-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1458351/start-up-china-kembangkan-kacamata-pintar-pendeteksi-gejala-covid-19


Start-up China kembangkan kacamata pintar pendeteksi gejala COVID-19

Jumat, 1 Mei 2020 19:48 WIB

Startup AI China, Rokid, membuat kacamata pintar pendeteksi COVID-19. (Rokid)
Terlepas dari alat pengukur suhu tubuh, T1 bisa menyajikan hasil pengecekan 
suhu secara langsung yang portabel dan dari jarak jauh, dan ini akan menjadi 
pertolongan yang baik,
Hangzhou (ANTARA) - Perusahaan rintisan (start-up) asal China bernama Rokid 
berhasil mengembangkan produk inovasi di tengah pandemi COVID-19, yakni 
kacamata pintar yang dapat memindai suhu tubuh sebagai salah satu cara 
mendeteksi gejala orang terjangkit virus corona.

Wakil direktur utama Rokid, Xiang Wenjie, menyebut bahwa permintaan terhadap 
produk kacamata T1 --yang dikembangkan dalam waktu dua pekan-- meningkat 
setelah terlebih dahulu sekitar 1.000 kacamata terjual kepada pemerintah, 
kawasan industri, dan sekolah.

"Terlepas dari alat pengukur suhu tubuh, T1 bisa menyajikan hasil pengecekan 
suhu secara langsung yang portabel dan dari jarak jauh, dan ini akan menjadi 
pertolongan yang baik," kata Xiang, Jumat.

Kacamata buatan Rokid tersebut dilengkapi dengan sensor infra-merah dan sebuah 
kamera, sehingga penggunanya dapat mendeteksi temperatur orang lain yang 
dilihat.

Baca juga: Kacamata pintar ini bisa mendeteksi virus corona

Proyek di tengah wabah virus corona itu diselesaikan oleh Rokid dengan 
pendanaan jutaan dolar pada 2018 yang dipimpin oleh perusahaan investasi negara 
Singapura, Temasek, juga bank Credit Suisse asal Swiss, dan lainnya.

Rokid sendiri adalah perusahaan rintisan yang dalam waktu normal mengembangkan 
produk-produk augmented reality (AR) untuk penggunaan di pabrik serta gim 
digital.

Kini, perusahaan itu tengah meningkatkan fitur kacamata T1 agar bisa melakukan 
pemindaian temperatur bersamaan pada beberapa orang sekaligus untuk digunakan 
di tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan bandar udara.

Sebuah kawasan industri di Hangzhou sudah menggunakan T1, menggantikan 
termometer biasa mengingat banyaknya pegawai yang harus diperiksa.

Baca juga: Alat tes corona ini bisa deteksi virus dalam lima menit

"Dengan produk-produk baru yang akan keluar nantinya, terutama kacamata ini, 
kami rasa kami dapat menggunakannya untuk melakukan pemeriksaan temperatur 
tanpa kontak, yang mana sangat efisien ketika menghadapi kerumunan orang 
banyak," kata direktur utama Greentown Property Management, Jin Keli.
 
Rokid bukanlah satu-satunya perusahaan rintisan teknologi China yang 
mengembangkan produk untuk membantu menangani wabah COVID-19. Sebelumnya, ada 
juga SenseTime yang membuat sistem pengecekan suhu tubuh dengan sistem 
pengenalan wajah yang dipasang di sejumlah stasiun di negara itu.

Sumber: Reuters

Baca juga: RDT Micro-chip karya anak bangsa mampu deteksi dini COVID-19

Baca juga: Peneliti: Alat tes micro-chip mampu deteksi COVID-19 kurang dari 1 
jam

Penerjemah: Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke