Obat apa yg ditemukan? Obat bunuh coronavirus?
Sudah gila ya bung koq virus bisa dibunuh? Koq sampai sekarang virus flu masih ada dan bunuh ribuan orang dinegara bung setiap tahun? Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Wednesday, March 11, 2020 1:15 AM To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Lah itu obat sudah ditemukan di lab san diego, america dibaca ga? Dasar wong tua pikun. Sudah ya, saya ga mau ladeni lagi. Kaya wong langka gawe saja. Ngeyel terus Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]" <[email protected] <mailto:[email protected]> > Date: 3/10/20 9:07 PM (GMT-08:00) To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04 <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Ooouh, kasihan si nenek TIDAK berhasil membela kebijakan Trump yang KEJAAAM itu, dan bantah argumentasi saya! Aaayooo, coba bantah apa yang saya ajukan, dimana tidak nyimak, jangan lari, ya! Hehehee, ... Bukankah kebijakan Trump itu keluar karena TAKUT berdampak terpuruknya ekonomi AS dan akibatkan suara pilpres 2020 yad. bisa KALAH! On 11/3/2020 上午8:48, marthajan04 [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote: Si kakek ga nyimak apa yg saya omongi. Cape ah Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]" <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/10/20 5:23 PM (GMT-08:00) To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04 <mailto:[email protected]> <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Nenek yang satu ini betul2 berhati-hitaaam, KEJAAAAM banget! Dan, ... jelas BUKAN PIKUUUN! Dimanapun dan kapapun kita akan menghadapi keluarga atau sahabat yang jatuh sakiiiit, karena ditangan tidak ada obat, lalu dibiarkan saja menggeletak dan disuruh sembuh sendiri? TIDAK ada usaha untuk mencoba gunakan obat-obatan dasar yang umum digunakan untuk mengobatinya, katakanlah Panadol untuk nurunkan panas atau Norit untuk mencret, ... misalnya. Atau pemikiran Trump ini keluarkan dana besar untuk selidiki dan bikin dulu obat khusus yang ngobati sakit baru itu, ... Sebaliknya Tiongkok bersikap berusaha keras merawat baik-baik warganya yang sakit! Dengan kecepatan tinggi membangun RS-darurat menampung pasien yang bludag tidak ada ranjang di RS lagi! Mengubah Gedung Olahraga Wuhan, aula, ruang klas sekolah juga digunakan menjadi RS-darurat, bangun 2 RS HuoSen Shan dan Lei Shen Shan untuk menampung pasien-pasien lebih dahulu! Jangan biarkan pasien menular itu berkeliaran ditengah masyarakat! Lalu, pengobatannya? Yaaa, mencoba gunakan obat-obatan yang biasa digunakan bahkan gunakan herbal, obat-tradisional Tiongkok! Dan, ... bukankah kenyataan selama 3 bulanan ini Tiongkok berhasil menyembuhkan lebih 50 ribu pasien Covid-19 itu!!! Sebaliknya AS menghadapi wabah flu saja selama 6 bulanan terakhir ini 14 ribu yang mati! Sedang obat yang dibuat pun BELUM muncul-muncul, ...! Masih juga berteriak menyalahkan model Tiongkok mengatasi Covid-19! Dasar berhati-HITAM kejaaamnya gak ketulungan, ...!!! On 10/3/2020 下午10:47, marthajan04 [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote: Ngobati orang tanpa obat, aduh gimana cara mikire kong? Kongco wis pikun ya? Mau sambil menyelam minum air asal sembuh apa keberatannya? Disini orang ga punya duit dikasih pemerintah buat dibayari. Di rumah sakit pemerintah saya liat di atas jendela kasir dikasih tulisan: harus ditolong dulu. Ga boleh ditanyain punya duit apa ga. Jalan2 ke US biar ga di dalam batok kelapa saja. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]" <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/10/20 5:06 AM (GMT-08:00) To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04 <mailto:[email protected]> <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Inipula salah satu perbedaan cara berpikir antara AS negara kapitalis yang lebih mendahulukan kepentingan keuntungan bagi KAPITALIS, pabrik vaksin, sedang Tiongkok negara sosialis lebih dahulu utamakan kesehatan dan keselamatan jiwa rakyatnya! AS lebih dahulu gelontorkan duit untuk menghasilkan vaksin dan bisa untungkan pabrik obat, sedang RRT lebih dahulu obati dan selamatkan warga dari wabah Covid-19, tentu dengan segala pengorbanan ekonomi yang harus diderita! Kita lihat saja bagaimana HASIL nya nyata yang terjadi dari 2 pemikiran begitu, ... mudah2an saja rakyat Amerika yang sudah 14 ribu meninggal dengan label wabah flu tidak bertambah meroket dengan diketahuinya Covid-19 yg sedang merebak didunia, ... On 10/3/2020 上午10:52, marthajan04 [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote: San Diego lab discovers COVID-19 vaccine in 3 hours Inovio Pharmaceuticals created a vaccine that is going through pre-clinical trials. CORONAVIRUS Author:Neda Iranpour (Reporter) Published:11:17 PM PST February 11, 2020 Updated:7:22 AM PST February 14, 2020 SAN DIEGO — In a race against the clock, a San Diego lab is scrambling to get a COVID-19 vaccine out and on the market. As the days go by, Inovio Pharmaceuticals is getting closer to releasing the desperately needed vaccine against the deadly virus. Inovio Pharmaceuticals, which is located in Sorrento Valley, has also created a vaccine for the Zika virus, the Middle East Respiratory Syndrome (MERS), and the vaccine for Ebola. RELATED: CDC cites label error in mixup involving San Diego COVID-19 patient Dr. Trevor Smith, who is the director of research and development at Inovio, said, "It's something we are trained to do, and the infrastructure is here and the expertise is in house." When Chinese scientists released the genetic sequence on Jan. 9, Inovio researchers got to work immediately and within 3 hours they had a vaccine for coronavirus, or COVID-19 as it is now being referred to. "We have an algorithm which we designed, and we put the DNA sequence into our algorithm and came up with the vaccine in that short amount of time," said Dr. Smith. Tens of thousands in China have been quarantined and continue to suffer from the virus. That’s why scientists at Inovio Pharmaceuticals say they feel the sense of urgency to get the vaccine out. The vaccine has been tested on mice and guinea pigs. It will next be tried on a group of human patients. Scientists hope the vaccine will work like a piece of biological software. In other words, the vaccine will give the human body instructions to create the proper attack in the form of T-cells and antibodies against COVID-19. If all goes as planned, clinical trials in humans could begin by early this summer, but they will still need FDA approval. Currently, an Inovio Pharmaceuticals lead researcher is in Sweden meeting with the World Health Organization to come up with the best plan of attack against COVID-19. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]" <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/9/20 7:29 PM (GMT-08:00) To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04 <mailto:[email protected]> <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Gak bisa dibuka, ... harus bayar dulu baru dikasih baca! Hehehee, ... Coba diceritain aja dan mau ngomong dan buktikan apa, ...? On 10/3/2020 上午10:15, marthajan04 [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote: Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: marthajan04 <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/9/20 7:11 PM (GMT-08:00) To: ChanCT <mailto:[email protected]> <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Eleh eleh nih si engkong. Baca