https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200324162828-106-486559/jurus-vietnam-tekan-pandemi-corona-nol-kematian-pasien?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop
Jurus Vietnam Tekan Pandemi Corona, Nol Kematian Pasien CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 18:04 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah *Vietnam* <https://www.cnnindonesia.com/tag/vietnam>hingga Selasa (24/3) belum mencatatkan korban meninggal akibat *virus corona <https://www.cnnindonesia.com/tag/virus-corona>* (Covid-19). Sementara data terbaru menunjukkan jumlah orang terinfeksi corona di Vietnam berjumlah 123 orang. Pada pertengahan Februari lalu, Vietnam bahkan mampu menyembuhkan seluruh pasien yang terinfeksi virus corona. Sebanyak 16 pasien tersebut kemudian diperbolehkan pulang dari rumah sakit saat itu. Vietnam mampu meredam penyebaran virus ini hingga awal Maret. Mereka sama sekali tidak mendeteksi adanya kasus baru dari 13 Februari hingga 6 Maret. Di hari berikutnya, barulah pemerintah melaporkan dua kasus baru. Lihat juga: Klaim Myanmar dan Laos soal Upaya Bebas dari Virus Corona <https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200225155950-106-477976/klaim-myanmar-dan-laos-soal-upaya-bebas-dari-virus-corona/> Meski belum menemukan obat untuk menyembuhkan Covid-19, protokol kesehatan yang diadopsi Vietnam nampaknya berhasil menilai infeksi dan tingkat keparahan virus, sehingga dapat menyembuhkan pasien. Melansir *Aljazeera <https://www.aljazeera.com/news/2020/02/infected-patients-vietnam-cured-coronavirus-miracle-200228035007608.html>*, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengungkapkan pentingnya mengikuti protokol kesehatan tersebut. Pertama, para dokter diharuskan untuk mengobati gejala virus seperti menangani demam. Kedua, pasien diwajibkan menjalani diet ketat dan bergizi. Ketiga, memonitor tingkat penyerapan oksigen dalam darah pasien. Hingga kini, pasien virus corona di Vietnam yang dinyatakan sembuh berjumlah 17 orang. +++++++. https://www.sinarharapan.co/kesra/read/15140/tambah_107_kasus_baru__jumlah_positif_covid_19_di_indonesia_tembus_686_orang *Tambah 107 Kasus Baru, Jumlah Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 686 Orang* Selasa , 24 Maret 2020 | 16:08 Listen to this JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan jumlah kasus warga yang positif terpapar virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia bertambah 107 kasus hingga menjadi 686 orang dengan angka kematian bertambah tujuh hingga total 55 orang. "Ada penambahan kasus baru konfirmasi positif 107 kasus, sehingga total saat ini 686 kasus positif," kata Jubir Achmad Yurianto dalam acara konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di Jakarta Timur, Selasa. Achmad Yurianto mengemukakan bahwa data yang dikumpulkan tersebut merupakan kasus yang dilaporkan dari 23 Maret pukul 12.00 WIB hingga 24 Maret pukul 12.00 WIB. Ia memaparkan, dari 107 kasus baru tersebut berasal di antaranya dari DKI Jakarta (70 kasus), Jawa Timur (10 kasus), Banten (9 kasus), Sumatera Utara (5 kasus), Jawa Tengah (4 kasus), serta masing-masing 1 kasus di DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Riau dan Papua. Sementara itu, ujar dia, tidak ada penambahan kasus yang sembuh sehingga yang telah sembuh secara kumulatif masih sama yaitu sebanyak 30 orang. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 itu meyakinkan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan tetap bekerja keras menangani COVID-19. Sedangkan di tingkat global, jumlah orang yang terpapar COVID-19 sudah lebih dari 382 ribu orang dengan jumlah kematian lebih dari 16 ribu orang. Negara-negara yang terbanyak jumlah kasusnya sejak COVID-19 merebak adalah Republik Rakyat China (sekitar 81 ribu kasus), Italia (sekitar 63 ribu kasus), Amerika Serikat (sekitar 46 ribu kasus), Spanyol (sekitar 35 ribu kasus), dan Jerman (sekitar 29 ribu kasus). Kemudian negara Iran (sekitar 23 ribu kasus), Prancis (sekitar 19 ribu kasus), Korea Selatan (sekitar 9 ribu kasus), Swiss (sekitar 8 ribu kasus), dan Inggris Raya (sekitar 6 ribu kasus). Sementara di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara, jumlah negara yang memiliki kasus positif COVID-19 terbanyak adalah Malaysia yang kemudian diikuti oleh Thailand. *(E-3)*
