Betul. Cuma AS yg bisa diandalkan terhadap kesewenangan China ngambil laut yg 
bukan haknya. Tapi catat, jangan nanti bilang ngobok2 lagi. Sent from my 
Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ajeg [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> Date: 3/9/20  6:33 AM  (GMT-08:00) To: 
[email protected] Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau 
Filipina Jadi Umpan 
 



  


    
      
      
      Sengketa perairan di antara negara-negara pantai Asia-tenggara yang 
dibahas secara internal ASEAN rusak sejak bom Rangoon awal '80an. Peristiwa ini 
seolah menjadi pengumuman terbuka dimulainya percekcokan AS x RRC di 
Asia-tenggara -- saat itu melalui pion masing-masing yakni, 2 Korea.Sikap 
Duterte ini bolehlah dianggap mewakili suara masyarakat ASEAN yang memang 
mustahil sendirian menghadapi nekolim mana pun.--- jetaimemucho1@... 
wrote:Jangan mau jadi umpan Amerika, kekuatan imperialis yang sedang sekarat, 
dan tolak jadi umpan Tiongkok, kekuatan imperialis yang sedang berkembang!!!!
        
        
            
                
                
                    On Monday, March 9, 2020, 04:25:47 AM GMT+1, ajeg wrote:
  


    
      
      
      Nah, gitu dong santai, jadi bisa melihat masalah dengan tenang. 
Setidaknya ikut heran, kenapa RRC berkeras (ngotot, tidak rileks :) 
mengkhianati tandatangannya sendiri dalam konvensi hukum laut internasional 
(UNCLOS).--- SADAR@... wrote:Hehehee, ... selama ini saya selalu
        santai-santai saja! Dan, ... kalau bukan katak dalam tempurung,
        dan masih bernalar SEHAT, setiap orang tentu dengan MUDAH
        melihat dimana masalahnya, ...
    Masalahnya bagaimana kita menyikapi
        berita yang berjudul "Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi
        Umpan Amerika"? Kenapa yang ditangkap "Judul yang
        menyenangkan"??? BUKAN-kah begitulah SIKAP yang TEPAT terhadap
        negara manapun didunia ini! Jangan mau diadu maju kedepan
        bermusuhan dan melawan negara, lalu disuruh beli senjata yang
        muaahal! Elu mau berantem ya majulah sendiri didepan, ..! 
      
    Bahwa Duterte hanya saling dorong2an
        siapa didepan itu kan urusan lain, ... bisa saja ucapan begitu
        juga cuman minta "BANTUAN" AS lebih banyak, lu mau suruh gua
        didepan kasih gua keuntungan yg lebih besar, dong! Tapi, SIKAP
        TEGAS JANGAN JADI UMPAN AMERIKA, itulah yang juga harus
        menjadi sikap Indonesia, ...!
      
    
    
    On 9/3/2020 上午1:26, marthajan04 wrote:
            Jadi, siapa yg katak dalam
                tempurung? Katak kakek  atau katak nenek?
            
            
              Sent
                from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
            
            
            
            
            
            
              -------- Original message --------
              From: ajeg 
            
             
            
              
                
                  
                    
                      
                        Semoga
                            Chan bisa lebih santai supaya tidak asal
                            comot berita usang. 
                      
                    
                  
                
                
                ---;marthajan04@... wrote:
                
                  
                    
                      
                        
                          
                            
                              Chan
                                  sudah senang. Diartikannya Duterte
                                  bela China.
                              Padahal Duterte sama Trump cuma
                                dorong2an sapa yg berdiri di depan buat
                                tameng. 
                              
                              
                              
                              
                              
                                Sent
                                  from my Verizon, Samsung Galaxy
                                  smartphone
                                
                                
                                --------
                                    Original message --------
                              
                              
                                
                                  From:
                                    ajeg 
                                
                                
                                  
                                    
                                      
                                        
                                          
                                            
                                              
                                                Judul
                                                    yang menyenangkan.
                                                    Tapi tidak salah
                                                    juga untuk membaca
                                                    isinya. 
                                              
                                            
                                          
                                        
                                        
                                          
                                            
                                              
                                                
                                                
                                                Kutipan:
                                                