nih https://flipboard.com/article/https%3A%2F%2Fwww.cbs8.com%2Farticle%2Fnews%2Fhealth%2Fcoronavirus%2Fcoronavirus-vaccine-san-diego%2F509-e18e37f6-347c-4b08-ad33-910968abb04f Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: ChanCT <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/9/20 7:01 PM (GMT-08:00) To: marthajan04 <mailto:[email protected]> <[email protected]>, GELORA_In <mailto:[email protected]> <[email protected]>, Tatiana Lukman <mailto:[email protected]> <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Yang JAHAT sama rakyatnya sendiri itu pemerintah TRUMP! Wabah Covid-19 yang merebak, masih saja ditutup-tutupi itu hanya flu biasa dan dibiarkan juga bisa sembuh sendiri, TIDAK PERLU obat! Padahal sejak Sept. 2019 yl. yang mati sudah lebih 14 ribu orang! Dianggap flu biasa, ...? Pertanyaannya, kenapa flu biasa bisa mematikan begitu banyak orang? Begitu BODOH dan TERBELAKANG pengobatan di AS, menghadapi wabah flu biasa yang diderita selama ini sudah ada obatnya kenapa BEGITU BANYAK orang mati, RAKYAT Amerika sudah pada menderita kelaparan sehingga imunitas dan daya tahan tubuhn sangat LEMAH??? Ooouh, itu orang-orang gelandangan yang mati, ... biarkan saja! Kenapa pemerintah TRUMP tetap diam-diam saja, Tidak buat penelitian Dimana SALAHnya? Sunggguh KEJAAAAAM terhadap RAKYATnya sendiri!!! Yang diributin darimana dan pengeluaran dana melakukan test Covid-19 dibutuhkan puluhan juta dollar! Padahal selama ini sudah HABISKAN lebih 3 T bikin perang disana-sini, membuat rakyat negara lain menderita!!! Rakyatnya sendiri juga dibiarkan mati dengan sendirinya kena flu saja!!! Suuuunguuuuh, pemerinta AS KEJAAAAAAM terhadap RAKYAT sendiri dan RAKYAT sedunia!!!!! Begitulah tipikal WATAK Imperialisme! Sebaliknya dengan pemerintah RRT, yang dituduh REMO, sudah menjadi imperialis ternyata begitu SIGAP dan CEPAT menutup kota Wuhan tanpa peduli berapa kerugian ekonomi yang harus diderita, dalam 3 bulan berhasil mengendalikan wabah virus Corona yg dahsyat itu, sekalipun totol 80904 orang yang terpapar, yang meninggal 3123 orang, sedang yang SEMBUH sudah lebih dari 58600 orang, ... On 10/3/2020 上午8:32, marthajan04 wrote: Eh amerika jahat sama orang luar tapi china jahat sama rakyatnya sendiri. Mana yg lebih iblis? Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: ChanCT <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/9/20 5:05 PM (GMT-08:00) To: [email protected] <mailto:[email protected]> , marthajan04 <mailto:[email protected]> <[email protected]>, [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Karena AS GAK BERANI langsung hantam RRT lagi! Bukankah sudah 2 X keok berhadapan langsung dengan TPRT, ...! Jadi, sekarang gunakan negara-negara yang masih mau jadi antek-anteknya bikin gaduh maju didepan melawan RRT, biar mereka beli senjata-senjata kedaluarsa dan bermasalah pada AS, ... TETAP dapat duit yang meenggiurkan! Begitulah jahatnya imperialisme AS! Sungguh BODOH kalau selama puluhan tahun masih juga mau jadi umpan AS! On 10/3/2020 上午12:40, marthajan04 [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote: Ngapain buang duit kalo ga dapat apa2. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ajeg [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]" <mailto:[email protected]> <[email protected]> Date: 3/9/20 9:22 AM (GMT-08:00) To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Karena itu silakan AS langsung hantam RRC, atau sebaliknya RRC gebuk AS. Langsung. Tanpa perantara. ---;marthajan04@... wrote: Betul. Cuma AS yg bisa diandalkan terhadap kesewenangan China ngambil laut yg bukan haknya. Tapi catat, jangan nanti bilang ngobok2 lagi. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: ajeg Sengketa perairan di antara negara-negara pantai Asia-tenggara yang dibahas secara internal ASEAN rusak sejak bom Rangoon awal '80an. Peristiwa ini seolah menjadi pengumuman terbuka dimulainya percekcokan AS x RRC di Asia-tenggara -- saat itu melalui pion masing-masing yakni, 2 Korea. Sikap Duterte ini bolehlah dianggap mewakili suara masyarakat ASEAN yang memang mustahil sendirian menghadapi nekolim mana pun. --- jetaimemucho1@... wrote: Jangan mau jadi umpan Amerika, kekuatan imperialis yang sedang sekarat, dan tolak jadi umpan Tiongkok, kekuatan imperialis yang sedang berkembang!!!! On Monday, March 9, 2020, 04:25:47 AM GMT+1, ajeg wrote: Nah, gitu dong santai, jadi bisa melihat masalah dengan tenang. Setidaknya ikut heran, kenapa RRC berkeras (ngotot, tidak rileks :) mengkhianati tandatangannya sendiri dalam konvensi hukum laut internasional (UNCLOS). --- SADAR@... wrote: Hehehee, ... selama ini saya selalu santai-santai saja! Dan, ... kalau bukan katak dalam tempurung, dan masih bernalar SEHAT, setiap orang tentu dengan MUDAH melihat dimana masalahnya, ... Masalahnya bagaimana kita menyikapi berita yang berjudul "Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika"? Kenapa yang ditangkap "Judul yang menyenangkan"??? BUKAN-kah begitulah SIKAP yang TEPAT terhadap negara manapun didunia ini! Jangan mau diadu maju kedepan bermusuhan dan melawan negara, lalu disuruh beli senjata yang muaahal! Elu mau berantem ya majulah sendiri didepan, ..! Bahwa Duterte hanya saling dorong2an siapa didepan itu kan urusan lain, ... bisa saja ucapan begitu juga cuman minta "BANTUAN" AS lebih banyak, lu mau suruh gua didepan kasih gua keuntungan yg lebih besar, dong! Tapi, SIKAP TEGAS JANGAN JADI UMPAN AMERIKA, itulah yang juga harus menjadi sikap Indonesia, ...! On 9/3/2020 上午1:26, marthajan04 wrote: Jadi, siapa yg katak dalam tempurung? Katak kakek atau katak nenek? Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: ajeg Semoga Chan bisa lebih santai supaya tidak asal comot berita usang. ---;marthajan04@... wrote: Chan sudah senang. Diartikannya Duterte bela China. Padahal Duterte sama Trump cuma dorong2an sapa yg berdiri di depan buat tameng. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: ajeg Judul yang menyenangkan. Tapi tidak salah juga untuk membaca isinya. Kutipan: Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya membawa sendiri pesawat-pesawat tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak pertama yang melepaskan tembakan dan Filipina akan berada di belakang negara itu. "Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan itu. Cina tidak seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut. Ini jelas melanggar hukum internasional dan faktanya Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif Filipina." --- Saya kira sampai tahun 2020 sekarang dst. sikap Duterte tetap sama. Sebab, memang seperti itulah umumnya sikap masyarakat ASEAN yang sejak terbentuknya dijadikan proksi nekolim. Sekalipun begitu hingga datangnya krisis moneter tahun 1996 ASEAN boleh berbangga sebagai kawasan damai.. --- SADAR@... wrote: Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika Serikat Reporter: Non Koresponden Editor: Suci Sekarwati Rabu, 10 Juli 2019 09:23 WIB https://dunia.tempo.co/read/1222974/presiden-duterte-tak-mau-filipina-jadi-umpan-amerika-serikat <https://statik.tempo.co/data/2019/04/02/id_831219/831219_720.jpg> Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: Reuters/asiaone.com TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina <https://www.tempo.co/tag/rodrigo-duterte> Rodrigo Duterte menuding Amerika Serikat telah menjadikan sekutu-sekutunya sebagai umpan untuk Beijing. Sindiran itu dilontarkan terkait sengketa Laut Cina Selatan