Betuuul "SISTIM Masyarakat" di Indonesia itulah DASAR masalahnya! Yang jelas harus dirubah secara radikal, sejak 17 Agustus 1945 sekalipun menyatakan diri MERDEKA, tapi hakekatnya BELUM MERDEKA sepenuhnya, BELUM berhasil menegakkan Kekuasaan RAKYAT dalam arti sesungguhnya sampai sekarang ini! Lalu?

Kenyataan sampai sekarang yang dinamakan kekuatan rakyat juga BELUM berhasil tegak berdiri! Menampilkan tokoh nya sendiri maju kedepan yang bisa diterima secara mayoritas mutlak rakyat Indonesia juga BELUM MAMPU, .... bagaimana bicara menegakkan kekuasaan RAKYAT???

Jadi, ditingkat perjuangan sekarang, yaaa harus memperjuangkan apa kiranya yang bisa dicapai lebih baik bagi rakyat banyak, sesuai keadaan subjektif dan objektif yang ada saja dahulu! TIDAK bisa memaksakan mimpi indah kita jadi kenyataan kalau melampaui kenyataan objektif yang dihadapi! Yang terjadi justru akan kebalikkan dari apa yang kita mimpikan itu, CELAKAAA dan penderitaan lebih PARAH bagi rakyat banyak, ...



'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/25 下午 11:29 寫道:

Saya banyak sependapat dng urain bung. Diantara msl yang bung kemukakan
sbg "keadaan bangsa kita sekarang ini yang sedang menghadapi berbagai
kesulitan dan rintangan yang bertumpuk-tumpuk.". Kalau ditinjau dari
segi ekonomi politik yang menjadi landasan sistim masyarakat kan bisa
kita simpulkan sbg kontradiksi antara pandangan ekonomi-berdikari kontra
ekonomi neo-liberal. Apa tidak begitu bung Manap? kalau kita teliti
secara kongkrit pihak-pihak mana yang mengikuti faham neo-liberal dan
mana yang memperjuangkan pandangan ekonomi berdikari?

Salam
Lusi.-

Am Sat, 25 Apr 2020 12:06:19 +0000
(UTC) schrieb "S Manap [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

>
>    Bung Lusi yb.
>    Saya mengapresiasi tanggapan bung atas pandangan yang sudah saya
> kemukakan menyangkut pernyataan Prabowo. Sebagaimana bung bisa baca
> sendiri , saya memulai tulisan saya dengan kalimat: "Terlepas dari
> siapa Prabowo dan berbagai pandangan serta pendapat terhadap
> Prabowo........." .  Dari situ bisa dilihat bahwa saya tidak
> menyangsikan apa yang telah dilakukan oleh Prabowo sesuai dengan
> fungsi dan kedudukannya dalam masyarakat sejak dari jaman  Orba
> Soeharto berkuasa maupun sesudah itu bahkan sampai sekarang. Namun
> demikian saya melihat keadaan serba sulit yang dihadapi oleh bangsa
> kita dewasa ini. Dalam keadaan demikian persatuan seluruh bangsa dan
> ketenangan dalam masyarakat sangat diperlukan. Itulah sebabnya ketika
> membaca sikap Prabowo yang menghindari perpecahan bangsa  maka saya
> anggap merupakan sikap yang positif dan perlu dihargai. Sebagaimana
> kita ketahui bersama bahwa Prabowo itu mendapat dukungan yang luas
> dari elemen pemecah belah bangsa, dari elemen non tolerans.. Andaikan
> Prabowo masih tetap berpegang pada pendiriannya yang semula, kita
> tidak bisa membayangkan seperti apa keadaan bangsa kita sekarang ini
> yang sedang menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan yang
> bertumpuk-tumpuk. Karena itulah maka hal-hal yang sudah kita ketahui
> selama ini tentang Prabowo, bisa dikesampingkan dulu paling tidak
> untuk sementara. Jaga dulu persatuan  dan ketenteraman demi keutuhan
> bangsa kita ini. Salam         S.Manap.
>
> Den lördag 25 april 2020 13:22:19 CEST, 'Lusi D.'
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
>
> Yah bung Manap. Tapi Prabowo nampaknya satu-satunya jendral Indonesia
> yg mampu melancarkan strategi dan tatik dalam mengoperasikan peranan
> kementeriannya sekarang ini, termasuk penggelembungan harga pembelian
> alutsista.
> Kalau menurut bung Manap, sesuai dengan waktu kejadiaannya baik
> pembunuhan di Timtim maupun peristiwa perkosaan massal di Jakarta dulu
> itu yang bertanggungjawab dlm setiap operasi militer tertinggi, kan
> Wiranto, termasuk pendapat Munir dlm salah satu siaran talkshow
> sebelum berangkat ke Nederland. Mengapa kok harus dia yang jadi
> sasaran tuduhan thd operasi militer itu dan menegapa kok tidak di
> adakan dan diputuskan dalam pengadilan militer?
>
> Salam untuk Bung Manap.
> Lusi.-
>
> Am Fri, 24 Apr 2020 18:09:53 +0000 kan panglimanya yang paling
> (UTC) schrieb "S Manap [email protected] [GELORA45]"
> <[email protected]>:
>
> >
> >   " Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu berapapun
> > ongkos yang harus kita bayar. Betapapun sedihnya perasaan kita harus
> > kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar". Kalimat itu
> > diucapkan oleh Prabowo. Terlepas dari siapa Prabowo dan berbagai
> > pandangan serta pendapat terhadap Prabowo, namun apa yang diucapkan
> > oleh Prabowo sesuai dengan kutipan di atas patut dihargai. Karena
> > yang kita utamakan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan
> > golongan. Lebih-lebih lagi bukan kepentingan segelintir kecil kaum
> > intoleran yang  selama ini selalu mendatangkan perpecahan bangsa dan
> > yang selama ini  merupakan pendukung Prabowo, termasuk  usaha mereka
> > mendukung Prabowo dalam pemilihan Presiden yang sudah 2 kali
> > dilaksanakan. S.M. Den torsdag 23 april 2020 04:55:15 CEST, Sunny
> > ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> > skrev:
> >
> >
> > Berapa banyak jumlah rakyat miskin?
> > On Thu, Apr 23, 2020 at 4:05 AM ChanCT [email protected]
> > [GELORA45] <[email protected]> wrote:
> >
> >
> >
> > Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto
> > menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk kepentingan rakyat yang
> > paling miskin dan paling lemah. Lewat sebuah video di akun Twitter
> > pribadinya, Rabu (22/4) malam, Prabowo bercerita mengenai apa yang
> > dirasakannya selama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko
> > Widodo. "Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi
> > kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari
> > dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang
> > menjadi dasar pemikiran beliau adalah keselamatan rakyat yang
> > paling miskin dan rakyat yang paling lemah," kata Prabowo dikutip
> > dari video pada akun @Prabowo, Kamis (23/4/2020) dini hari. Lebih
> > lanjut, Prabowo mengaku telah melihat langsung komitmen Presiden
> > Jokowi untuk membersihkan pemerintah Indonesia dari korupsi. Baca
> > juga: Di tengah pandemi, Barata Indonesia berhasil ekspansi ke
> > Armenia Namun, Prabowo tidak menyebut kolusi dan nepotisme sebagai
> > bagian dari kesaksiannya tersebut. Selama ini, kata Prabowo,
> > pemberantasan korupsi adalah bagian penting dari komitmen
> > pemerintahan Presiden Jokowi. Untuk itu, sebagai pimpinan tertinggi
> > Partai Gerindra, Prabowo meminta seluruh kader Partai Gerindra
> > untuk percaya kepada pemerintah. Ia mengatakan bahwa Pemerintah
> > tidak akan mungkin mengambil keputusan yang merugikan rakyat,
> > bangsa, dan negara Indonesia. Prabowo meminta semua pihak untuk
> > bersatu karena bangsa ini tengah berhadapan dengan suatu bencana,
> > yaitu pandemi COVID-19. "Suatu virus yang cukup membahayakan
> > apabila kita sembrono dan tidak mengambil langkah-langkah yang
> > harus diambil," kata Prabowo. Dalam keadaan yang merisaukan saat
> > ini, kata Prabowo, bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan
> > semangat, apalagi sampai berputus asa. "Dalam keadaan merisaukan
> > ini, justru dibutuhkan semangat, ketegaran, keberanian, dan yang
> > paling utama adalah rasa persaudaraan, rasa persatuan, kita harus
> > kompak" kata Prabowo menegaskan. Baca juga: MUI: Tidak mudik sama
> > dengan jihad kemanusiaan Ia berpendapat bahwa rakyat dan pemerintah
> > harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan. "Sebagai manusia,
> > kita pasti membuat kesalahan, kita pasti membuat sesuatu yang
> > dinilai kurang, tetapi justru di saat ini kita harus saling mengisi
> > kekurangan kita masing-masing, kita harus saling memperbaiki kalau
> > ada di antara kita yang kurang atau salah. Bukan kita caci maki,
> > bukan kita marah-marah, bukan kita mengejek," kata Prabowo. Prabowo
> > mengungkapkan alasannya bergabung dengan pemerintah karena tidak
> > ingin ada perpecahan. Ia juga telah putuskan waktu itu untuk
> > melakukan langkah besar berupa rekonsiliasi nasional. "Dengan
> > mengesampingkan kepentingan partai, perasaan pribadi, dan segala
> > sesuatu yang menjadi pikiran-pikiran kita pada saat itu. Demi satu
> > hal, yaitu kerukunan nasional, persatuan nasional, dan rekonsiliasi
> > nasional," kata Prabowo. Untuk itu, Prabowo mengaku enggan menjadi
> > bagian dari perpecahan Indonesia berapa pun ongkosnya. Baca
> > juga: Ade Yasin siapkan sanksi tegas pelanggar PSBB di Bogor
> > Menteri Pertahanan RI itu meminta semua pihak menerima dengan
> > lapang dada dan mengesampingkan perasaan. "Saya tidak mau merupakan
> > bagian daripada perpecahan itu berapa pun ongkos yang harus kita
> > bayar. Betapa pun sedihnya perasaan kita harus kita kesampingkan
> > demi kepentingan yang lebih besar," kata Prabowo. Pewarta: Abdu
> > Faisal Editor: D.Dj. Kliwantoro
> >
> >


Kirim email ke