( Selasa 28/4)  Ini adalah berita terbaru hari ini, sesuai informasi yg
diterima dari media resmi di Amerika , bahwa Gubernur negara bagian
California Jerry Brown lakukan gabrakan yang sangat penting , dia
memerintahkan jajarannya melakukan atopsi terhadap mayat pasien yang
meninggal setelah Desember tahun lalu yg sesuai data mati disebabkan karena
penyakit flu . Tujuannya adalah untuk mengatahui secara pasti dan
membutikan sesunggahnya mulai kapan Covid 19 telah beredar di tengah
masyarakat California . ini juga sangat mendesak dan penting agar ilmu
kesehatan memberi manfaaat dan arti bagi kehidupan. dalam jumpa pers dia
menegaskan bahwa tidak hanya California saja yang melakukan penelitihan
ini, tapi negara bagian lain di Amerika Serikat juga akan melakukan hal
yang sama, California hanya yang mulai duluan. Karena semua pemerintah
negara bagian ingin jelas dan terbuka atas masalah sesungguhnys, bukan
menutupinya. Sebab Covid 19 telah memberi pukulan dan dampak negatif sangat
besar terhadap perekonomian Amerika , maka mengungkapkan kebenran adalah
hal yang tidak bisa dihalang oleh pihak manapun.

Dua hari lalu dinas kesehatan kebupaten San Diego California telah lakukan
penelitihan terhadap 3 mayat yang menginggal dengan data penyakit flu ,
hasil atopsi menunjukan  bahwa mereka sesungguhnya meninggal karena
 positif Covid 19 , dimana 3 warga ini masing-masing meninggal pada tanggal
6/2, 17/2 & 6/3. Dan sesuai data resmi pemerintahan menunjukan ke 3 warga
tersebut semasa hidup tidak pernah ke RRC ,dan kematian mereka yang sangat
awal ini membuka suatu kenyataan yang sangat ditakuti pemerintahan Donald
Trump , dimana ini membuktikan bahwa Covid 19  telah ada ditengah
masyarakat Amerika jauh sebelum timbulnys kasus di RRC . Setalah mendapat
laporan resmi tersebut Gubernur California menginstruksi adakan penelitihan
mendalam lebih lanjut . menurut dinas kesehatan setempat , 3 warga yang
meninggal itu hanya bagian kecil dari gunung es yg ada, dimana masih banyak
kasus dibelakangnya yang menunggu , bahwa sangat banyak pasien yang
meninggal karena Covid 19 di Amerika tetapi dalam laporan medis hanya
ducatat dan diakui meninggal karena flu biasa. Berita di atas langsung
 mengempar Amerika dan dunia. Karena Trump terus mengelak dan menutupi
kebenaran , bahkan  sengaja memganti sebutan nama Covid 19 menjadi Virus
China . Tujuan sengaja memfitnah dan menuduh agar memberi tekanan kepada
RRC, bahwa Covid 19 berasal dari RRC.

Dengan hasil atopsi mayat-mayat di California telah menunjikan bahwa
sesungguhnya Covid 19 telah lama ada di Amerika dan telah menyebabkan
banyak warga Amerika meninggal jauh sebelumnya. Hanya pemerintah Amerika
tidak berani mengakuinya dan selalu usaha menutup fakta yang ada, dengan
sengaja mencatat pasien positif covid 19 sebagai  pasien penyakit flu
biasa.

Setelah mengkambing hitam RRC , Trump berusaha menekan WHO dengan
menghentikan bantuan dana kepada WHO. Kini Trump telah gagal dengan
tuduhan-tuduhan fiktif yang terus dilontarkannya, bahkan
kebohongan-kebohongannya justru menjadi beban yang kian berat menimpah
dipundaknya sendiri. Dimana  juga kita diketahui kapal induk Theodore
Rooseveit milik Amerika yang berlayar di tengah samudra bebas
berbulan-bulan jauh sebelum kasus covid 19 timbul , namun tentara di kapal
induk yang tidak berhubungan dengan pihak luar tersebut terpapar positif
covid 19 , ini membuktikan Covid 19 di kapal induk tersebut dibawa dari
daratan  Amerika bukan berasal dari negara lain manapun. Hal yang sama juga
terjadi di kapal-kapal selam Amerika, banyak tentara AS di kapal selam yang
positif Covid 19, sedangkan kapal-kapal selam yang tidak mungkin kontak
langsung dengan pihak luar  tersebut telah berlayar berbulan-bulan didalam
lautan . ini juga buktikan bahwa tentara AS yang membawa Covid 19 dari
darat Amerika ke dalam kapal selam.

