Saya banyak sependapat dng urain bung. Diantara msl yang bung kemukakan sbg "keadaan bangsa kita sekarang ini yang sedang menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan yang bertumpuk-tumpuk.". Kalau ditinjau dari segi ekonomi politik yang menjadi landasan sistim masyarakat kan bisa kita simpulkan sbg kontradiksi antara pandangan ekonomi-berdikari kontra ekonomi neo-liberal. Apa tidak begitu bung Manap? kalau kita teliti secara kongkrit pihak-pihak mana yang mengikuti faham neo-liberal dan mana yang memperjuangkan pandangan ekonomi berdikari?
Salam Lusi.- Am Sat, 25 Apr 2020 12:06:19 +0000 (UTC) schrieb "S Manap [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > > Bung Lusi yb. > Saya mengapresiasi tanggapan bung atas pandangan yang sudah saya > kemukakan menyangkut pernyataan Prabowo. Sebagaimana bung bisa baca > sendiri , saya memulai tulisan saya dengan kalimat: "Terlepas dari > siapa Prabowo dan berbagai pandangan serta pendapat terhadap > Prabowo........." . Dari situ bisa dilihat bahwa saya tidak > menyangsikan apa yang telah dilakukan oleh Prabowo sesuai dengan > fungsi dan kedudukannya dalam masyarakat sejak dari jaman Orba > Soeharto berkuasa maupun sesudah itu bahkan sampai sekarang. Namun > demikian saya melihat keadaan serba sulit yang dihadapi oleh bangsa > kita dewasa ini. Dalam keadaan demikian persatuan seluruh bangsa dan > ketenangan dalam masyarakat sangat diperlukan. Itulah sebabnya ketika > membaca sikap Prabowo yang menghindari perpecahan bangsa maka saya > anggap merupakan sikap yang positif dan perlu dihargai. Sebagaimana > kita ketahui bersama bahwa Prabowo itu mendapat dukungan yang luas > dari elemen pemecah belah bangsa, dari elemen non tolerans.. Andaikan > Prabowo masih tetap berpegang pada pendiriannya yang semula, kita > tidak bisa membayangkan seperti apa keadaan bangsa kita sekarang ini > yang sedang menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan yang > bertumpuk-tumpuk. Karena itulah maka hal-hal yang sudah kita ketahui > selama ini tentang Prabowo, bisa dikesampingkan dulu paling tidak > untuk sementara. Jaga dulu persatuan dan ketenteraman demi keutuhan > bangsa kita ini. Salam S.Manap. > > Den lördag 25 april 2020 13:22:19 CEST, 'Lusi D.' > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev: > > Yah bung Manap. Tapi Prabowo nampaknya satu-satunya jendral Indonesia > yg mampu melancarkan strategi dan tatik dalam mengoperasikan peranan > kementeriannya sekarang ini, termasuk penggelembungan harga pembelian > alutsista. > Kalau menurut bung Manap, sesuai dengan waktu kejadiaannya baik > pembunuhan di Timtim maupun peristiwa perkosaan massal di Jakarta dulu > itu yang bertanggungjawab dlm setiap operasi militer tertinggi, kan > Wiranto, termasuk pendapat Munir dlm salah satu siaran talkshow > sebelum berangkat ke Nederland. Mengapa kok harus dia yang jadi > sasaran tuduhan thd operasi militer itu dan menegapa kok tidak di > adakan dan diputuskan dalam pengadilan militer? > > Salam untuk Bung Manap. > Lusi.- > > Am Fri, 24 Apr 2020 18:09:53 +0000 kan panglimanya yang paling > (UTC) schrieb "S Manap [email protected] [GELORA45]" > <[email protected]>: > > > > > " Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu berapapun > > ongkos yang harus kita bayar. Betapapun sedihnya perasaan kita harus > > kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar". Kalimat itu > > diucapkan oleh Prabowo. Terlepas dari siapa Prabowo dan berbagai > > pandangan serta pendapat terhadap Prabowo, namun apa yang diucapkan > > oleh Prabowo sesuai dengan kutipan di atas patut dihargai. Karena > > yang kita utamakan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan > > golongan. Lebih-lebih lagi bukan kepentingan segelintir kecil kaum > > intoleran yang selama ini selalu mendatangkan perpecahan bangsa dan > > yang selama ini merupakan pendukung Prabowo, termasuk usaha mereka > > mendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden yang