte bela China. Padahal Duterte sama 
Trump cuma dorong2an sapa yg berdiri di depan buat tameng.  
  
   Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone 
  -------- Original message --------    From: ajeg 
      
    Judul yang menyenangkan. Tapi tidak salah juga untuk membaca isinya.     
 
    
  Kutipan: 
  Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya membawa sendiri pesawat-pesawat 
tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak pertama yang melepaskan tembakan 
dan Filipina akan berada di belakang negara itu. 
  "Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan itu. Cina 
tidak seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut. Ini jelas melanggar 
hukum internasional dan faktanya Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif 
Filipina."  
  ---     
    
    
  Saya kira sampai tahun 2020 sekarang dst. sikap Duterte tetap sama. Sebab, 
memang seperti itulah umumnya sikap masyarakat ASEAN yang sejak terbentuknya 
dijadikan proksi nekolim. Sekalipun begitu hingga datangnya krisis moneter 
tahun 1996 ASEAN boleh berbangga sebagai kawasan damai.. 
     
     --- SADAR@... wrote: 
        
Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika Serikat
   Reporter:  
Non Koresponden
  Editor:  
Suci Sekarwati
  Rabu, 10 Juli 2019 09:23 WIB 
 
https://dunia.tempo.co/read/1222974/presiden-duterte-tak-mau-filipina-jadi-umpan-amerika-serikat
 
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: Reuters/asiaone.com
  
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuding Amerika Serikat 
telah menjadikan sekutu-sekutunya sebagai umpan untuk Beijing. Sindiran itu 
dilontarkan terkait sengketa Laut Cina Selatan antara Cina - Filipina.
 
"Kalau Washington ingin Filipina memerangi Cina, maka militer Amerika Serikat 
harus datang duluan dan lebih dulu melepaskan tembakan. Selalu ada momen 
Amerika Serika menekan kami, menyemangati kami, membuat kami menjadi umpan 
mereka. Menurut Anda masyarakat Filipina ini cacing tanah?, " kata Presiden 
Duterte, dalam sebuah pidatonya di Provinsi Leyte, Filipina, Jumat, 5 Juli 
2019, namun baru diketahui media dua hari kemudian.
 
Baca juga:Duterte Menolak Investigasi Internasional Soal Perang Narkoba
     
   ICYMI@ICYMIvideo     
If America shoots at #China first, President of the #Philippines 
#RodrigoDuterte says he will shoot next... so watch this space!   
..................#SouthChinaSea #Duterte #Trump #POTUS #WW3 #Philippines 
#China #war
         84  1:00 AM - Jul 9, 2019 Twitter Ads info and privacy   
   86 people are talking about this    
Baca juga:Rodrigo Duterte Mengaku Takut Karma dan Percaya Tuhan
 
Dikutip dari rt.com, Rabu, 10 Juli, Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya 
membawa sendiri pesawat-pesawat tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak 
pertama yang melepaskan tembakan dan Filipina akan berada di belakang negara 
itu. Manila saat ini merasa seperti sandwich setelah Amerika Serikat menuntut 
negara itu agar bersikap lebih tegas pada Beijing yang memperluas wilayah 
lautnya di Laut Cina Selatan, khususnya di pulau-pulau yang diklaim milik 
Filipina.
 
"Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan itu. Cina tidak 
seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut. Ini jelas melanggar hukum 
internasional dan faktanya Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif 
Filipina. Mereka (Amerika Serikat) membiarkan Cina melakukan pembangunan di 
sana. Semua persenjataan sudah ada disana, rudal pun sudah diisi," kata Duterte.
  
ADVERTISEMENT
  
Sebelumnya pada Juni lalu, sebuah perahu nelayan Filipina ditabrak oleh sebuah 
kapal asal Cina hingga tenggelam. Sebanyak 22 awak kapal dibiarkan berjuang 
sendiri menyelamatkan diri. Kejadian ini disebut militer Filipina sebagai 
tabrak lari di wilayah laut. Para awak kapal itu semuanya diselamatkan oleh 
sebuah kapal dari Vietnam.
 
Presiden Duterte menganggap insiden itu sebagai kecelakaan kecil di laut dan 
menyerukan agar militer Filipina menahan diri dari Beijing. Duterte menolak 
untuk memperburuk situasi karena dia menyadari pihakya tak akan pernah menang 
dalam pertempuran melawan Cina.
   
        
            
        
    
  
  
      

#yiv7606789591 -- #yiv7606789591ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-mkp #yiv7606789591hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mkp #yiv7606789591ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mkp .yiv7606789591ad 
{padding:0 0;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mkp .yiv7606789591ad p 
{margin:0;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mkp .yiv7606789591ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-sponsor 
#yiv7606789591ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-sponsor #yiv7606789591ygrp-lc #yiv7606789591hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-sponsor #yiv7606789591ygrp-lc .yiv7606789591ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7606789591 #yiv7606789591actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7606789591
 #yiv7606789591activity span {font-weight:700;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7606789591 #yiv7606789591activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7606789591 #yiv7606789591activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7606789591 #yiv7606789591activity span 
.yiv7606789591underline {text-decoration:underline;}#yiv7606789591 
.yiv7606789591attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7606789591 .yiv7606789591attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7606789591 .yiv7606789591attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7606789591 .yiv7606789591attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7606789591 .yiv7606789591attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7606789591 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7606789591 .yiv7606789591bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7606789591 
.yiv7606789591bold a {text-decoration:none;}#yiv7606789591 dd.yiv7606789591last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7606789591 dd.yiv7606789591last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7606789591 
dd.yiv7606789591last p span.yiv7606789591yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7606789591 div.yiv7606789591attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7606789591 div.yiv7606789591attach-table 
{width:400px;}#yiv7606789591 div.yiv7606789591file-title a, #yiv7606789591 
div.yiv7606789591file-title a:active, #yiv7606789591 
div.yiv7606789591file-title a:hover, #yiv7606789591 div.yiv7606789591file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7606789591 div.yiv7606789591photo-title a, 
#yiv7606789591 div.yiv7606789591photo-title a:active, #yiv7606789591 
div.yiv7606789591photo-title a:hover, #yiv7606789591 
div.yiv7606789591photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7606789591 
div#yiv7606789591ygrp-mlmsg #yiv7606789591ygrp-msg p a 
span.yiv7606789591yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7606789591 
.yiv7606789591green {color:#628c2a;}#yiv7606789591 .yiv7606789591MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7606789591 o {font-size:0;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591photos div {float:left;width:72px;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7606789591
 #yiv7606789591reco-category {font-size:77%;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591reco-desc {font-size:77%;}#yiv7606789591 .yiv7606789591replbq 
{margin:4px;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-mlmsg select, #yiv7606789591 input, #yiv7606789591 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-mlmsg pre, #yiv7606789591 code {font:115% 
monospace;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-mlmsg #yiv7606789591logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-msg 
p#yiv7606789591attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-reco #yiv7606789591reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-sponsor 
#yiv7606789591ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-sponsor #yiv7606789591ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-sponsor #yiv7606789591ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7606789591 #yiv7606789591ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7606789591 
#yiv7606789591ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7606789591   

Kirim email ke