Bung Djie yb,

Iyaaa, ... banyak, sangat banyak kisah-kisah intelektual Tiongkok dimasa RBKP diperlakukan tidak adil seperti Tante ini, bahkan nyaris TIDAK ADA yang lolos, termasuk Ahli nuklir Tiongkok, Deng Jiaxian, yang di"HILANG"kan dimasa RBKP dan akhirnya tahun 1986 baru bisa ditemui kawan akbrabnya Yang Zhenning itu. Padahal pertama kali Yang ke Tiongkok tahun 1971, sudah mencari Deng yang di Amerika dinyatakan orang Amerika yang bantu Tiongkok membuat bom Atom!

揭中國原子彈之父鄧稼先:一個秘密埋藏28年Deng Jiaxian, kiri, bersama Yang Zhenning, kanan, ditahun 1986.

Sungguh sangat kebablasan menuduh "Intelektual sibusuk ke-9" yang juga harus diganyang! Sangat keterlaluan dan merugikan pembangunan masyarakat Tiongkok sendiri! Begitu luas dan besar yang disasar, ... Sungguh TIDAK sesuai dan BERTENTANGAN dengan Fikiran Mao Tsetung tentang "Kontradiksi Dikalangan Rakyat"! Dimana menghadapi kesalahan ideologi, kalau mau dikatakan ada kesalahan seseorang, harus mengutamakan pendidikan BUKAN seenak udelnya seseorang dianggap "MUSUH" dengan hukuman fisik, dianiaya sampai mati! Dan, ... itulah anarkis yang terjadi tidak terkendalikan oloeh Mao sendiri yang sudah lansia, ... terjangkit penyakit "phobia", "Ketakutan" berlebih Tiongkok akan terjadi restorasi kapitalisme seperti Hongaria, 1956, ...

Namun, adalah juga kenyataan tidak sedikit pakar, terutama dari barat yang terlalu membesar-besarkan kesalahan RBKP dan berdampak seluruh produksi dan ekonomi Tiongkok macet tidak berjalan normal dan, ... RRT segera akan runtuh! Banyak orang sudah menyatakan, masa RBKP 10 tahun itu membuat ekonomi lumpuh dan menyeret Tiongkok kekehancuran, ... TIDAK berhasil melihat bahwa kenyataan produksi kebutuhan hidup utama rakyat Tiongkok dengan segala kekurangan yang ada tetap masih bisa terpenuhi! Tidak sampai mati kelaparan dan mati kedinginan, ... bahkan di tahun 1971 RRT masih berhasil meluncurkan SATELIT pertama diangkasa dengan megah mendengungkan lagu "Dong Fang Hong!" (Merah Diufuk Timur!) Kenyataan yang ada, Tiongkok tidak runtuh, sebaliknya berhasil memaksa Presiden Nixon datang ke Beijing bersalaman dengan ketua Mao, diJanuari 1972!

RBKP adalah kesalahan serius Ketua Mao diusia lanjutnya tidak perlu disangkal! Tapi, TETAP harus mengakui juga keheibatan dan KEBERHASILAN ketua Mao dalam memimpin perjuangan Rakyat Tiongkok mencapai KEMERDEKAAN dan KEBEBASAN dan, ... dengan segala kekurangan dan kesalahan yang terjadi selama awal 30 tahun pembangunan itu, TANPA KETUA MAO tidak ada Tiongkok baru sekarang ini! Kesalahan2 ketua Mao yang terjadi jangan menegasi Fikaran Mao Tsetung, dan perannya sebagai PEMIMPIN Bangsa Tionghoa yang besar dan luarbiasa itu! Begitulah FMTT tetap menjadi ideologi pembimbing Rakyat Tiongkok, dan ketua Mao tetap diperlakukan sebagai pemimpin besar bangsa Tionghoa! Bahkan diapakukan dalam Konstitusi RRT!

Salam,

ChanCT


kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 11:15 寫道:
Bung Chan,
Ada satu bagian kecil tulisan tante saya (ayahnya saudara lain ibu dengan kakek saya) di buku reunie famili Djie : Later I joined my husband at the Chinese Embassy in Morocco, but the time we retured, we landed in the middle of the Cultural Revolution, which had nothing cultural about it. Soon afterwards we were sent to the countryside to do manual labour in one of the "May the Seventh" Cadres School. Here we learned all the farm-work, such as reaping the wheat, planting rice, even making bricks and building our own dormitories. During this period, the country did not make any progress. On the contrary, the economy was on the verge of collapse. It was a time nobody seemed to be doing what they should, everybody was engaged in "carrying out the revolution", which in fact was wasting time on irrelevant political movements. Fortunately things changed since the late seventies with the reform and opening to the outside world. Today China looks completely different from when I came here in the fifties. Looking back, I feel I have lived through history. So many things have happened in the country and in the world on the whole. Di jaman Jepang tante diajari sendiri oleh ayahnya berbahasa Jerman. Kemudian sekolah di Belanda, Inggris hingga lulus dari University of London. Kemudian belajar jadi penterjemah dan tolk di Interpreters' School of the University of Geneva. Pulang ke Tiongkok, dipekerjakan sebagai docent di Foreign Languages Institutes in Beijing. Mengajar oral Inggris dan Perancis di beberapa sekolah kader, yang kadernya akan dikirim ke luar negeri. Tante bisa omong lancar 7 bahasa. Kemudian kerja di Kementerian Luar Negeri. Gara2 pendidikannya lama di negeri Barat, dia dan suaminya dikirim ke desa. Padahal suaminya dulu anggota TPR dan pernah jadi sekretaris dari Zhou En Lai. Tante bersahabat baik dengan istri sultan Jusuf dari Marokko dulu. Mereka omong dalam bahasa Perancis. Di usia lanjut tante diminta jadi tolknya Hu Jintao kalau keluar negeri.
KH

Kirim email ke