Bukti-bukti di atas menjelaskan bahwa Covid 19 telah ada di Amerika jauh
sebelum ditemukannya virus Corona / Covid 19 di RRC. hanya pemerintah
Amerika dibawah President Trump tidak mau mengakuinya , bahkan berusaha
dengan segela cara untuk menutup fakta.

Dengan penelitihan resmi di California menhatopsi mayat-mayat membuktikan
Covid 19 telah ada di Amerika jauh sebelum kasus Covid 19 muncul di RRC ,
ini juga bisa menarik suatu kesimpulan bahwa Covid 19 lebih mungkin berasal
dari Amerika dari pada bermula di RRC .
Kini topeng Trump telah mulai terbuka. Trump berusaha keras menutupi fakta
dengan tidak mau umumkan kebenaran yang ada  . Tujuannya agar tidak dinilai
tidak  miliki kemampuan dalam mencegah dan hentikan virus Covid 19  , serta
khwatir hilang kepercayaan di mata warga masyarakat Amerika . Awalnya
pemerintah Trump menganggap enteng terhadap Covid 19 dan mengabaikan
penyakit ini , dan sengaja menutup teliga mendengar laporan dan berita
tentang virus corona , diluar dugaan awal mereka ternyata keganasan Covid
19 jauh diatas perkiraan mereka sebelumnya. Sampai akhirnya Trump tidak
mampu menutup kenyataan lagi,  dan keadaan memaksanya secara pelan mulai
mengakui adanya covid 19 di Amerika , namun bisa  fakta menunjukan dalam
waktu singkat angka yang terpapar covid 19 dan angka kematian di Amerika
adalah yang tertinggi di dunia. Ini juga buktikan bahwa Covid 19 telah lama
terpendam di daratan Amerika.
Saat ini kepercayan masyarakat Amerika terhadap kemampuan Trump  ada di
titik terendah, jabatan presiden di priode ke 2 yg diimpikannya mungkin
sudah tidak ada harapan.

Pemerintah-pemerintah negara bagian Amerika serikat mulai menuntut tanggung
jawab Trump, mereka mengatakan Trump sangat tidak seriu. tidak mampu dan
tidak trasfaran dalam mencegah Covid 19 yang mengakibatan terjadinya mala
petaka di Amerika , dan melakukan banyak kesalahan yang dinilai sangat
bodoh. Memang Trump tetap miliki kelompok masyarakat yang mendukungnya yg
selalu aktif lalkukan mendemontrasi mendukung Trump . Namun sebagian besar
masyarakat Amerika yang menantang Trump dan meminta pertanggung jawab Trump
dengan melakukan demontrasi untuk meneriakan ketidak mampuan Trump, mereka
adakan demontrasi di depan Trump Plaza .

 Saat ini  ada 2 Gubernur negara bagian yang terang-terangan menantang
Trump. Mereka adalah  Gubernur New York dan Gubernur California. Dalam
pernyataan resmi Gubernur New York  Andrew Cuono mengatakan Trump sangat
tidak terbuka dan tidak miliki kemampuan dan sengaja tutup fakta dalam
mencegah Covid 19  di Amerika , sesuai data yang ada warga yang terpapar
Covid 19 di New York saja telah menyentuh angka 250.000. Sedangkan Gubernur
California menegaskan bahwa jika Trump tidak mengakui kesalahan dalam
tangani Covid 19, California tidak abaikan untuk merdekakan diri , dan
melepas diri dari Kepemerintahan Perserikatan Amerika Serikat. Dan akan
bertindak berlaku berbagai cara sebagai negara merdeka untuk bertidak
dengan kebijakan di bidang medis mereka sendiri dan membeli serta
mendatangkan alat kesehatan sendiri dari negara lain.
Seperti kertas yang tidak mungkin mampu membungkus api,
kebohongan-kebohongan Trump terungkap dan tidak mungkin bisa ditutup lagi,
 saat topeng terakhirnya dibuka maka semua kebenaran akan muncul, mungkin
nantinya sejarah akan mencatat bahwa Virus Covid 19 bermula dan berasal
dari Amereka  , dan karena tindakan Trump yang sangat tidak terpuji telah
membuat banyak orang mati di dunia karena Covid 19. ini mengkin menjadi
tragedi kemanusiaan terbesar di abad ini.

Kirim email ke