"Jika sampai lockdown benar dilakukan dalam waktu dekat ini, maka biaya yang 
dibutuhkan akan sangat besar."



Soal Jokowi Tolak Lockdown, Pengamat: Sudah Terlambat

 Selasa, 17 Maret 2020 06:02 WIB


TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah pusat belum 
ada rencana lockdown untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Agus Pambagio, menyebut 
semuanya memang sudah terlambat.

Jika sampai lockdown benar dilakukan dalam waktu dekat ini, maka biaya yang 
dibutuhkan akan sangat besar.

Dilansir Tribunnews.com, hal ini diungkapkan Agus dalam tayangan SAPA INDONESIA 
MALAM, kanal YouTube KompasTV, Minggu (15/3/2020).

Sebelum Agus berpendapat, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, M 
Taufik, serta Tenaga Ahli Utama KSP, Brian Sriprahastuti, sempat menjawab soal 
rencana lockdown.

Taufik condong dengan pendapat Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, yang sempat 
menyinggung lockdown, sedangkan Brian condong pada keputusan pemerintah pusat 
untuk tidak lockdown.

Ketika diminta memilih dua pendapat itu, Agus menyebut memang kini semuanya 
sudah terlambat.

Agus menyebut dirinya sudah mengusulkan lockdown sejak Januari 2020 lalu ketika 
belum ada wabah corona di Indonesia.
"Kalau kita bicara pendekatan sekarang sudah terlambat," ucap Agus.

"Saya sudah ngomong seperti ini kira-kira bulan Januari, karena waktu itu kan 
kita masih (belum ada)," imbuhnya.





Kirim email ke