Tidak ada gunanya berdebat dengan antek remo yang sejak dulu membenarkan 
perampasan nilai lebih kaum buruh!!! Selamat menikmati tiongkok 
kapitalisme-imperialis!! Hanya orang yang ignorant dan dalam tempurung kalau 
menganggap hanya nenek Tatiana yang melihat kejahatan kapitalisme Tiongkok!

Sent from Mail for Windows 10

From: ChanCT [email protected] [GELORA45]
Sent: Sunday, 3 May 2020 05:06
To: Tatiana Lukman; [email protected]; Sunny ambon; kh djie
Subject: Re: [GELORA45] Negara dan Revolusi [1 Attachment]

  
Ini mah jadi seperti nenek yang kerjaannya mencari kutu rambut anak-cucunya 
saja! Menjadi manusia yang hidup tenggelam dalam bayangannya sendiri saja! 
Hehehee, ...
Bangunlah dari mimpi, jadilah manusia yang hidup didunia NYATA, melihat 
kenyataan apa adanya, tidak dibesar-besarkan juga tidak dikecilkan ataupun 
ditiadakan! Apa yang berhasil diakui keberhasilannya, apalagi itu perjuangan 
RAKYAT yang NYATA! Bukan sebaliknya melihat kutu-kutu yang masih ada, masih ada 
penderitaan hidup, kerja-lembur berlebih terjadi disementara perusahaan 
swasta/asing, lalu dibesarkan seolah begitulah MAYORITAS mutlak rakyat pekerja 
di Tiongkok sampai hari ini, ... Padahal tidak jelas sumber, kapan dan apa 
masalah kejadian sesunggunya! Perlakukanlah KUTU itu sebagai kutu yg masih ada 
dalam masyarakat dan, BUKAN GAJAH! Samahalnya dengan Pak Kwa, I Ching budaya 
tradisional Tiongkok yang sudah berlangsung lebih 4 ribuan tahun yl itu. Satu 
pemikiran filsafat yang genius! Sekalipun ada setitik hitam di 1/2 lingkaran 
putih, tetap haru dinyatakan lingkaran itu PUTIH. Begitu juga sebaliknya, 
lingkaran itu HITAM sekalipun tetap ada setitik putih disitu.. Jangan terbalik, 
...! Nila setitik, rusak susu sebelangga, ...

Tak bisa disangkal, KEBENARAN teori dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan 
diperdebvatkan dari teori keteori, ... lihat saja apa jadinya dalam PRAKTEK 
itu! Bukankah jalan Lenin-Stalin yang sudah ROBOH dengan sendirinya itu, 
membuktikan ada KESALAHAN disitu! Dengan satu kalimat kesalahannya, ditgengah 
masyarakat masih sangat miskin, dimana tenaga-produksi sangat terbelakang, 
kapitalis seharusnya masih diberi hak hidup,tumbuh dan berkembang! Begitulah 
kesimpulan Mao sesuai kondisi masyarakat Tiongkok dan dengan tandas menyatakan, 
yang berlaku adalah Revolusi Demokrasi Baru, bukan segera melaksanakan revolusi 
sosialisme tipe Lenin itu! 
Lalu salahkah memperkenankan kapitalis tetap hidup, tumbuh dan berkeembang 
dalam masyarakat dimana kita hidup sekarang ini? Padahal KENYATAAN kita harus 
melewati jaman kapitalisme yang tidak mungkin dilompati langsung masuk ke 
masyarakat sosialisme tanpa ada kapitalis lagi, tanpa ada "NILAI-LEBIH" pekerja 
yang diambil kapitalis-kapitalis itu??? Mungkinkah? TIDAK, ...!!! Itulah 
kenyataan hidup yang harus dihadapi sebagaimana adanya.
Bukankah Lenin ditahun 1921 juga sudah berani mengoreksi dan kembali 
menghidupkan kapitalis di Sovyet untuk mempercepat mengatasi kesulitan pangan, 
tidak cukupnya ROTI ditengah masyarakat, macetnya tambang energi untuk bangun 
industri. Yang ketika itu Lenin gunakan sebutan "Kapitalisme Negara", dimana 
kapitalis-kapitalis itu dibawah kekuasaan diktatur Proletariat dan harus tunduk 
pada pemerintah. Hanya saja entah mengapa Stalin segera kembali mencabut hak 
hidup kapitalis-kapitalis itu, begitu Lenin setelah meninggal, tahun 1924.  
Sayang, ...! Begitu juga yang terjadi di Tiongkok, Ketua Mao sudah BETUUUL 
dengan kesimpulan di Tiongkok yang masyarakatnya masih sangat miskin dan 
tenaga-produksi sangat terbelakang, harus memperkenankan kapitalis hidup, 
tumbuh dan berkembang. Cukup kapitalis nakal yang tidak hendak tundak kekuasaan 
Pemerintah Rakyat saja yang ditindak dan dijatuhi hukuman.. Hanya saja juga 
sangat disayangkan, ditahun 1956, begitu kuatirnya Tiongkok akan terjadi 
restorasi kapitalisme seperti di Hongaria, buru-buru menentapkan tiba saatnya 
Revolusi Sosialisme di Tiongkok. Mencabut hak hidup kapitalis di TIongkok, ... 
Dan itulah yang dikoreksi Deng, mengembalikan hak hidup kapitalis-kapitalis 
untuk prinsip "memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu" untuk 
mendorong maju perputaran roda ekonomi nasional lebih cepat. Menyedot 
modal-asing masuk, yang digunakan untuk BELAJAR mengerjakan sendiri dan 
membangun lebih cepat dasar ekonomi nasional. 
Deng menempuh jalannya sendiri, Jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok, dengan 
TETAP mempertahankan 4 prinsip: 1. Menempuh jalan Sosialisme; 2. Dibawah 
pimpinan PKT; 3. Mengibarkan dan dibawah bimbingan ML-FMTT dan 4. 
Mempertahankan Diktatur Proletariat. Yang juga sudah dipakukan dalam Konstitusi 
RRT, ...! Dan, diakui atau tidak oleh seseorang nenek Tatiana, ... kenyataan 
terbukti HASIL perjuangan 1,4 milyar RAKYAT Tiongkok dibawah pimpinan PKT 
selama 30 tahun terakhir ini, telah menjadikan Tiongkok "ANCAMAN Terberat" 
Amerika yang makin tersudut untuk mempertahankan Amerika No-1 didunia! Baik 
dari sudut ekonomi, teknologi maupun militer, ...!


