-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/read/detail/309895-tka-tiongkok-meninggal-di-morowali-dpr-minta-lakukan-pemeriksaan



Minggu 03 Mei 2020, 22:09 WIB

TKA Tiongkok Meninggal di Morowali, DPR Minta Lakukan Pemeriksaan

mediaindonesia.com | Nusantara
 
TKA Tiongkok Meninggal di Morowali, DPR Minta Lakukan Pemeriksaan

AFP
Ilustrasi pemeriksaan suhu kepada TKA Tiongkok disalah satu perusahaan di 
Morowali, terkait pandemi korona.
 

MENINGGALNYA seorang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di 
perusahaan baja PT Dexin Steel Indonesia (DSI) di Kabupaten Morowali, Sulawesi 
Tengah (Sulteng), dua hari lalu, ditanggapi serius anggota Komisi IX DPR.

Menurut anggota Komisi IX DPR Sri Wulan, pemerintah, dalam hal ini pemerintah 
daerah, segera melakukan pemeriksaan menyeluruh di kawasan perusahaan tersebut 
guna menentukan tindakan selanjutnya.

“Kita perlu sekali mengambil langkah pencegahan. Jangan sampai tindakan yang 
tidak tegas dari pemerintah bisa berdampak bencana kemanusiaan di Sulteng,” 
kata Wulan, Minggu (3/5).

Meskipun diduga TKA tersebut meninggal karena serangan jantung, anggota Fraksi 
Partai NasDem itu menambahkan, perusahaan wajib membangun fasilitas kesehatan 
yang memadai dan memastikan perusahaan mampu memberikan pelayanan kesehatan 
kepada karyawan secara keseluruhan.

Di samping itu, Wulan mendesak agar manajemen PT DSI melakukan tes cepat (rapid 
test) Covid-19 terhadap seluruh pekerja di perusahaan yang berada di dalam 
kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) itu, kendati terhadap 
korban telah dilakukan rapid test yang hasilnya negatif.

"Perlu adanya repid test untuk semua karyawan, bukan hanya untuk mengetahui 
positif atau tidak saja, tetapi juga kan untuk mengetahui kondisi masing-masing 
karyawan semua karena hal ini sangat penting sebagai langkah antisipatif dan 
menjaga semua,” paparnya.

Dengan melakukan rapid test, lanjut dia, akan diketahui langkah atau tindakan 
selanjutnya, apakah perlu dilakukan isolasi atau tidak.

“Dan apabila sudah dilakukan repid test jadi bisa diketahui dan bisa diambil 
langkah selanjutnya mana yang harus diisolasi mandiri dan mana yang tidak. 
Tentu harus ada penanganan apabila ada yang positif jangan sampai hal serupa 
terjadi seperti contoh PT. HM. Sampoerna,” tegas Wulan.

Baca juga : Tidak Gunakan Masker, Warga Kota Medan akan Kena Sanksi

Menurut anggota DPR yang terpilih di Dapil Jawa Tengah III ini, jika terdapat 
karyawan yang terjangkit covid-19 maka perusahaan tersebut harus berhenti 
beroperasi untuk sementara waktu dan melakukan langkah-langkah protokol 
kesehatan.

"Kalau memang ada yang terjangkit pastinya harus ditutup ya karena kita melihat 
bahwa interaksi antarkaryawan ini kan sangat sering dan sosial distancing ini 
kan juga sulit diterapkn di lingkungan kerja. Oleh sebab itu memang harus 
dilakukan penutupan sementara demi keselamatan semuanya,” ujar Wulan.

“Sekali lagi saya tegaskan kalau memang sudah ditemukan bahwa ada yang 
terjangkit (Covid-19) pemerintah wajib mendesak perusahaan agar ditutup 
sementara,” tandas Wulan.

Sebelumnya Humas PT IMIP Dedi Kurniawan membenarkan seorang TKA asal Tiongkok 
yang bekerja di PT DSI yang terletak di dalam kawasan PT IMIP ditemukan 
meninggal di dalam kamarnya.

"Iya benar, itu kejadiannya Jumat (1/5) lalu, diduga depresi dan terkena 
serangan jantung sehingga dapat merenggut nyawanya," kata Dedi saat 
dikonfirmasi, Sabtu (2/5).

Menurut Dedi, terhadap korban telah dilakukan rapid test Covid-19 dan hasilnya 
adalah negatif. "Penggunaan APD saat evakuasi merupakan upaya untuk mencegah 
hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya. (OL-2)
 







Kirim email ke