Obat apa yg ditemukan?

Obat bunuh coronavirus?

Sudah gila ya bung koq virus bisa dibunuh?

 

Koq sampai sekarang virus flu masih ada dan bunuh ribuan orang dinegara bung 
setiap tahun?

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Wednesday, March 11, 2020 1:15 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan

 

  

Lah itu obat sudah ditemukan di lab san diego, america dibaca ga? 

Dasar wong tua pikun. Sudah ya, saya ga mau ladeni lagi. Kaya wong langka gawe 
saja. Ngeyel terus 

 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]" 
<[email protected] <mailto:[email protected]> > 

Date: 3/10/20 9:07 PM (GMT-08:00) 

To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04 
<[email protected] <mailto:[email protected]> > 

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

  

Ooouh, kasihan si nenek TIDAK berhasil membela kebijakan Trump yang KEJAAAM 
itu, dan bantah argumentasi saya! Aaayooo, coba bantah apa yang saya ajukan, 
dimana tidak nyimak, jangan lari, ya! Hehehee, ...

Bukankah kebijakan Trump itu keluar karena TAKUT berdampak terpuruknya ekonomi 
AS dan akibatkan suara pilpres 2020 yad. bisa KALAH!

 

On 11/3/2020 上午8:48, marthajan04 [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] wrote:

  

Si kakek ga nyimak apa yg saya omongi. Cape ah 

 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]"  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/10/20 5:23 PM (GMT-08:00) 

To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

  

Nenek yang satu ini betul2 berhati-hitaaam, KEJAAAAM banget! Dan, ... jelas 
BUKAN PIKUUUN!

Dimanapun dan kapapun kita akan menghadapi keluarga atau sahabat yang jatuh 
sakiiiit, karena ditangan tidak ada obat, lalu dibiarkan saja menggeletak dan 
disuruh sembuh sendiri? TIDAK ada usaha untuk mencoba gunakan obat-obatan dasar 
yang umum digunakan untuk mengobatinya, katakanlah Panadol untuk nurunkan panas 
atau Norit untuk mencret, ... misalnya. Atau pemikiran Trump ini keluarkan dana 
besar untuk selidiki dan bikin dulu obat khusus yang ngobati sakit baru itu, 
... 

Sebaliknya Tiongkok bersikap berusaha keras merawat baik-baik warganya yang 
sakit! Dengan kecepatan tinggi membangun RS-darurat menampung pasien yang 
bludag tidak ada ranjang di RS lagi! Mengubah Gedung Olahraga Wuhan, aula, 
ruang klas sekolah juga digunakan menjadi RS-darurat, bangun 2 RS HuoSen Shan 
dan Lei Shen Shan untuk menampung pasien-pasien lebih dahulu! Jangan biarkan 
pasien menular itu berkeliaran ditengah masyarakat! Lalu, pengobatannya? Yaaa, 
mencoba gunakan obat-obatan yang biasa digunakan bahkan gunakan herbal, 
obat-tradisional Tiongkok! Dan, ... bukankah kenyataan selama 3 bulanan ini 
Tiongkok berhasil menyembuhkan lebih 50 ribu pasien Covid-19 itu!!! Sebaliknya 
AS menghadapi wabah flu saja selama 6 bulanan terakhir ini 14 ribu yang mati! 
Sedang obat yang dibuat pun BELUM muncul-muncul, ...! Masih juga berteriak 
menyalahkan model Tiongkok mengatasi Covid-19! Dasar berhati-HITAM kejaaamnya 
gak ketulungan, ...!!!

 

 

On 10/3/2020 下午10:47, marthajan04 [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] wrote:

 

  

Ngobati orang tanpa obat, aduh gimana cara mikire kong? Kongco wis pikun ya? 

Mau sambil menyelam minum air asal sembuh apa keberatannya? 

Disini orang ga punya duit dikasih pemerintah buat dibayari. 

Di rumah sakit pemerintah saya liat di atas jendela kasir dikasih tulisan: 
harus ditolong dulu. Ga boleh ditanyain punya duit apa ga.

Jalan2 ke US biar ga di dalam batok kelapa saja.

