Coba kita baca baik-baik perkataan Yasona dalam berita ini:"Hanya orang yang
tumpul rasa kemanusiaannya dan tidak menghayati sila kedua pancasila,yang tidak
menerima pembebasan napi di lapas "over" kapasitas.
Coba kita baca judul berita:"Hanya orang yang tak paham sila kedua pancasila
yang tolak napi korupsi dibebaskan".
Mudah sekali untuk membedakan yang dikatakan oleh Yasona dengan judul
berita. Setiap orang yang hanya membaca judul berita pasti akan menganggap
Yasona ingin membebaskan nara pidana korupsi. Tapi setelah membaca isi
beritanya ternyata tidak demikian.
Lebih-lebih kalau orang membaca pernyataan Mahfud MD bahwa tidak ada niat
pemerintah mau membebaskan nara pidana korupsi. Pernyataan Mahfud MD sangat
bertentangan dengan judul berita ini,
Oleh karena itu dalam membaca berita, berita tentang apapun yang kita baca,
perlu teliti, tidak cukup kalau hanya membaca judulnya, tapi bacalah secara
keseluruhan. Sebab kesalahan kecil yang tertulis dalam berita, kalau kita tidak
teliti membacanya apalagi dalam otak kita telah dibimbing oleh rasa kebencian,
maka tak terhindarkan tanggapan atau pandangan kita atas sesuatu berita akan
menarik perhatian umum yang tidak seharusnya terjadi.
Saya tidak bisa digolongkan sebagai pendukung pemerintah dan lebih-lebih
lagi saya sama sekali tidak kenal siapa Yasona. Yang saya tau melalui membaca
berita, Yasona adalah Menteri. Namun demikian, mengapa saya mengulas masalah
judul berita dan membandingkannya dengan perkataan Yasona, semata-mata dengan
harapan supaya kita bertolak sajalah dari kebenaran dan kenyataan. Bukan
memprovokasi lebih-lebih lagi bukan demi mendatangkan kehebohan.
Salam di hari Minggu. S.Manap.
Den söndag 5 april 2020 15:59:04 CEST, Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> skrev:
Anda-anda yang pancasilais atau pengemar pancasila, dengarlah pernyataan sang
menteri rezim neo-Mojopaahit. Beliau pasti lebih tahu apa itu pancasila.
Apakah koruptor pancasilaist? Mungkin saja mereka juga Pancasilaist dan oleh
sebab itu mempunyai kedudukan dan kesempatan untuk bisa melakukan tindak
pidana korupsi.
Agaknya Pancasila tidak melarang orang pancasilaist untuk korupsi. Amin!
https://www.tubasmedia.com/yasonna-hanya-orang-yang-tak-faham-sila-kedua-yang-tolak-napi-korupsi-dibebaskan/#.XonhV4gza00
Yasonna:Hanya Orang yang tak Faham Sila Kedua yang Tolak Napi KorupsiDibebaskan
Head
5April 2020Dibaca: 8 kali
JAKARTA,(tubasmedia.com) –Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)
Yasonna H Laolymengatakan, hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya yang
tidakmau membebaskan narapidana (napi) dari lembaga pemasyarakatan
(Lapas)dengan kondisi kelebihan kapasitas di tengah pandemi virus
coronaCovid-19.
“Sayamengatakan, hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dantidak
menghayati sila kedua Pancasila yang tidak menerima pembebasannapi di lapas
‘over’ kapasitas,” kata Yasonna melalui pesansingkat di Jakarta, Minggu
(5/4/2020).
DilansirAntara, pernyataan Yasonna itu merespons sejumlah pihak yang
tidakseruju terhadap rencana pemerintah untuk membebaskan narapidana ditengah
pandemi virus corona Covid-19.
Yasonnasendiri sudah menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen)
NomorM.HH-19..PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan
PembebasanNarapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam
rangkapencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 pada 30 Maret 2020.
Kebijakanitu juga diklaim dapat menghemat anggaran negara untuk kebutuhanwarga
binaan pemasyarakatan hingga Rp 260 miliar. “Ini sesuaianjuran Komisi Tinggi
PBB untuk HAM, dan sub-komite PBBAnti-Penyiksaan,” ungkap Yasonna.