                                                  
                                                Duterte
                                                    mengatakan Amerika
                                                    Serikat harusnya
                                                    membawa sendiri
                                                    pesawat-pesawat
                                                    tempurnya ke Laut
                                                    Cina Selatan,
                                                    menjadi pihak
                                                    pertama yang
                                                    melepaskan tembakan
                                                    dan Filipina akan
                                                    berada di belakang
                                                    negara itu.
                                                
                                                  
                                                "Silakan
                                                    perang, Anda ingin
                                                    masalah kan? Ok,
                                                    mari kita lakukan
                                                    itu. Cina tidak
                                                    seharusnya membangun
                                                    pulau-pulau buatan
                                                    di laut. Ini jelas
                                                    melanggar hukum
                                                    internasional dan
                                                    faktanya Cina
                                                    membangunnya di zona
                                                    ekonomi eksklusif
                                                    Filipina." 
                                                
                                                  
                                                --- 
                                              
                                            
                                          
                                        
                                      
                                      
                                        
                                          
                                            
                                              
                                                
                                                  
                                                    
                                                  Saya
                                                      kira sampai tahun
                                                      2020 sekarang dst.
                                                      sikap Duterte
                                                      tetap sama. Sebab,
                                                      memang seperti
                                                      itulah umumnya
                                                      sikap masyarakat
                                                      ASEAN yang sejak
                                                      terbentuknya
                                                      dijadikan proksi
                                                      nekolim. Sekalipun
                                                      begitu hingga
                                                      datangnya krisis
                                                      moneter tahun 1996
                                                      ASEAN boleh
                                                      berbangga sebagai
                                                      kawasan damai..
                                                  
                                                    
                                                
                                              
                                            
                                          
                                        
                                        
                                          
                                            
                                              ---
                                                  SADAR@... wrote:
                                                
                                                  
                                                    
                                                      
                                                        
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          Presiden
                                                          Duterte Tak
                                                          Mau Filipina
                                                          Jadi Umpan
                                                          Amerika
                                                          Serikat
                                                          
                                                          
                                                          Reporter: 
                                                          Non
                                                          Koresponden
                                                          
                                                          Editor: 
                                                          Suci
                                                          Sekarwati
                                                          
                                                          Rabu,
                                                          10 Juli 2019
                                                          09:23 WIB
                                                          
                                                          
https://dunia.tempo.co/read/1222974/presiden-duterte-tak-mau-filipina-jadi-umpan-amerika-serikat
                                                          Presiden Filipina, 
Rodrigo Duterte. Sumber:
                                                          Reuters/asiaone.com
                                                          