 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]"  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/10/20 5:06 AM (GMT-08:00) 

To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

  

Inipula salah satu perbedaan cara berpikir antara AS negara kapitalis yang 
lebih mendahulukan kepentingan keuntungan bagi KAPITALIS, pabrik vaksin, sedang 
Tiongkok negara sosialis lebih dahulu utamakan kesehatan dan keselamatan jiwa 
rakyatnya!

AS lebih dahulu gelontorkan duit untuk menghasilkan vaksin dan bisa untungkan 
pabrik obat, sedang RRT lebih dahulu obati dan selamatkan warga dari wabah 
Covid-19, tentu dengan segala pengorbanan ekonomi yang harus diderita! Kita 
lihat saja bagaimana HASIL nya nyata yang terjadi dari 2 pemikiran begitu, ... 
mudah2an saja rakyat Amerika yang sudah 14 ribu meninggal dengan label wabah 
flu tidak bertambah meroket dengan diketahuinya Covid-19 yg sedang merebak 
didunia, ...

 

On 10/3/2020 上午10:52, marthajan04 [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] wrote:

  

San Diego lab discovers COVID-19 vaccine in 3 hours


Inovio Pharmaceuticals created a vaccine that is going through pre-clinical 
trials.

CORONAVIRUS

Author:Neda Iranpour (Reporter)

Published:11:17 PM PST February 11, 2020

Updated:7:22 AM PST February 14, 2020

SAN DIEGO — In a race against the clock, a San Diego lab is scrambling to get a 
COVID-19 vaccine out and on the market. As the days go by, Inovio 
Pharmaceuticals is getting closer to releasing the desperately needed vaccine 
against the deadly virus. 

Inovio Pharmaceuticals, which is located in Sorrento Valley, has also created a 
vaccine for the Zika virus, the Middle East Respiratory Syndrome (MERS), and 
the vaccine for Ebola. 
RELATED: CDC cites label error in mixup involving San Diego COVID-19 patient
Dr. Trevor Smith, who is the director of research and development at Inovio, 
said, "It's something we are trained to do, and the infrastructure is here and 
the expertise is in house."
When Chinese scientists released the genetic sequence on Jan. 9, Inovio 
researchers got to work immediately and within 3 hours they had a vaccine for 
coronavirus, or COVID-19 as it is now being referred to. 
"We have an algorithm which we designed, and we put the DNA sequence into our 
algorithm and came up with the vaccine in that short amount of time," said Dr. 
Smith. 
Tens of thousands in China have been quarantined and continue to suffer from 
the virus. That’s why scientists at Inovio Pharmaceuticals say they feel the 
sense of urgency to get the vaccine out.  
The vaccine has been tested on mice and guinea pigs. It will next be tried on a 
group of human patients. 
Scientists hope the vaccine will work like a piece of biological software. In 
other words, the vaccine will give the human body instructions to create the 
proper attack in the form of T-cells and antibodies against COVID-19. 
If all goes as planned, clinical trials in humans could begin by early this 
summer, but they will still need FDA approval. 
Currently, an Inovio Pharmaceuticals lead researcher is in Sweden meeting with 
the World Health Organization to come up with the best plan of attack against 
COVID-19. 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]"  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/9/20 7:29 PM (GMT-08:00) 

To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

  

Gak bisa dibuka, ... harus bayar dulu baru dikasih baca! Hehehee, ...

Coba diceritain aja dan mau ngomong dan buktikan apa, ...?

 

On 10/3/2020 上午10:15, marthajan04 [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] wrote:

  

 

 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: marthajan04  <mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/9/20 7:11 PM (GMT-08:00) 

To: ChanCT  <mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

Eleh eleh nih si engkong. Baca nih 

 

https://flipboard.com/article/https%3A%2F%2Fwww.cbs8.com%2Farticle%2Fnews%2Fhealth%2Fcoronavirus%2Fcoronavirus-vaccine-san-diego%2F509-e18e37f6-347c-4b08-ad33-910968abb04f
 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: ChanCT  <mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/9/20 7:01 PM (GMT-08:00) 

To: marthajan04  <mailto:[email protected]> <[email protected]>, 
GELORA_In  <mailto:[email protected]> <[email protected]>, 
Tatiana Lukman  <mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

Yang JAHAT sama rakyatnya sendiri itu pemerintah TRUMP! Wabah Covid-19 yang 
merebak, masih saja ditutup-tutupi itu hanya flu biasa dan dibiarkan juga bisa 
sembuh sendiri, TIDAK PERLU obat! Padahal sejak Sept. 2019 yl. yang mati sudah 
lebih 14 ribu orang! Dianggap flu biasa, ...? 