Tatiana Lukman 於 2020/5/2 下午 07:19 寫道:
Orang Remo, orang oportunis, kalau dihadapkan pada Marxisme-Leninisme-Maoisme, 
SAMA SEKALI TIDAK BISA MEMBANTAH TEORINYA. Jelas tidak mau mengakui bahwa 
mereka telah MEREVISI teori2 tsb, mengkhianati semangat revolusionernya, lantas 
menuduh orang lain mengunyah-ngunyah dogma!! Kemudian, dalih lainnya, teolri 
tidak penting, yang penting kenyataannya. Kita tampilkan kenyataan penghisapan 
brutal terhadap buruh migran.... Ooo, pasti ada lagi dalihnya....
Inilah secuil saja dari kenyataan kelas pekerja tiongkok: kerja lembur yang 
dipaksakan, upah yang tak dibayar, kehilangan pekerjaan ; kondisi kerja buruk. 
COBA SURUH SI ANTEK REMO ITU KERJA DI SWEATSHOP TKK ; KERJA LEMBUR 175 JAM 
SEBULAN.....PENGEN TAHU APA SETELAH ITU MASIH MAU BELA KAUM KAPITALIS PEMILIK 
MODAL PABRIK YANG MENGERJAKANNYA??? INILAH KENYATAAN BAGI KAUM BURUH TIONGKOK! 
BUKAN KENYATAAN BAGI KAUM REMO???? BUTA SEPERTI DENG XIAOPING YANG MASIH NGGAK 
TAHU BAHWA NEGERINYA SUDAH PENUH DENGAN KEBOBROKAN MORAL, KORUPSI, PROSTITUSI, 
PEMALSUAN, DAN SEGALA MACAM KEJAHATAN....
 


 
On 14th January, more than 200 workers in the water heater department of Midea 
Kitchen Appliance Manufacturing Co. Ltd. went on strike, demanding raises. 
According to a worker, their monthly work hours amount to 33 eight hour work 
days; they work an hour and a half overtime every day, but receive a monthly 
salary of less than 3,000 yuan. The approximately 200 strikers came from a 
final assembly workshop. On January 15th, because workers’ demands had not been 
met, they continued their strike and rallied outside the main gate to the 
industrial park, followed by a large police presence.
 

 
Over 1,000 workers at a Citizen watch factory protest against layoff

At 13:00 PM on February 5, Guangzhou Citizen Precision Co. suddenly announced 
to terminate labor contracts with all workers, but did not give compensation 
plan, triggering thousands of workers’ dissatisfaction with the company. The 
workers’ rally protest result in a lot of police repression, during which 
several workers were wounded and three workers were arrested.
February 4: 200 workers at Shifeng Hardware Factory in Boluo County, Huizhou, 
Guangdong, take to the street and demand payment of unpaid wages

February 4th and 5th, over 200 workers from Shifeng Hardware Factory in Boluo, 
Guangdong province demonstrated for two days, blocking traffic and demanding 
wage arrears. On the morning of February 5th, the demonstration was suppressed 
and over 10 workers were arrested
 

Over 200 workers at a textile factory in Dongguan walked to the municipal 
government to protect their legal rights on March 18th. Because the boss fled, 
workers’ health care insurance was suspended.

