-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1428397/kpk-tindak-tegas-pihak-yang-bermain-dalam-pengadaan-alkes-covid-19


KPK tindak tegas pihak yang "bermain" dalam pengadaan alkes COVID-19

Jumat, 17 April 2020 22:46 WIB

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Setiap informasi terkait hal tersebut agar dapat langsung disampaikan kepada 
pengaduan KPK dan KPK tentu akan telaah dan dalami setiap informasi yang 
diterima
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindak tegas 
terhadap pihak yang "bermain-main" dalam pengadaan barang dan jasa terutama 
terhadap kebutuhan alat kesehatan (alkes) untuk penanganan COVID-19.

"KPK akan tegas terhadap pihak yang bermain-main terkait pengadaan barang dan 
jasa terutama terhadap kebutuhan alkes terlebih untuk situasi sekarang ini," 
ucap Plt Juru bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: KPK terima laporan gratifikasi Rp1,8 miliar pada masa pandemi 
COVID-19

Ia mengatakan masyarakat bisa menginformasikan kepada KPK jika menemukan adanya 
pihak yang "bermain" dalam pengadaan barang dan jasa COVID-19.

"Setiap informasi terkait hal tersebut agar dapat langsung disampaikan kepada 
pengaduan KPK dan KPK tentu akan telaah dan dalami setiap informasi yang 
diterima," ungkap Ali.

Baca juga: KPK dorong instansi publikasikan sumbangan terkait penanganan 
COVID-19

Ia menegaskan lembaganya berkomitmen mengawal pelaksanaan anggaran dan 
pengadaan barang dan jasa dalam rangka penanganan COVID-19 tersebut.

Adapun pengawalan yang dilakukan KPK di antaranya adalah dengan membentuk tim 
khusus yang bekerja bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di 
tingkat pusat dan daerah serta dengan pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: KPK beri arahan kepala daerah cegah korupsi penanganan COVID-19

Tim tersebut juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait alokasi dan 
penggunaan anggaran penanganan COVID-19 agar bebas dari korupsi.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan ada mafia 
besar baik skala global maupun lokal yang membuat Indonesia tidak mandiri dalam 
industri kesehatan.

"Mengenai mafia alat kesehatan dan bahan-bahan kesehatan, ini sebenarnya 
jauh-jauh hari ketika Pak Erick Thohir dilantik jadi Menteri BUMN, beliau sudah 
punya gambaran besar mengenai keamanan energi, pangan, dan kesehatan. Ketika 
beliau (Erick Thohir) mendalami health security ternyata terbukti Indonesia itu 
berat di urusan-urusan kesehatan, alat kesehatan dan obat-obatan saja hampir 90 
persen bahan dari impor," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di 
Jakarta, Jumat.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke