Jelaaas, Agus ini ngawur dan TIDAK memikirkan buuuaaanyaak warga Indonesia yang berada diluar negeri setiap saat harus PULANG! Sungguh tidak bedanya dengan perusuh2/kacoa2 HK yang sejak awal sudah menuntut Pemerintah HK menutup-rapat semua pintu keluar/masuk ke Tiongkok daratan, begitu wabah Covid-19 merebak di Wuhan! Bahkan melakukan aksi mogok-kerja ribuan tenaga-medis Ruamahsakit, ...!

Tapi, ... giliran keluar, anak2 mereka di Inggris dan Eropah/AS terancam terpapar Covid-19, mereka justru menuntut pemerintah beri kelonggaran kesempatan warganya bisa pulang menghindari wabah diluarnegeri! Padahal dalam beberapa hari ini penambahan kasus terpapar Covid-19 justru pendatang dari luar HK, ... BUKAN dari Tiongkok daratan!

Sungguh pragmatisme dan egoistis, ... lebih mendahulukan pentingan pribadi dari pada kepentingan UMUM!

Belum lagi berpikir apa jadinya kalau jalankan lockdown total, barang-barang kebutuhan hidup impor yang harus masuk terhadang selama belasan hari bahkan sebulan, mampukah ekonomi Indonesia menyanggah dan rakyat hidup dengan tentram???

Sudah cukup bijaksana dengan keputusan mencabut diberlakukannya BEBAS VISA, dan, ... semua pendatang termasuk WNI yang dalam 14 hari terakhir dari beberapa negara Eropah, Kore-Selatan dan Jepang harus lebih dahulu dikarantina selama 14 hari. Sedang bagi warga Indonesia sendiri bisa menghentikan semua kegiatan berkumpul, harus berdiam dirumah masing-masing, ... untuk mengurangi kemungkinan penularan!

Yang saya merasa aneh, kenapa pengunjung dari Tiongkok TIDAK DIBEBASKAN? Bukankah penambahan kasus Covid-19 di Tiongkok, termasuk HK dan Macao, beberapa hari terakhir ini merupakan pendatang dari luar! Tidak ada lagi dari dalam negeri Tiongkok sendiri.



On 19/3/2020 上午2:40, ajeg [email protected] [GELORA45] wrote:

"Jika sampai/lockdown/benar dilakukan dalam waktu dekat ini, maka biaya yang dibutuhkan akan sangat besar."


  Soal Jokowi Tolak Lockdown, Pengamat: Sudah Terlambat


Selasa, 17 Maret 2020 06:02 WIB

*TRIBUNNEWS.COM* - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah pusat belum ada rencana /lo ckdown/ untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Agus Pambagio, menyebut semuanya memang sudah terlambat.

Jika sampai /lockdown/ benar dilakukan dalam waktu dekat ini, maka biaya yang dibutuhkan akan sangat besar.

Dilansir/ Tribunnews.com/, hal ini diungkapkan Agus dalam tayangan /SAPA INDONESIA MALAM/, kanal YouTube KompasTV, Minggu (15/3/2020).

Sebelum Agus berpendapat, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, M Taufik, serta Tenaga Ahli Utama KSP, Brian Sriprahastuti, sempat menjawab soal rencana /lockdown/.

Taufik condong dengan pendapat Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, yang sempat menyinggung /lockdown/, sedangkan Brian condong pada keputusan pemerintah pusat untuk tidak /lockdown/.

Ketika diminta memilih dua pendapat itu, Agus menyebut memang kini semuanya sudah terlambat.

Agus menyebut dirinya sudah mengusulkan/lockdown/sejak Januari 2020 lalu ketika belum ada wabah corona di Indonesia.
"Kalau kita bicara pendekatan sekarang sudah terlambat," uc ap Agus.

"Saya sudah ngomong seperti ini kira-kira bulan Januari, karena waktu itu kan kita masih (belum ada)," imbuhnya.





Kirim email ke