Pertanyaannya, kenapa flu biasa bisa mematikan begitu banyak orang? Begitu 
BODOH dan TERBELAKANG pengobatan di AS, menghadapi wabah flu biasa yang 
diderita selama ini sudah ada obatnya kenapa BEGITU BANYAK orang mati, RAKYAT 
Amerika sudah pada menderita kelaparan sehingga imunitas dan daya tahan tubuhn 
sangat LEMAH??? Ooouh, itu orang-orang gelandangan yang mati, ... biarkan saja! 
Kenapa pemerintah TRUMP tetap diam-diam saja, Tidak buat penelitian Dimana 
SALAHnya? Sunggguh KEJAAAAAM terhadap RAKYATnya sendiri!!!

Yang diributin darimana dan pengeluaran dana melakukan test Covid-19 dibutuhkan 
puluhan juta dollar! Padahal selama ini sudah HABISKAN lebih 3 T bikin perang 
disana-sini, membuat rakyat negara lain menderita!!! Rakyatnya sendiri juga 
dibiarkan mati dengan sendirinya kena flu saja!!! Suuuunguuuuh, pemerinta AS 
KEJAAAAAAM terhadap RAKYAT sendiri dan RAKYAT sedunia!!!!! Begitulah tipikal 
WATAK Imperialisme!

Sebaliknya dengan pemerintah RRT, yang dituduh REMO, sudah menjadi imperialis 
ternyata begitu SIGAP dan CEPAT menutup kota Wuhan tanpa peduli berapa kerugian 
ekonomi yang harus diderita, dalam 3 bulan berhasil mengendalikan wabah virus 
Corona yg dahsyat itu, sekalipun totol 80904 orang yang terpapar, yang 
meninggal 3123 orang, sedang yang SEMBUH sudah lebih dari 58600 orang, ...

 

On 10/3/2020 上午8:32, marthajan04 wrote:

 

Eh amerika jahat sama orang luar tapi china jahat sama rakyatnya sendiri. Mana 
yg lebih iblis? 

 

 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: ChanCT  <mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/9/20 5:05 PM (GMT-08:00) 

To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04  
<mailto:[email protected]> <[email protected]>, [email protected] 
<mailto:[email protected]>  

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

Karena AS GAK BERANI langsung hantam RRT lagi! Bukankah sudah 2 X keok 
berhadapan langsung dengan TPRT, ...! Jadi, sekarang gunakan negara-negara yang 
masih mau jadi antek-anteknya bikin gaduh maju didepan melawan RRT, biar mereka 
beli senjata-senjata kedaluarsa dan bermasalah pada AS, ... TETAP dapat duit 
yang meenggiurkan! 

Begitulah jahatnya imperialisme AS! Sungguh BODOH kalau selama puluhan tahun 
masih juga mau jadi umpan AS! 

 

On 10/3/2020 上午12:40, marthajan04 [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] wrote:

  

Ngapain buang duit kalo ga dapat apa2.

 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: "ajeg [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]"  
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 

Date: 3/9/20 9:22 AM (GMT-08:00) 

To: [email protected] <mailto:[email protected]>  

Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan 

 

  

Karena itu silakan AS langsung hantam RRC, atau sebaliknya RRC gebuk AS. 
Langsung. Tanpa perantara.





---;marthajan04@... wrote:

Betul. Cuma AS yg bisa diandalkan terhadap kesewenangan China ngambil laut yg 
bukan haknya. Tapi catat, jangan nanti bilang ngobok2 lagi. 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: ajeg

 

Sengketa perairan di antara negara-negara pantai Asia-tenggara yang dibahas 
secara internal ASEAN rusak sejak bom Rangoon awal '80an. Peristiwa ini seolah 
menjadi pengumuman terbuka dimulainya percekcokan AS x RRC di Asia-tenggara -- 
saat itu melalui pion masing-masing yakni, 2 Korea.

