Saya mendapat artikel dari Quara group diskusi: Menurut berita, memang
betul sudah ada kasus coronavirus di AS.. Namun Dr. Chu dilarang oleh
CDC dan FDA utk menyelidiki lebih lanjut. Cover up dimana asal virus
dari AS???
Helen Chu wanted to test a couple of weeks before Feb 25.
“ In Seattle, Dr. Helen Chu, an infectious disease expert who was part
of an ongoing flu-monitoring effort, the Seattle Flu Study, asked
permission to test their trove of collected flu swabs for coronavirus.
State health officials joined Chu in asking the CDC and Food and Drug
Administration to waive privacy rules and allow clinical tests in a
research lab, citing the threat of significant loss of life. The CDC
and FDA said no. "We felt like we were sitting, waiting for the
pandemic to emerge," Chu told the
<https://www.nytimes.com/2020/03/10/us/coronavirus-testing-delays.html>Times
<https://www.nytimes.com/2020/03/10/us/coronavirus-testing-delays.html>.
"We could help. We couldn't do anything."
They held off for a couple of weeks, but on Feb. 25, Chu and her
colleagues "began performing coronavirus tests, without government
approval," the Times reports. They found a positive case pretty
quickly, and after discussing the ethics, they told state health
officials, who confirmed the next day that a teenager who hadn't
traveled abroad had COVID-19 — and the virus had likely been spreading
undetected throughout the Seattle area
<https://theweek.com/speedreads/899293/coronavirus-death-toll-reaches-2-tops-3000-worldwide-virus-keeps-spreading>
for weeks. Later that day, the CDC and FDA told Chu and her colleagues
to stop testing, then partially relented, and the lab found several
more cases. On Monday night, they were ordered to stop testing again.“
On Wednesday, April 29, 2020, 10:45:35 PM PDT, kh djie
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Bung Jo,
Dapatnya dari milis lain. Tidak ditulis sumbernya.
Salam,
Djie
Op do 30 apr. 2020 om 07:40 schreef B.H. Jo <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
Bung Djie,
Berita tsb dibawah berasal dari surat kabar atau berita TV news
dari mana? Sebab kami yg di North America/Kanada tidak mengetahui
bhw Gubernur dari California, Jerry Brown, akan melakukan
penyelidikan ttg orang/pasien2 yg meninggal sebelum terjadi wabah
di Wuhan. Padal saya setiap hari melihat semua berita ttg
coronavirus dari berita2 dari North America. Apa berita semacam
ini di "block" disini? Kalau memang betul kasus2 coronavirus sudah
ada sebelum bulan Desember, konsekwen nya sangat merugikan
Amerika. Dan barangkali coronavirus ini bisa juga asalnya dari
biological weapon dari Amerika dimana berita nya di tutup2 i.
Berita masih simpang-siur ttg asalnya Covid-19 dimana apakah
Covid-19 bisa terjadi dari alam/secara almiah (misal: kelelawar)
atau diciptakan di laboratory? Harap saja, penyelidikan lebih
lanjut yg trasparen bisa menjelaskan asal usulnya.
Salam,
BH Jo
On Wednesday, April 29, 2020, 09:49:05 PM PDT, kh djie
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
( Selasa 28/4) Ini adalah berita terbaru hari ini, sesuai
informasi yg diterima dari media resmi di Amerika , bahwa Gubernur
negara bagian California Jerry Brown lakukan gabrakan yang sangat
penting , dia memerintahkan jajarannya melakukan atopsi terhadap
mayat pasien yang meninggal setelah Desember tahun lalu yg sesuai
data mati disebabkan karena penyakit flu . Tujuannya adalah untuk
mengatahui secara pasti dan membutikan sesunggahnya mulai kapan
Covid 19 telah beredar di tengah masyarakat California . ini juga
sangat mendesak dan penting agar ilmu kesehatan memberi manfaaat
dan arti bagi kehidupan. dalam jumpa pers dia menegaskan bahwa
tidak hanya California saja yang melakukan penelitihan ini, tapi
negara bagian lain di Amerika Serikat juga akan melakukan hal yang
sama, California hanya yang mulai duluan. Karena semua pemerintah
negara bagian ingin jelas dan terbuka atas masalah sesungguhnys,
bukan menutupinya. Sebab Covid 19 telah memberi pukulan dan dampak
negatif sangat besar terhadap perekonomian Amerika , maka
mengungkapkan kebenran adalah hal yang tidak bisa dihalang oleh
pihak manapun.
Dua hari lalu dinas kesehatan kebupaten San Diego California telah
lakukan penelitihan terhadap 3 mayat yang menginggal dengan data
penyakit flu , hasil atopsi menunjukan bahwa mereka sesungguhnya
meninggal karena positif Covid 19 , dimana 3 warga ini
masing-masing meninggal pada tanggal 6/2, 17/2 & 6/3. Dan sesuai
data resmi pemerintahan menunjukan ke 3 warga tersebut semasa
hidup tidak pernah ke RRC ,dan kematian mereka yang sangat awal
ini membuka suatu kenyataan yang sangat ditakuti pemerintahan
Donald Trump , dimana ini membuktikan bahwa Covid 19 telah ada
ditengah masyarakat Amerika jauh sebelum timbulnys kasus di RRC .
Setalah mendapat laporan resmi tersebut Gubernur California
menginstruksi adakan penelitihan mendalam lebih lanjut . menurut
dinas kesehatan setempat , 3 warga yang meninggal itu hanya bagian
kecil dari gunung es yg ada, dimana masih banyak kasus
dibelakangnya yang menunggu , bahwa sangat banyak pasien yang
meninggal karena Covid 19 di Amerika tetapi dalam laporan medis
hanya ducatat dan diakui meninggal karena flu biasa. Berita di
atas langsung mengempar Amerika dan dunia... Karena Trump terus
mengelak dan menutupi kebenaran , bahkan sengaja memganti sebutan
nama Covid 19 menjadi Virus China . Tujuan sengaja memfitnah dan
menuduh agar memberi tekanan kepada RRC, bahwa Covid 19 berasal
dari RRC.
Dengan hasil atopsi mayat-mayat di California telah menunjikan
bahwa sesungguhnya Covid 19 telah lama ada di Amerika dan telah
menyebabkan banyak warga Amerika meninggal jauh sebelumnya. Hanya
pemerintah Amerika tidak berani mengakuinya dan selalu usaha
menutup fakta yang ada, dengan sengaja mencatat pasien positif
covid 19 sebagai pasien penyakit flu biasa.
Setelah mengkambing hitam RRC , Trump berusaha menekan WHO dengan
menghentikan bantuan dana kepada WHO. Kini Trump telah gagal
dengan tuduhan-tuduhan fiktif yang terus dilontarkannya, bahkan
kebohongan-kebohongannya justru menjadi beban yang kian berat
menimpah dipundaknya sendiri. Dimana juga kita diketahui kapal
induk Theodore Rooseveit milik Amerika yang berlayar di tengah
samudra bebas berbulan-bulan jauh sebelum kasus covid 19 timbul ,
namun tentara di kapal induk yang tidak berhubungan dengan pihak
luar tersebut terpapar positif covid 19 , ini membuktikan Covid 19
di kapal induk tersebut dibawa dari daratan Amerika bukan berasal
dari negara lain manapun. Hal yang sama juga terjadi di
kapal-kapal selam Amerika, banyak tentara AS di kapal selam yang
positif Covid 19, sedangkan kapal-kapal selam yang tidak mungkin
kontak langsung dengan pihak luar tersebut telah berlayar
berbulan-bulan didalam lautan . ini juga buktikan bahwa tentara AS
yang membawa Covid 19 dari darat Amerika ke dalam kapal selam.
Bukti-bukti di atas menjelaskan bahwa Covid 19 telah ada di
Amerika jauh sebelum ditemukannya virus Corona / Covid 19 di RRC.
hanya pemerintah Amerika dibawah President Trump tidak mau
mengakuinya , bahkan berusaha dengan segela cara untuk menutup fakta.
Dengan penelitihan resmi di California menhatopsi mayat-mayat
membuktikan Covid 19 telah ada di Amerika jauh sebelum kasus Covid
19 muncul di RRC , ini juga bisa menarik suatu kesimpulan bahwa
Covid 19 lebih mungkin berasal dari Amerika dari pada bermula di RRC .
Kini topeng Trump telah mulai terbuka. Trump berusaha keras
menutupi fakta dengan tidak mau umumkan kebenaran yang ada .
Tujuannya agar tidak dinilai tidak miliki kemampuan dalam
mencegah dan hentikan virus Covid 19 , serta khwatir hilang
kepercayaan di mata warga masyarakat Amerika .. Awalnya pemerintah
Trump menganggap enteng terhadap Covid 19 dan mengabaikan penyakit
ini , dan sengaja menutup teliga mendengar laporan dan berita
tentang virus corona , diluar dugaan awal mereka ternyata
keganasan Covid 19 jauh diatas perkiraan mereka sebelumnya. Sampai
akhirnya Trump tidak mampu menutup kenyataan lagi, dan keadaan
memaksanya secara pelan mulai mengakui adanya covid 19 di Amerika
, namun bisa fakta menunjukan dalam waktu singkat angka yang
terpapar covid 19 dan angka kematian di Amerika adalah yang
tertinggi di dunia. Ini juga buktikan bahwa Covid 19 telah lama
terpendam di daratan Amerika.
Saat ini kepercayan masyarakat Amerika terhadap kemampuan Trump
ada di titik terendah, jabatan presiden di priode ke 2 yg
diimpikannya mungkin sudah tidak ada harapan.
Pemerintah-pemerintah negara bagian Amerika serikat mulai menuntut
tanggung jawab Trump, mereka mengatakan Trump sangat tidak seriu.
tidak mampu dan tidak trasfaran dalam mencegah Covid 19 yang
mengakibatan terjadinya mala petaka di Amerika , dan melakukan
banyak kesalahan yang dinilai sangat bodoh. Memang Trump tetap
miliki kelompok masyarakat yang mendukungnya yg selalu aktif
lalkukan mendemontrasi mendukung Trump . Namun sebagian besar
masyarakat Amerika yang menantang Trump dan meminta pertanggung
jawab Trump dengan melakukan demontrasi untuk meneriakan ketidak
mampuan Trump, mereka adakan demontrasi di depan Trump Plaza .
Saat ini ada 2 Gubernur negara bagian yang terang-terangan
menantang Trump. Mereka adalah Gubernur New York dan Gubernur
California. Dalam pernyataan resmi Gubernur New York Andrew Cuono
mengatakan Trump sangat tidak terbuka dan tidak miliki kemampuan
dan sengaja tutup fakta dalam mencegah Covid 19 di Amerika ,
sesuai data yang ada warga yang terpapar Covid 19 di New York saja
telah menyentuh angka 250.000. Sedangkan Gubernur California
menegaskan bahwa jika Trump tidak mengakui kesalahan dalam tangani
Covid 19, California tidak abaikan untuk merdekakan diri , dan
melepas diri dari Kepemerintahan Perserikatan Amerika Serikat. Dan
akan bertindak berlaku berbagai cara sebagai negara merdeka untuk
bertidak dengan kebijakan di bidang medis mereka sendiri dan
membeli serta mendatangkan alat kesehatan sendiri dari negara lain.
Seperti kertas yang tidak mungkin mampu membungkus api,
kebohongan-kebohongan Trump terungkap dan tidak mungkin bisa
ditutup lagi, saat topeng terakhirnya dibuka maka semua kebenaran
akan muncul, mungkin nantinya sejarah akan mencatat bahwa Virus
Covid 19 bermula dan berasal dari Amereka , dan karena tindakan
Trump yang sangat tidak terpuji telah membuat banyak orang mati di
dunia karena Covid 19. ini mengkin menjadi tragedi kemanusiaan
terbesar di abad ini.