sudah 2 kali > > dilaksanakan. S.M. Den torsdag 23 april 2020 04:55:15 CEST, Sunny > > ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > > skrev: > > > > > > Berapa banyak jumlah rakyat miskin? > > On Thu, Apr 23, 2020 at 4:05 AM ChanCT [email protected] > > [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > > > > > > Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto > > menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk kepentingan rakyat yang > > paling miskin dan paling lemah. Lewat sebuah video di akun Twitter > > pribadinya, Rabu (22/4) malam, Prabowo bercerita mengenai apa yang > > dirasakannya selama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko > > Widodo. "Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi > > kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari > > dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang > > menjadi dasar pemikiran beliau adalah keselamatan rakyat yang > > paling miskin dan rakyat yang paling lemah," kata Prabowo dikutip > > dari video pada akun @Prabowo, Kamis (23/4/2020) dini hari. Lebih > > lanjut, Prabowo mengaku telah melihat langsung komitmen Presiden > > Jokowi untuk membersihkan pemerintah Indonesia dari korupsi. Baca > > juga: Di tengah pandemi, Barata Indonesia berhasil ekspansi ke > > Armenia Namun, Prabowo tidak menyebut kolusi dan nepotisme sebagai > > bagian dari kesaksiannya tersebut. Selama ini, kata Prabowo, > > pemberantasan korupsi adalah bagian penting dari komitmen > > pemerintahan Presiden Jokowi. Untuk itu, sebagai pimpinan tertinggi > > Partai Gerindra, Prabowo meminta seluruh kader Partai Gerindra > > untuk percaya kepada pemerintah. Ia mengatakan bahwa Pemerintah > > tidak akan mungkin mengambil keputusan yang merugikan rakyat, > > bangsa, dan negara Indonesia. Prabowo meminta semua pihak untuk > > bersatu karena bangsa ini tengah berhadapan dengan suatu bencana, > > yaitu pandemi COVID-19. "Suatu virus yang cukup membahayakan > > apabila kita sembrono dan tidak mengambil langkah-langkah yang > > harus diambil," kata Prabowo. Dalam keadaan yang merisaukan saat > > ini, kata Prabowo, bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan > > semangat, apalagi sampai berputus asa. "Dalam keadaan merisaukan > > ini, justru dibutuhkan semangat, ketegaran, keberanian, dan yang > > paling utama adalah rasa persaudaraan, rasa persatuan, kita harus > > kompak" kata Prabowo menegaskan. Baca juga: MUI: Tidak mudik sama > > dengan jihad kemanusiaan Ia berpendapat bahwa rakyat dan pemerintah > > harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan. "Sebagai manusia, > > kita pasti membuat kesalahan, kita pasti membuat sesuatu yang > > dinilai kurang, tetapi justru di saat ini kita harus saling mengisi > > kekurangan kita masing-masing, kita harus saling memperbaiki kalau > > ada di antara kita yang kurang atau salah. Bukan kita caci maki, > > bukan kita marah-marah, bukan kita mengejek," kata Prabowo. Prabowo > > mengungkapkan alasannya bergabung dengan pemerintah karena tidak > > ingin ada perpecahan. Ia juga telah putuskan waktu itu untuk > > melakukan langkah besar berupa rekonsiliasi nasional. "Dengan > > mengesampingkan kepentingan partai, perasaan pribadi, dan segala > > sesuatu yang menjadi pikiran-pikiran kita pada saat itu. Demi satu > > hal, yaitu kerukunan nasional, persatuan nasional, dan rekonsiliasi > > nasional," kata Prabowo. Untuk itu, Prabowo mengaku enggan menjadi > > bagian dari perpecahan Indonesia berapa pun ongkosnya. Baca > > juga: Ade Yasin siapkan sanksi tegas pelanggar PSBB di Bogor > > Menteri Pertahanan RI itu meminta semua pihak menerima dengan > > lapang dada dan mengesampingkan perasaan. "Saya tidak mau merupakan > > bagian daripada perpecahan itu berapa pun ongkos yang harus kita > > bayar. Betapa pun sedihnya perasaan kita harus kita kesampingkan > > demi kepentingan yang lebih besar," kata Prabowo. Pewarta: Abdu > > Faisal Editor: D.Dj. Kliwantoro > > > >
