Bulan yl, di TV-HK pernah ditayangkan standar minimal masker untuk
mencegah virus masuk dalam tubuh, tidak bisa hanya gunakan kain atau
kertas tissue biasa saja! Itu hanya bisa untuk menahan debu, tapi
bakateri bahkan virus yang lebih kecil 100X itu, TIDAK! Sedang untuk
pencegahan kena virus bagi pekerja medis di ruang penyakit menular
dibutuhkan masker sejenis N-95, ...
Mengapa rakyat Tiongkok terbiasa gunakan masker? Itu karena kondisi alam
seringkali bertiup debu dari gurun-Gobi dimusim rontok dan dinginnya
angin menerjang muka di musim dingin, belasan tahun terakhir ini adanya
polusi-udara dibanyak kota-besar, yang memaksa mereka seringkali menutup
muka dengan masker, bukan untuk model saja seperti di Arab, gurun pasir
gunakan burqa! Yang konyol itu sementara warga Indonesia jadi latah
ikut-ikutan gunakan burqa, entah untuk menutup raut muka takut terlihat
bopeng atau menutupi muka dari debu gurun pasir di Arab sana???
On 14/3/2020 下午3:31, kh djie [email protected] [GELORA45] wrote:
Yang tidak moslem, pakai pakaian Ninja saja.....?
Op za 14 mrt. 2020 om 08:14 schreef Sunny ambon <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
Dari pada beli mask, apakah tidak lebih baik pakai nikap atau
sekaligus burqa. Kalau pakai tutup aurat dan nikap atau juga burqa
akan. lebih ekonomis, kata seorang ahli ilmu langitan.Beliau
tambah bahwa kalau pakai pakaian tutup aurat maka tubuh dilindungi
99,9% dari virus dan bakteria. hehehehehe
On Fri, Mar 13, 2020 at 9:50 PM marthajan04 [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Saya masih punya masker putih biru 2 doos stok tahun 2018
waktu kena flu , ga satupun dipake.
Ga liat orang pake dimanapun. Kecuali waktu gencar2nya di
Tiongkok, beberapa ibu2 chinese yg jemput anaknya disekolah
sama anak2nya yg masih sd pada pake. Tapi sekarang sudah ga
ada yg pake.
Buat saya sih ga enak nafasnya. Panas. Hawa sudah dikeluarin
diisep lagi. Apa sehat?
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "kh djie [email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45]" <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Date: 3/13/20 12:21 PM (GMT-08:00)
To: Gelora45 <[email protected]
<mailto:[email protected]>>, "j.gedearka"
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
Subject: Re: [GELORA45] China kirim bantuan medis untuk lawan
wabah COVID-19 di Italia
Negera2 Eropa lain menolak permintaan bantuan Italia, karena
persewdiaan mereka untuk rakyatnya sendiri tidak mencukupi:
https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-italy-respirators/china-sends-medical-supplies-experts-to-help-italy-battle-coronavirus-idUSKBN2101IM
Italia mau beli juga tidak dapat : Jerman dan Perancis
melarang export maskers
https://www.scmp.com/economy/global-economy/article/3074821/coronavirus-chinas-mask-making-juggernaut-cranks-gear
Di artikel ini ditulis bagaimana Tiongkok menggerakkan
perusahaan2 sehingga dapat menghasilkan 116 juta masker per
hari dari produksi mula2 hanya 20 juta masker per hari :
Perusahaan diapers bayi dibantu memprodusir masker.
Pabrik pesawat terbang di Chengdu merubah satu bagiannya untuk
memprodusir masker.
Foxconn, Xiaomi, OPPO juga memprodusir masker sekarang.
Jadi seperti industri perang, seperti waktu Amerika setelah
Hawai diserang Jepang.
Op vr 13 mrt. 2020 om 18:21 schreef 'j.gedearka'
[email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
--
j.gedearka <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
https://www.antaranews.com/berita/1354818/china-kirim-bantuan-medis-untuk-lawan-wabah-covid-19-di-italia
China kirim bantuan medis untuk lawan wabah COVID-19 di Italia
Jumat, 13 Maret 2020 20:04 WIB
Anggota staf memindahkan persediaan medis untuk dikirimkan
ke Italia untuk mencegah penularan virus korona (COVID-19)
menyusul terjadinya wabah, di pusat logistik bandara
internasional di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China,
Selasa (10/3/2020). Foto diambil tanggal 10 Maret 2020.
(REUTERS/CHINA DAILY)
Dalam momen yang penuh tekanan dan kesulitan luar biasa
ini, kami merasa lega dengan kedatangan pasokan bantuan.
Benar bahwa bantuan ini hanya akan bertahan sementara,
namun tetap saja penting
Roma (ANTARA) - Sebuah pesawat pengangkut pasokan
kebutuhan medis seperti masker dan respirator, bantuan
dari China untuk menghadapi wabah virus corona jenis baru,
COVID-19, tiba di Italia pada Jumat.
Satu tim yang terdiri dari sembilan staf medis turut
terbang dalam pesawat dengan muatan sekitar 30 ton alat
medis itu. Pengiriman bantuan pasokan tersebut dikelola
oleh Palang Merah China dan diterima oleh Palang Merah Italia.
"Dalam momen yang penuh tekanan dan kesulitan luar biasa
ini, kami merasa lega dengan kedatangan pasokan bantuan.
Benar bahwa bantuan ini hanya akan bertahan sementara,
namun tetap saja penting," kata kepala Palang Merah
Italia, Francesco Rocca.
Dia menambahkan, "Kami amat sangat membutuhkan masker saat
ini. Kami juga butuh respirator yang akan didonasikan
kepada pemerintah. Jelas bahwa bantuan ini sangat penting
bagi negara kami."
Baca juga: Italia tutup restoran, bar, dan salon cegah
meluasnya pandemik corona
Wabah COVID-19 yang mulai muncul di kota Wuhan, China,
pada Desember tahun lalu saat ini telah menyebar ke
seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi oleh
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3).
Italia adalah negara di luar China dengan kasus infeksi
terparah dengan jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 15.113
kasus, 1.016 kasus di antaranya berujung kematian,
sementara 1.045 kasus berhasil disembuhkan, menurut data
akumulasi per 13 Maret petang sejak pertama muncul kasus
pertama pada 21 Februari.
Wabah ini berdampak pada sejumlah rumah sakit di Italia
yang kewalahan menangani pasien dengan pasokan alat medis
utama yang dibutuhkan terus menipis.
Sumber: Reuters
Baca juga: Pria Italia terperangkap bersama jenazah
saudarinya akibat corona
Baca juga: FIGC siapkan tiga opsi soal Serie A jika
COVID-19 tak kunjung teratasi
Baca juga: Penyerang Sampdoria jadi pemain Serie A kedua
yang positif COVID-19
Penerjemah: Suwanti
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020