Sebetulnya, yang lebih PENTING mengejar 5 warga AS yang menghadiri Pekan Olahraga Militer Sedunia di Wuhan, 18-26 Oktober 2019, yang sakit dan berobat di RS Wuhan, salah seorang pembalap sepeda Maatje Benassi Perempuan turunan Belanda pernah diungkap abangnya, Mathew Benassi yang bekerja di Lab Biologi Fort Detrick yang dibulan Agustus tahun lalu tiba-tiba ditutup itu, pernah diberitakan sakit radang rapu dan sebelum sembuh ditarik pulang ke Amerika dengan dijemput pesawat terbang khusus, .... Kenapa 5 warga itu sampai sekarang tidak dibuka dengan kejelasan dimana mereka sekarang dan apa sakit sesungguhnya??? Amerika juga masih hutang penjelasan kenapa lab. Fort Detrick yang begitu besar tiba-tiba ditutup???

'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 03:06 寫道:
Saya mendapat artikel dari Quara group diskusi: Menurut berita, memang betul sudah ada kasus coronavirus di AS.. Namun Dr. Chu dilarang oleh CDC dan FDA utk menyelidiki lebih lanjut. Cover up dimana asal virus dari AS???


Helen Chu wanted to test a couple of weeks before Feb 25.

“ In Seattle, Dr. Helen Chu, an infectious disease expert who was part of an ongoing flu-monitoring effort, the Seattle Flu Study, asked permission to test their trove of collected flu swabs for coronavirus.

State health officials joined Chu in asking the CDC and Food and Drug Administration to waive privacy rules and allow clinical tests in a research lab, citing the threat of significant loss of life. The CDC and FDA said no. "We felt like we were sitting, waiting for the pandemic to emerge," Chu told the <https://www.nytimes.com/2020/03/10/us/coronavirus-testing-delays.html>Times <https://www.nytimes.com/2020/03/10/us/coronavirus-testing-delays.html>. "We could help. We couldn't do anything."

They held off for a couple of weeks, but on Feb. 25, Chu and her colleagues "began performing coronavirus tests, without government approval," the Times reports. They found a positive case pretty quickly, and after discussing the ethics, they told state health officials, who confirmed the next day that a teenager who hadn't traveled abroad had COVID-19 — and the virus had likely been spreading undetected throughout the Seattle area <https://theweek.com/speedreads/899293/coronavirus-death-toll-reaches-2-tops-3000-worldwide-virus-keeps-spreading> for weeks. Later that day, the CDC and FDA told Chu and her colleagues to stop testing, then partially relented, and the lab found several more cases. On Monday night, they were ordered to stop testing again.“





On Wednesday, April 29, 2020, 10:45:35 PM PDT, kh djie [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:


Bung Jo,
Dapatnya dari milis lain. Tidak ditulis sumbernya.
Salam,
Djie

Op do 30 apr. 2020 om 07:40 schreef B.H. Jo <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Bung Djie,

    Berita tsb dibawah berasal dari surat kabar atau berita TV news
    dari mana? Sebab kami yg di North America/Kanada tidak mengetahui
    bhw Gubernur dari California, Jerry Brown, akan melakukan
    penyelidikan ttg orang/pasien2 yg meninggal sebelum terjadi wabah
    di Wuhan. Padal saya setiap hari melihat semua berita ttg
    coronavirus dari berita2 dari North America. Apa berita semacam
    ini di "block" disini? Kalau memang betul kasus2 coronavirus sudah
    ada sebelum bulan Desember, konsekwen nya sangat merugikan
    Amerika. Dan barangkali coronavirus ini bisa juga asalnya dari
    biological weapon dari Amerika dimana berita nya di tutup2 i.
    Berita masih simpang-siur ttg asalnya Covid-19 dimana apakah
    Covid-19 bisa terjadi dari alam/secara almiah (misal: kelelawar)
    atau diciptakan di laboratory? Harap saja, penyelidikan lebih
    lanjut yg trasparen bisa menjelaskan asal usulnya.

    Salam,
    BH Jo

    On Wednesday, April 29, 2020, 09:49:05 PM PDT, kh djie
    [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
    <[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:


    ( Selasa 28/4)  Ini adalah berita terbaru hari ini, sesuai
    informasi yg diterima dari media resmi di Amerika , bahwa Gubernur
    negara bagian California Jerry Brown lakukan gabrakan yang sangat
    penting , dia memerintahkan jajarannya melakukan atopsi terhadap
    mayat pasien yang meninggal setelah Desember tahun lalu yg sesuai
    data mati disebabkan karena penyakit flu . Tujuannya adalah untuk
    mengatahui secara pasti dan membutikan sesunggahnya mulai kapan
    Covid 19 telah beredar di tengah masyarakat California . ini juga
    sangat mendesak dan penting agar ilmu kesehatan memberi manfaaat
    dan arti bagi kehidupan. dalam jumpa pers dia menegaskan bahwa
    tidak hanya California saja yang melakukan penelitihan ini, tapi
    negara bagian lain di Amerika Serikat juga akan melakukan hal yang
    sama, California hanya yang mulai duluan. Karena semua pemerintah
    negara bagian ingin jelas dan terbuka atas masalah sesungguhnys,
    bukan menutupinya. Sebab Covid 19 telah memberi pukulan dan dampak
    negatif sangat besar terhadap perekonomian Amerika , maka
    mengungkapkan kebenran adalah hal yang tidak bisa dihalang oleh
    pihak manapun.

    Dua hari lalu dinas kesehatan kebupaten San Diego California telah
    lakukan penelitihan terhadap 3 mayat yang menginggal dengan data
    penyakit flu , hasil atopsi menunjukan  bahwa mereka sesungguhnya
    meninggal karena  positif Covid 19 , dimana 3 warga ini
    masing-masing meninggal pada tanggal 6/2, 17/2 & 6/3. Dan sesuai
    data resmi pemerintahan menunjukan ke 3 warga tersebut semasa
    hidup tidak pernah ke RRC ,dan kematian mereka yang sangat awal
    ini membuka suatu kenyataan yang sangat ditakuti pemerintahan
    Donald Trump , dimana ini membuktikan bahwa Covid 19  telah ada
    ditengah masyarakat Amerika jauh sebelum timbulnys kasus di RRC .
    Setalah mendapat laporan resmi tersebut Gubernur California
    menginstruksi adakan penelitihan mendalam lebih lanjut . menurut
    dinas kesehatan setempat , 3 warga yang meninggal itu hanya bagian
    kecil dari gunung es yg ada, dimana masih banyak kasus
    dibelakangnya yang menunggu , bahwa sangat banyak pasien yang
    meninggal karena Covid 19 di Amerika tetapi dalam laporan medis
    hanya ducatat dan diakui meninggal karena flu biasa. Berita di
    atas langsung  mengempar Amerika dan dunia... Karena Trump terus
    mengelak dan menutupi kebenaran , bahkan  sengaja memganti sebutan
    nama Covid 19 menjadi Virus China . Tujuan sengaja memfitnah dan
    menuduh agar memberi tekanan kepada RRC, bahwa Covid 19 berasal
    dari RRC.

    Dengan hasil atopsi mayat-mayat di California telah menunjikan
    bahwa sesungguhnya Covid 19 telah lama ada di Amerika dan telah
    menyebabkan banyak warga Amerika meninggal jauh sebelumnya. Hanya
    pemerintah Amerika tidak berani mengakuinya dan selalu usaha
    menutup fakta yang ada, dengan sengaja mencatat pasien positif
    covid 19 sebagai  pasien penyakit flu biasa.

    Setelah mengkambing hitam RRC , Trump berusaha menekan WHO dengan
    menghentikan bantuan dana kepada WHO. Kini Trump telah gagal
    dengan tuduhan-tuduhan fiktif yang terus dilontarkannya, bahkan
    kebohongan-kebohongannya justru menjadi beban yang kian berat
    menimpah dipundaknya sendiri. Dimana  juga kita diketahui kapal
    induk Theodore Rooseveit milik Amerika yang berlayar di tengah
    samudra bebas berbulan-bulan jauh sebelum kasus covid 19 timbul ,
    namun tentara di kapal induk yang tidak berhubungan dengan pihak
    luar tersebut terpapar positif covid 19 , ini membuktikan Covid 19
    di kapal induk tersebut dibawa dari daratan  Amerika bukan berasal
    dari negara lain manapun. Hal yang sama juga terjadi di
    kapal-kapal selam Amerika, banyak tentara AS di kapal selam yang
    positif Covid 19, sedangkan kapal-kapal selam yang tidak mungkin
    kontak langsung dengan pihak luar  tersebut telah berlayar
    berbulan-bulan didalam lautan . ini juga buktikan bahwa tentara AS
    yang membawa Covid 19 dari darat Amerika ke dalam kapal selam.

    Bukti-bukti di atas menjelaskan bahwa Covid 19 telah ada di
    Amerika jauh sebelum ditemukannya virus Corona / Covid 19 di RRC.
    hanya pemerintah Amerika dibawah President Trump tidak mau
    mengakuinya , bahkan berusaha dengan segela cara untuk menutup fakta.

    Dengan penelitihan resmi di California menhatopsi mayat-mayat
    membuktikan Covid 19 telah ada di Amerika jauh sebelum kasus Covid
    19 muncul di RRC , ini juga bisa menarik suatu kesimpulan bahwa
    Covid 19 lebih mungkin berasal dari Amerika dari pada bermula di RRC .
    Kini topeng Trump telah mulai terbuka. Trump berusaha keras
    menutupi fakta dengan tidak mau umumkan kebenaran yang ada  .
    Tujuannya agar tidak dinilai tidak  miliki kemampuan dalam
    mencegah dan hentikan virus Covid 19  , serta khwatir hilang
    kepercayaan di mata warga masyarakat Amerika .. Awalnya pemerintah
    Trump menganggap enteng terhadap Covid 19 dan mengabaikan penyakit
    ini , dan sengaja menutup teliga mendengar laporan dan berita
    tentang virus corona , diluar dugaan awal mereka ternyata
    keganasan Covid 19 jauh diatas perkiraan mereka sebelumnya. Sampai
    akhirnya Trump tidak mampu menutup kenyataan lagi,  dan keadaan
    memaksanya secara pelan mulai mengakui adanya covid 19 di Amerika
    , namun bisa  fakta menunjukan dalam waktu singkat angka yang
    terpapar covid 19 dan angka kematian di Amerika adalah yang
    tertinggi di dunia. Ini juga buktikan bahwa Covid 19 telah lama
    terpendam di daratan Amerika.
    Saat ini kepercayan masyarakat Amerika terhadap kemampuan Trump
     ada di titik terendah, jabatan presiden di priode ke 2 yg
    diimpikannya mungkin sudah tidak ada harapan.

    Pemerintah-pemerintah negara bagian Amerika serikat mulai menuntut
    tanggung jawab Trump, mereka mengatakan Trump sangat tidak seriu.
    tidak mampu dan tidak trasfaran dalam mencegah Covid 19 yang
    mengakibatan terjadinya mala petaka di Amerika , dan melakukan
    banyak kesalahan yang dinilai sangat bodoh. Memang Trump tetap
    miliki kelompok masyarakat yang mendukungnya yg selalu aktif
    lalkukan mendemontrasi mendukung Trump . Namun sebagian besar
    masyarakat Amerika yang menantang Trump dan meminta pertanggung
    jawab Trump dengan melakukan demontrasi untuk meneriakan ketidak
    mampuan Trump, mereka adakan demontrasi di depan Trump Plaza .

     Saat ini  ada 2 Gubernur negara bagian yang terang-terangan
    menantang Trump. Mereka adalah  Gubernur New York dan Gubernur
    California. Dalam pernyataan resmi Gubernur New York  Andrew Cuono
    mengatakan Trump sangat tidak terbuka dan tidak miliki kemampuan
    dan sengaja tutup fakta dalam mencegah Covid 19  di Amerika ,
    sesuai data yang ada warga yang terpapar Covid 19 di New York saja
    telah menyentuh angka 250.000. Sedangkan Gubernur California
    menegaskan bahwa jika Trump tidak mengakui kesalahan dalam tangani
    Covid 19, California tidak abaikan untuk merdekakan diri , dan
    melepas diri dari Kepemerintahan Perserikatan Amerika Serikat. Dan
    akan bertindak berlaku berbagai cara sebagai negara merdeka untuk
    bertidak dengan kebijakan di bidang medis mereka sendiri dan
    membeli serta mendatangkan alat kesehatan sendiri dari negara lain.
    Seperti kertas yang tidak mungkin mampu membungkus api,
    kebohongan-kebohongan Trump terungkap dan tidak mungkin bisa
    ditutup lagi,  saat topeng terakhirnya dibuka maka semua kebenaran
    akan muncul, mungkin nantinya sejarah akan mencatat bahwa Virus
    Covid 19 bermula dan berasal dari Amereka  , dan karena tindakan
    Trump yang sangat tidak terpuji telah membuat banyak orang mati di
    dunia karena Covid 19. ini mengkin menjadi tragedi kemanusiaan
    terbesar di abad ini.


Kirim email ke