antara Cina - Filipina. "Kalau Washington ingin Filipina memerangi Cina, maka militer Amerika Serikat harus datang duluan dan lebih dulu melepaskan tembakan. Selalu ada momen Amerika Serika menekan kami, menyemangati kami, membuat kami menjadi umpan mereka. Menurut Anda masyarakat Filipina ini cacing tanah?, " kata Presiden Duterte, dalam sebuah pidatonya di Provinsi Leyte, Filipina, Jumat, 5 Juli 2019, namun baru diketahui media dua hari kemudian. Baca juga: <https://dunia.tempo.co/read/1213112/duterte-menolak-investigasi-internasional-soal-perang-narkoba> Duterte Menolak Investigasi Internasional Soal Perang Narkoba <https://twitter.com/ICYMIvideo> <https://twitter.com/ICYMIvideo> ICYMI <https://twitter.com/ICYMIvideo> @ICYMIvideo If America shoots at <https://twitter.com/hashtag/China?src=hash> #China first, President of the <https://twitter.com/hashtag/Philippines?src=hash> #Philippines <https://twitter.com/hashtag/RodrigoDuterte?src=hash> #RodrigoDuterte says he will shoot next... so watch this space! <https://abs.twimg.com/emoji/v2/72x72/1f1fa-1f1f8.png> <https://abs.twimg.com/emoji/v2/72x72/1f1e8-1f1f3.png> <https://abs.twimg.com/emoji/v2/72x72/1f1f5-1f1ed.png> ....... ....... ....... <https://twitter.com/hashtag/SouthChinaSea?src=hash> #SouthChinaSea <https://twitter.com/hashtag/Duterte?src=hash> #Duterte <https://twitter.com/hashtag/Trump?src=hash> #Trump <https://twitter.com/hashtag/POTUS?src=hash> #POTUS <https://twitter.com/hashtag/WW3?src=hash> #WW3 <https://twitter.com/hashtag/Philippines?src=hash> #Philippines <https://twitter.com/hashtag/China?src=hash> #China <https://twitter.com/hashtag/war?src=hash> #war <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> <https://twitter.com/intent/like?tweet_id=1148275556686843904> 84 1:00 AM - Jul 9, 2019 <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> <https://support.twitter.com/articles/20175256> Twitter Ads info and privacy <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904> 86 people are talking about this Baca juga: <https://dunia.tempo.co/read/1197004/rodrigo-duterte-mengaku-takut-karma-dan-percaya-tuhan> Rodrigo Duterte Mengaku Takut Karma dan Percaya Tuhan Dikutip dari rt.com, Rabu, 10 Juli, Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya membawa sendiri pesawat-pesawat tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak pertama yang melepaskan tembakan dan Filipina akan berada di belakang negara itu. Manila saat ini merasa seperti sandwich setelah Amerika Serikat menuntut negara itu agar bersikap lebih tegas pada Beijing yang memperluas wilayah lautnya di Laut Cina Selatan, khususnya di pulau-pulau yang diklaim milik Filipina. "Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan itu. Cina tidak seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut. Ini jelas melanggar hukum internasional dan faktanya Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif Filipina. Mereka (Amerika Serikat) membiarkan Cina melakukan pembangunan di sana. Semua persenjataan sudah ada disana, rudal pun sudah diisi," kata Duterte. ADVERTISEMENT Sebelumnya pada Juni lalu, sebuah perahu nelayan Filipina ditabrak oleh sebuah kapal asal Cina hingga tenggelam. Sebanyak 22 awak kapal dibiarkan berjuang sendiri menyelamatkan diri. Kejadian ini disebut militer Filipina sebagai tabrak lari di wilayah laut. Para awak kapal itu semuanya diselamatkan oleh sebuah kapal dari Vietnam. Presiden <https://www.tempo.co/tag/rodrigo-duterte> Duterte menganggap insiden itu sebagai kecelakaan kecil di laut dan menyerukan agar militer Filipina menahan diri dari Beijing. Duterte menolak untuk memperburuk situasi karena dia menyadari pihakya tak akan pernah menang dalam pertempuran melawan Cina.
