Kalau di jaman SMA dulu, persamaan kwadrat dipecahkan pakai dicriminant b^2 - 4 ac...... Kalau discriminant tidak sama dengan nol, maka x1 tidak sama dengan x2.......
Op ma 20 apr. 2020 om 19:42 schreef 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > > > -- > j.gedearka <[email protected]> > > > https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1987-melawan-diskriminasi > > Senin 20 April 2020, 00:05 WIB > > Melawan Diskriminasi > > Administrator | Editorial > > > WABAH covid-19 menampilkan dua sisi manusia. Sisi terang dan sisi > gelapnya. Bencana nasional virus korona jenis baru itu melahirkan simpati > sekaligus antipati kemanusiaan. > > Teramat banyak orang bersimpati terhadap sesama manusia yang menjadi > korban covid-19. Simpati itu kemudian diwujudkan dalam bentuk solidaritas > menggalang bantuan. Akan tetapi, masih ada pula orang antipati sehingga > menolak tenaga medis, pasien yang sembuh, dan bahkan jenazah korban > covid-19 ditolak untuk dimakamkan. > > Sejak diumumkan pertama kali keberadaan pasien positif covid-19 pada awal > Maret, kemudian grafik korban terus meningkat, mulai muncul inisiatif dan > kesadaran warga untuk bersama-sama melawan virus itu. > > Inisiatif itu menampakkan wajahnya dalam bentuk gotong royong menggalang > dana, menghimpun bantuan, lalu menyalurkannya ke orang-orang yang terdampak > pandemi. Di berbagai daerah juga muncul gerakan membantu tetangga yang > terdampak pandemi. Ada juga warga yang secara sukarela meminjamkan rumah > mereka untuk dijadikan tempat isolasi. > > Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas tumbuhnya berbagai bentuk > solidaritas sosial di masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19. > Kegotongroyongan itu diharapkan digaungkan terus karena pemerintah tak bisa > sendirian mengatasi penyakit yang disebabkan virus korona baru ini. > > Benar bahwa pemerintah tak bisa sendirian mengatasi covid-19. Melawan > covid-19 harus dijadikan gerakan bersama, gerakan rakyat. Seluruh lapisan > masyarakat jangan berpangku tangan, tapi sama-sama turun tangan untuk > melawan virus yang tak kasatmata, tapi mematikan itu. > > Turun tangan bisa dimulai dari dalam keluarga dan komunitas terkecil di > lingkungan tempat tinggal. Cara paling mudah ialah mematuhi anjuran untuk > kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah. Rajin cuci > tangan dan pakai masker. > > Menyisihkan sebagian harta untuk menolong sesama tentu perbuatan terpuji. > Itulah sisi lain covid-19, yaitu lahirnya kesadaran di tengah masyarakat > untuk membantu sesama tanpa ada sekat. Di lingkungan rukun tetangga, > misalnya, mereka yang berpunya membantu sembako untuk tertangga yang > terdampak pandemi. > > Tidak kalah pentingnya ialah melibatkan diri memberikan penyuluhan tentang > covid-19. Penyuluhan sangat urgen dilakukan di tengah munculnya fenomena > diskriminasi terhadap korban covid-19. Fenomena itu muncul karena ada > kesenjangan pengetahuan di masyarakat. > > Sisi gelap manusia bisa juga muncul karena terlalu banyak menerima > informasi yang salah dari media sosial. Tidak ada alasan rasional untuk > menolak jenazah korban covid-19 jika seluruh prosedur dilalui. > > Disinformasi paling banyak beredar di masyarakat ialah seakan-akan virus > korona jenis baru itu bisa berjalan sendiri menghampiri korban. Karena itu, > para tenaga medis yang sudah tunggang-langgang membantu pasien covid-19 > juga ditolak di lingkungan tempat tinggal mereka. Ada juga pasien sembuh > covid-19, orang dalam pemantauan, dan pasien dengan pengawasan yang ditolak > tetangga mereka. > > Membangun kesadaran publik dan rasa solidaritas sangat penting agar tidak > terjadi distorsi informasi. Tugas itu tidak hanya ada di pundak pemerintah, > tapi juga menjadi tanggung jawab para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan > komunitas-komunitas. > > Jika tidak ada kesenjangan pengetahuan tentang covid-10, niscaya tidak > muncul lagi kecenderungan perilaku diskriminatif di tengah masyarakat. Sisi > gelap manusia itu muncul dari kekhawatiran berlebihan tanpa ditopang > kesadaran dan pengetahuan yang memadai. > > Inilah saatnya melawan diskriminasi atas korban covid-19. Dilawan dengan > menganakpinakkan gerakan solidaritas yang menginspirasi agar mampu merawat > harapan hidup. Percayalah, fenomena sisi gelap manusia itu hanyalah setitik > nila. Akan tetapi, setitik nila bisa merusak solidaritas sebelanga. Karena > itu, kumandangkan terus sisi terang kemanusiaan. > > > > >