 

Sikap Duterte ini bolehlah dianggap mewakili suara masyarakat ASEAN yang memang 
mustahil sendirian menghadapi nekolim mana pun.





--- jetaimemucho1@... wrote:

Jangan mau jadi umpan Amerika, kekuatan imperialis yang sedang sekarat, dan 
tolak jadi umpan Tiongkok, kekuatan imperialis yang sedang berkembang!!!!

 

On Monday, March 9, 2020, 04:25:47 AM GMT+1, ajeg wrote:

Nah, gitu dong santai, jadi bisa melihat masalah dengan tenang. Setidaknya ikut 
heran, kenapa RRC berkeras (ngotot, tidak rileks :) mengkhianati tandatangannya 
sendiri dalam konvensi hukum laut internasional (UNCLOS).





--- SADAR@... wrote:

Hehehee, ... selama ini saya selalu santai-santai saja! Dan, ... kalau bukan 
katak dalam tempurung, dan masih bernalar SEHAT, setiap orang tentu dengan 
MUDAH melihat dimana masalahnya, ...

Masalahnya bagaimana kita menyikapi berita yang berjudul "Presiden Duterte Tak 
Mau Filipina Jadi Umpan Amerika"? Kenapa yang ditangkap "Judul yang 
menyenangkan"??? BUKAN-kah begitulah SIKAP yang TEPAT terhadap negara manapun 
didunia ini! Jangan mau diadu maju kedepan bermusuhan dan melawan negara, lalu 
disuruh beli senjata yang muaahal! Elu mau berantem ya majulah sendiri didepan, 
..! 

Bahwa Duterte hanya saling dorong2an siapa didepan itu kan urusan lain, ... 
bisa saja ucapan begitu juga cuman minta "BANTUAN" AS lebih banyak, lu mau 
suruh gua didepan kasih gua keuntungan yg lebih besar, dong! Tapi, SIKAP TEGAS 
JANGAN JADI UMPAN AMERIKA, itulah yang juga harus menjadi sikap Indonesia, ...!

 

On 9/3/2020 上午1:26, marthajan04 wrote:

 

Jadi, siapa yg katak dalam tempurung? Katak kakek  atau katak nenek?

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

 

-------- Original message --------

From: ajeg 

  

Semoga Chan bisa lebih santai supaya tidak asal comot berita usang. 


---;marthajan04@... wrote: 

Chan sudah senang. Diartikannya Duterte bela China.

Padahal Duterte sama Trump cuma dorong2an sapa yg berdiri di depan buat tameng. 

 

 

Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

 

-------- Original message --------

From: ajeg 

 

Judul yang menyenangkan. Tapi tidak salah juga untuk membaca isinya. 

 

Kutipan:





Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya membawa sendiri pesawat-pesawat 
tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak pertama yang melepaskan tembakan 
dan Filipina akan berada di belakang negara itu.





"Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan itu. Cina tidak 
seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut. Ini jelas melanggar hukum 
internasional dan faktanya Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif 
Filipina." 

 

--- 

 

Saya kira sampai tahun 2020 sekarang dst. sikap Duterte tetap sama. Sebab, 
memang seperti itulah umumnya sikap masyarakat ASEAN yang sejak terbentuknya 
dijadikan proksi nekolim. Sekalipun begitu hingga datangnya krisis moneter 
tahun 1996 ASEAN boleh berbangga sebagai kawasan damai..





--- SADAR@... wrote: 


Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika Serikat


Reporter:  


Non Koresponden


Editor:  


Suci Sekarwati


Rabu, 10 Juli 2019 09:23 WIB


https://dunia.tempo.co/read/1222974/presiden-duterte-tak-mau-filipina-jadi-umpan-amerika-serikat

  <https://statik.tempo.co/data/2019/04/02/id_831219/831219_720.jpg> Presiden 
Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: Reuters/asiaone.com

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina  
<https://www.tempo.co/tag/rodrigo-duterte> Rodrigo Duterte menuding Amerika 
Serikat telah menjadikan sekutu-sekutunya sebagai umpan untuk Beijing. Sindiran 
itu dilontarkan terkait sengketa Laut Cina Selatan antara Cina - Filipina.