Desember 2018, sweatshop di tiongkok masih terus ada. Coba suruh antek remo itu 
kerja di sweatshop seperti ini, kerja lembur 175 jam sebulan...Kalau nggak 
bongkok dan maki-maki kapitalis pemilik pabrik!!!!
In peak production season, employees were working up to 175 overtime hours per 
month. Chinese labour law restricts monthly overtime to 36 hours per month, but 
the report alleged factories would often ask local governments to implement a 
“comprehensive working hour scheme” to override existing legislation.
 
 


Sent from Mail for Windows 10
 
From: ChanCT [email protected] [GELORA45]
Sent: Saturday, 2 May 2020 01:43
To: [email protected]; Sunny ambon; kh djie
Subject: Re: [GELORA45] Negara dan Revolusi
 
  
Iyaaa, BETUUUL, sekarang "Negara Dan Revolusi" tulisan Lenin itu, dalam bhs.. 
Indonesia bisa dibaca di Internet: 
https://www.marxists.org/indonesia/archive/lenin/1917/negara/index.htm
Saya saat keluar ke HK ditahun 1976, juga membawa keluar 2 buku ukuran saku, 
dalam bhs. Indonesia, Lenin - "Negara dan Revolusi" dan Mao Tsetung "Kutipan 
Kata2 Mao", yang ditahun '67 sudah dicetak oleh Pustaba Bahasa Asing di 
Tiongkok. Hanya 2 buku kecil itu saja yang bisa saya bawa keluar dari Tiongkok, 
... sungguh bersyukur bisa lolos dari pemeriksaan imigrasi koloni Inggris.
Tapi, ... setelah begitu banyak dan dengan mudahnya tulisan, karya-karya klasik 
maupun terkini yang bisa dibaca, saya jadi lebih suku membuka dan membacanya di 
computer saja, buku hanya sekali-kali saja saya buka, ... dan, saya selalu 
berpikir teori-teori itu bukan digunakan untuk dikunyah-kunyah sampai ngelotok 
dan hafal apa yang dikatakan Guru-guru Besar itu, yang lebih PENTING bisa 
digunakan untuk menganalisa dan menemukan jalan keluar bagi situasi yang 
dihadapi nyata! Jangan kata-kata itu dianggap sebagai KEBENARAN MUTLAK, sebagao 
DOGMA yang sedikitpun TIDAK BOLEH di kritik, begitu sedikit beda saja sudah 
dianggap nyeleweng, dianggap REMO dan, lebih celaka lalu dianggap MUSUH yang 
patut diganyang dan boleh diperlakukan secara TIDAK MANUSIAWI, dianiaya bahkan 
dibunuh seenak udelnya, ... Itulah yang selama ini terjadi saat Sovyet Uni 
dibawah Stalin dan Mao khususnya dimasa RBKP juga terjadi! Apapun kesalahannya, 
perlakukanlah manusia itu sebagai MANUSIA, ...! Apalagi kalau hanya SEBATAS 
perbedaan pandangan ideologi/politik, hendaknya bisa mengutamakan PENDIDIKAN, 
... boleh-boleh saja diperdebatkan dan ingat, KEBENARAN Teori itu dibuktikan 
dalam PRAKTEK! Bukan diperdebatkan secara teori ke teori saja, ...!
 
Salam,
ChanCT
 
Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/1 下午 11:34 寫道:
  
 
State and Revolution (Negara dan Reolusi) ada di internet bisa dilihat atau 
dibaca.
 
On Fri, May 1, 2020 at 4:16 PM kh djie [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:
  
Bung Chan, 
Buku Negara dan Revolusi hasil terjemahan dari tulisan Lenin sudah lama terbit 
di Indonesia jauh sebelum peristiwa 1965. Yang menterjemahkan adalah Hadi dari 
Lekra, yang juga anggota MPRS. Hadi pernah mengeluh di depan mahasiswa di 
Bandung kalau jumlah buku yang dicetak oleh bagian Agitasi dan Propaganda PKI 
itu dibatasi, dianggap tidak sesuai dengan garis politik Dua Aspek dari 
pimpinan PKI. Hadi meninggal di penjara, karena tidak diberi obat. Penderita 
sakit jantung dan diabetes.
Istrinya terkenal di Surabaya sebagai hakim tukang becak
Yang melanggar didenda se-ringan2nya. Kalau tak mampu bayar, dibayar si hakim 
sendiri. Kalau dia naik becak, tukang becaknya tidak mau dibayar. Dia tetap 
bayar, bilang buat jajan anak2.
Adiknya bu hakim ini saya kenal, mahasiswi Kimia Teknik ITB, 3 tahun di bawah 
saya. Waktu itu saya asistent di lab. Unit Processes, jadi kenal angkatan 3 
tahun di atas dan 3 tahun di bawah saya.
 


Kirim email ke