Bahkan,menurut Yasonna, kritik tersebut lebih banyak berimajinasi
danmemprovokasi. “Yang tidak enak itu, ada yang tanpa fakta, tanpadata,
langsung berimajinasi, memprovokasi, dan berhalusinasi membuatkomentar di media
sosial,” katanya.
Salahsatu pihak yang memprotes kebijakan terkait pembebasan napi ituadalah
Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait kemungkinanpembebasan napi kasus
korupsi yang telah berusia di atas 60 tahunyang telah menjalani 2/3 masa
tahanannya dapat dibebaskan melaluirevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99
Tahun 2012.
Menurutdata ICW, jumlah narapidana korupsi juga tidak sebanding
dengannarapidana kejahatan lainnya. Data Kemenkumham pada 2018 menyebutkanbahwa
jumlah narapidana seluruh Indonesia mencapai 248.690 orang dan4.552 orang
diantaranya adalah narapidana korupsi.
Artinyanarapidana kasus korupsi hanya 1,8 persen dari total narapidana yangada
di lembaga pemasyarakatan.(red)
#yiv6437114617 #yiv6437114617 -- #yiv6437114617ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-mkp #yiv6437114617hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mkp #yiv6437114617ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mkp .yiv6437114617ad
{padding:0 0;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mkp .yiv6437114617ad p
{margin:0;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mkp .yiv6437114617ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-sponsor
#yiv6437114617ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-sponsor #yiv6437114617ygrp-lc #yiv6437114617hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-sponsor #yiv6437114617ygrp-lc .yiv6437114617ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6437114617 #yiv6437114617actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6437114617
#yiv6437114617activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6437114617
#yiv6437114617activity span {font-weight:700;}#yiv6437114617
#yiv6437114617activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6437114617 #yiv6437114617activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6437114617 #yiv6437114617activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6437114617 #yiv6437114617activity span
.yiv6437114617underline {text-decoration:underline;}#yiv6437114617
.yiv6437114617attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6437114617 .yiv6437114617attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6437114617 .yiv6437114617attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6437114617 .yiv6437114617attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6437114617 .yiv6437114617attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6437114617 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6437114617 .yiv6437114617bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6437114617
.yiv6437114617bold a {text-decoration:none;}#yiv6437114617 dd.yiv6437114617last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6437114617 dd.yiv6437114617last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6437114617
dd.yiv6437114617last p span.yiv6437114617yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6437114617 div.yiv6437114617attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6437114617 div.yiv6437114617attach-table
{width:400px;}#yiv6437114617 div.yiv6437114617file-title a, #yiv6437114617
div.yiv6437114617file-title a:active, #yiv6437114617
div.yiv6437114617file-title a:hover, #yiv6437114617 div.yiv6437114617file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6437114617 div.yiv6437114617photo-title a,
#yiv6437114617 div.yiv6437114617photo-title a:active, #yiv6437114617
div.yiv6437114617photo-title a:hover, #yiv6437114617
div.yiv6437114617photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6437114617
div#yiv6437114617ygrp-mlmsg #yiv6437114617ygrp-msg p a
span.yiv6437114617yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6437114617
.yiv6437114617green {color:#628c2a;}#yiv6437114617 .yiv6437114617MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6437114617 o {font-size:0;}#yiv6437114617
#yiv6437114617photos div {float:left;width:72px;}#yiv6437114617
#yiv6437114617photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6437114617
#yiv6437114617photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6437114617
#yiv6437114617reco-category {font-size:77%;}#yiv6437114617
#yiv6437114617reco-desc {font-size:77%;}#yiv6437114617 .yiv6437114617replbq
{margin:4px;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-mlmsg select, #yiv6437114617 input, #yiv6437114617 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-mlmsg pre, #yiv6437114617 code {font:115%
monospace;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-mlmsg #yiv6437114617logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-msg
p#yiv6437114617attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-reco #yiv6437114617reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-sponsor
#yiv6437114617ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-sponsor #yiv6437114617ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-sponsor #yiv6437114617ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6437114617 #yiv6437114617ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6437114617
#yiv6437114617ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6437114617