                                                          TEMPO.CO, Jakarta -
                                                          Presiden
                                                          Filipina Rodrigo
                                                          Duterte menuding
                                                          Amerika
                                                          Serikat telah
                                                          menjadikan
                                                          sekutu-sekutunya
                                                          sebagai umpan
                                                          untuk Beijing.
                                                          Sindiran itu
                                                          dilontarkan
                                                          terkait
                                                          sengketa Laut
                                                          Cina Selatan
                                                          antara Cina -
                                                          Filipina.
                                                          "Kalau
                                                          Washington
                                                          ingin Filipina
                                                          memerangi
                                                          Cina, maka
                                                          militer
                                                          Amerika
                                                          Serikat harus
                                                          datang duluan
                                                          dan lebih dulu
                                                          melepaskan
                                                          tembakan.
                                                          Selalu ada
                                                          momen Amerika
                                                          Serika menekan
                                                          kami,
                                                          menyemangati
                                                          kami, membuat
                                                          kami menjadi
                                                          umpan mereka.
                                                          Menurut Anda
                                                          masyarakat
                                                          Filipina ini
                                                          cacing tanah?,
                                                          " kata
                                                          Presiden
                                                          Duterte, dalam
                                                          sebuah
                                                          pidatonya di
                                                          Provinsi
                                                          Leyte,
                                                          Filipina,
                                                          Jumat, 5 Juli
                                                          2019, namun
                                                          baru diketahui
                                                          media dua hari
                                                          kemudian.
                                                          Baca
                                                          juga:Duterte
                                                          Menolak
                                                          Investigasi
                                                          Internasional
                                                          Soal Perang
                                                          Narkoba
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          ICYMI@ICYMIvideo
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          If America shoots at 
#China first, President of the #Philippines #RodrigoDuterte says he will shoot 
next... so watch this space!   
......
......
......#SouthChinaSea #Duterte #Trump #POTUS #WW3 #Philippines #China #war
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          84
                                                           1:00 AM - Jul 9, 2019
                                                          Twitter
                                                          Ads info and
                                                          privacy
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          86 people are talking
                                                          about this
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          Baca
                                                          juga:Rodrigo
                                                          Duterte
                                                          Mengaku Takut
                                                          Karma dan
                                                          Percaya Tuhan
                                                          Dikutip
                                                          dari rt.com,
                                                          Rabu, 10 Juli,
                                                          Duterte
                                                          mengatakan
                                                          Amerika
                                                          Serikat
                                                          harusnya
                                                          membawa
                                                          sendiri
                                                          pesawat-pesawat
                                                          tempurnya ke
                                                          Laut Cina
                                                          Selatan,
                                                          menjadi pihak
                                                          pertama yang
                                                          melepaskan
                                                          tembakan dan
                                                          Filipina akan
                                                          berada di
                                                          belakang
                                                          negara itu.
                                                          Manila saat
                                                          ini merasa
                                                          seperti
                                                          sandwich
                                                          setelah
                                                          Amerika
                                                          Serikat
                                                          menuntut
                                                          negara itu
                                                          agar bersikap
                                                          lebih tegas
                                                          pada Beijing
                                                          yang
                                                          memperluas
                                                          wilayah
                                                          lautnya di
                                                          Laut Cina
                                                          Selatan,
                                                          khususnya di
                                                          pulau-pulau
                                                          yang diklaim
                                                          milik
                                                          Filipina.
                                                          "Silakan
                                                          perang, Anda
                                                          ingin masalah
                                                          kan? Ok, mari
                                                          kita lakukan
                                                          itu. Cina
                                                          tidak
                                                          seharusnya
                                                          membangun
                                                          pulau-pulau
                                                          buatan di
                                                          laut. Ini
                                                          jelas
                                                          melanggar
                                                          hukum
                                                          internasional
                                                          dan faktanya
                                                          Cina
                                                          membangunnya
                                                          di zona
                                                          ekonomi
                                                          eksklusif
                                                          Filipina.
                                                          Mereka
                                                          (Amerika
                                                          Serikat)
                                                          membiarkan
                                                          Cina melakukan
                                                          pembangunan di
                                                          sana. Semua
                                                          persenjataan
                                                          sudah ada
                                                          disana, rudal
                                                          pun sudah
                                                          diisi," kata
                                                          Duterte.
                                                          
                                                          ADVERTISEMENT
                                                          
                                                          Sebelumnya
                                                          pada Juni
                                                          lalu, sebuah
                                                          perahu nelayan
                                                          Filipina
                                                          ditabrak oleh
                                                          sebuah kapal
                                                          asal Cina
                                                          hingga
                                                          tenggelam.
                                                          Sebanyak 22
                                                          awak kapal
                                                          dibiarkan
                                                          berjuang
                                                          sendiri
                                                          menyelamatkan
                                                          diri. Kejadian
                                                          ini disebut
                                                          militer
                                                          Filipina
                                                          sebagai tabrak
                                                          lari di
                                                          wilayah laut.
                                                          Para awak
                                                          kapal itu
                                                          semuanya
                                                          diselamatkan
                                                          oleh sebuah
                                                          kapal dari
                                                          Vietnam.
                                                          Presiden Duterte 
menganggap
                                                          insiden itu
                                                          sebagai
                                                          kecelakaan
                                                          kecil di laut
                                                          dan menyerukan
                                                          agar militer
                                                          Filipina
                                                          menahan diri
                                                          dari Beijing.
                                                          Duterte
                                                          menolak untuk
                                                          memperburuk
                                                          situasi karena
                                                          dia menyadari
                                                          pihakya tak
                                                          akan pernah
                                                          menang dalam
                                                          pertempuran
                                                          melawan Cina.
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                          
                                                        
                                                      
                                                    
                                                  
                                                
                                              
                                            
                                          
                                        
                                      
                                    
                                  
                                
                              
                            
                            
                              
                              
                            
                          
                        
                      
                    
                  
                
              
            
          
          
      
      
      
      
    
  



    
     

    
    


  

    
     

    
    



            
        

    
     

    
    


  

    
     

    
    


Kirim email ke