"Kalau Washington ingin Filipina memerangi Cina, maka militer Amerika Serikat 
harus datang duluan dan lebih dulu melepaskan tembakan. Selalu ada momen 
Amerika Serika menekan kami, menyemangati kami, membuat kami menjadi umpan 
mereka. Menurut Anda masyarakat Filipina ini cacing tanah?, " kata Presiden 
Duterte, dalam sebuah pidatonya di Provinsi Leyte, Filipina, Jumat, 5 Juli 
2019, namun baru diketahui media dua hari kemudian.

Baca juga: 
<https://dunia.tempo.co/read/1213112/duterte-menolak-investigasi-internasional-soal-perang-narkoba>
 Duterte Menolak Investigasi Internasional Soal Perang Narkoba

 <https://twitter.com/ICYMIvideo> 

 <https://twitter.com/ICYMIvideo> 

ICYMI <https://twitter.com/ICYMIvideo> @ICYMIvideo

 

If America shoots at  <https://twitter.com/hashtag/China?src=hash> #China 
first, President of the  <https://twitter.com/hashtag/Philippines?src=hash> 
#Philippines  <https://twitter.com/hashtag/RodrigoDuterte?src=hash> 
#RodrigoDuterte says he will shoot next... so watch this space!   
<https://abs.twimg.com/emoji/v2/72x72/1f1fa-1f1f8.png>   
<https://abs.twimg.com/emoji/v2/72x72/1f1e8-1f1f3.png>   
<https://abs.twimg.com/emoji/v2/72x72/1f1f5-1f1ed.png> ....... ....... ....... 
<https://twitter.com/hashtag/SouthChinaSea?src=hash> #SouthChinaSea  
<https://twitter.com/hashtag/Duterte?src=hash> #Duterte  
<https://twitter.com/hashtag/Trump?src=hash> #Trump  
<https://twitter.com/hashtag/POTUS?src=hash> #POTUS  
<https://twitter.com/hashtag/WW3?src=hash> #WW3  
<https://twitter.com/hashtag/Philippines?src=hash> #Philippines  
<https://twitter.com/hashtag/China?src=hash> #China  
<https://twitter.com/hashtag/war?src=hash> #war

 <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> 

 <https://twitter.com/intent/like?tweet_id=1148275556686843904> 84

1:00 AM - Jul 9, 2019 
<https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> 

 <https://support.twitter.com/articles/20175256> Twitter Ads info and privacy

 <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> 

 <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> 86 people are 
talking about this

 

Baca juga: 
<https://dunia.tempo.co/read/1197004/rodrigo-duterte-mengaku-takut-karma-dan-percaya-tuhan>
 Rodrigo Duterte Mengaku Takut Karma dan Percaya Tuhan

Dikutip dari rt.com, Rabu, 10 Juli, Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya 
membawa sendiri pesawat-pesawat tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak 
pertama yang melepaskan tembakan dan Filipina akan berada di belakang negara 
itu. Manila saat ini merasa seperti sandwich setelah Amerika Serikat menuntut 
negara itu agar bersikap lebih tegas pada Beijing yang memperluas wilayah 
lautnya di Laut Cina Selatan, khususnya di pulau-pulau yang diklaim milik 
Filipina.

"Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan itu. Cina tidak 
seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut. Ini jelas melanggar hukum 
internasional dan faktanya Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif 
Filipina. Mereka (Amerika Serikat) membiarkan Cina melakukan pembangunan di 
sana. Semua persenjataan sudah ada disana, rudal pun sudah diisi," kata Duterte.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya pada Juni lalu, sebuah perahu nelayan Filipina ditabrak oleh sebuah 
kapal asal Cina hingga tenggelam. Sebanyak 22 awak kapal dibiarkan berjuang 
sendiri menyelamatkan diri. Kejadian ini disebut militer Filipina sebagai 
tabrak lari di wilayah laut. Para awak kapal itu semuanya diselamatkan oleh 
sebuah kapal dari Vietnam.

Presiden  <https://www.tempo.co/tag/rodrigo-duterte> Duterte menganggap insiden 
itu sebagai kecelakaan kecil di laut dan menyerukan agar militer Filipina 
menahan diri dari Beijing. Duterte menolak untuk memperburuk situasi karena dia 
menyadari pihakya tak akan pernah menang dalam pertempuran melawan Cina.

 

 

 

 



Kirim email ke