Untuk teman-teman penulis maupun pembaca milist Gelora 45.  
   Saya berkesan, cukup banyak berita yang kita bisa baca yang dimuat oleh 
teman-teman di milist ini. Juga cukup banyak teman-teman yang mampu menulis  
entah apapun isinya, di mana setiap pembaca bisa melakukan penilaian sesuai 
dengan isi hati dan pikiran masing-masing. 
   Hanya saja menurut saya, dalam membaca berita ataupun tulisan di sini 
diperlukan kekritisan, tidak terlalu mudah menerima, juga tidak perlu apriori 
dalam membaca berita yang belum tentu kebenarannya. 
   Dalam menanggapi berita tentang WNI  sampai berdiri 30 jam atau bekerja 18 
jam sehari di kapal penangkap ikan, bagi saya hal  yang demikian itu sulit 
untuk diterima oleh akal sehat, entah itu kapal Tiongkok ataupun itu kapal 
Korea Selatan. Pemilik perusahaan penangkap ikan entah negeri mana yang 
memerlukan tenaga kerja,  tidak akan sekejam itu memperlakukan pekerjanya.
   Saya ada sedikit pemahaman cara kerja awak kapal penangkap ikan.Karena di 
samping tugas pokok yang harus saya lakukan, saya juga turut serta melakukan 
tugas menangkap ikan bersama awak kapal  yang tugasnya memang hanya menangkap 
ikan. Saya sendiri banyak teman yang tugas utamanya hanya mengurus ikan.   
Biasanya, nachoda kapal ikan akan membawa kapal ketempat yang  dianggapnya 
banyak ikannya. Setelah tiba di tempat itu maka dia akan memerintahkan para 
awak kapal menurunkan pukat (jaring) ke laut. Setelah pukat diturunkan, maka 
semua awak kapal  bisa istirahat beberapa jam sesuai dengan perkiraan sudah ada 
berapa banyak ikan yang masuk kedalam pukat. Pada periode beberapa jam itu yang 
tetap harus bekerja hanya nachoda, stirman, dan seorang masinis. Yang lainnya 
semua istirahat dan umumnya mereka tidur selama tidak ada pekerjaan. 
   Tibalah saatnya  mengangkat pukat (jaring ikan). Tugas ini dilakukan  
bersama-sama oleh awak kapal. Berapapun ikan yang masuk ke dalam pukat, akan 
dimasukkan kedalam peti es yang sudah tersedia. Kemudian pukat diturunkan lagi. 
Setelah pukat diturunkan lagi, maka awak kapal  bisa istirahat lagi karena 
pekerjaan sudah selesai. Demikian seterusnya selama beberapa hari  baik siang 
maupun malam. Sedangkan nachoda, stirman (yang menyetir kapal) maupun masinis, 
selalu tersedia penggantinya supaya yang sudah bekerja beberapa jam bisa 
istirahat. 
   Sedangkan masalah makan, di kapal penangkap ikan tidak akan kekurangan gizi, 
karena baik ikan maupun hewan laut lainnya  yang masuk kedalam pukat ikan  
tidak akan kurang dan bisa dimakan.   Setelah beberapa hari berjalan demikian, 
maka kapal akan pulang ke pelabuhan untuk menurunkan ikan. Pada saat itulah 
awak kapal  bisa turun, bisa melihat daratan dan bahkan bisa jalan-jalan untuk 
menunggu pelayaran yang berikutnya.    Dugaan saya awak kapal ikan yang terdiri 
dari orang Indonesia itu, tidak waspada ketika turun ke darat, disitulah ada 
yang kejangkitan virus corona  yang mereka bawa lagi keatas kapal dalam 
pelayaran yang berikutnya. Lalu apa yang terjadi? Sampai ada yang mati diatas 
kapal karena penyakit yang menjangkiti mereka  di pelabuhan  tanpa merejka 
sadari. 
   Apakah begitu prosesnya sampai awak kapal dari Indonesia sampai mati di atas 
kapal, hanya mereka yang diatas kapal yang terdiri dari nachoda, 
stirman,masinis. para pengatur hubungan dengan darat, tukang masak, serta semua 
awak kapal yang ada di situlah yang bisa menjelaskannya. 
   Begitulah sedikit gambaran yang dilakukan oleh pekerja penangkap ikan di 
kapal penangkap ikan yang awak kapalnya cukup banyak, baik itu Tiongkok, Korea, 
maupun Jepang tidak banyak berbeda. 
     Salam
   S.Manap
   
    Den fredag 8 maj 2020 02:32:59 CEST, ChanCT [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> skrev:  
 
     
 

Berita yang entah sampai dimana kebenarannya??? Pemberitaan dibagian atas lebih 
jelas ngaco nya! Bagaimana mungkin orang disuruh bekerja BERDIRI selama 30 jam 
tanpa istirahat, ... sedang sebelumnya dinyatakan bekerja 18 jam/hari! Sedang 
dari 18 WNI yang bekerja disitu 4 orang meninggal dengan jenasah 
membengkak-biru dibuang kelaut saja! Dengan tuduhan begitu KEJAM nya Cina??? 
 
 
Anehnya, kapal dikatakan milik China, Longxing - 629, tapi nampaknya diusahakan 
orang Korea-Selatan, gaji mereka dihitung dan dibayar 150 ribu Won? Dan seorang 
lagi yang meninggal di RS Korsel. Sedang pemberitaan dibagian bawah, nampak 
lebih jelas, kalau itu kapal penangkap ikan Tuna! Yang kerjanya sibuk saat jala 
ditarik dan hasil tangkapan ikan ditumpahkan digladak kapal saja, ... dan itu 
biasanya beberapa jam saja, tidak akan mencapai 18 jam berdiri mengerjakan 
ikan2 itu setiap harinya, dan, ... yang meninggal itu diduga terserang virus 
Corona! Bukan kelelahan, ...
 

 
 

 
 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/8 上午 03:18 寫道:
  
    
Berita viral hari ini.
 
 Kejamnya China, 18 jam kerja ABK RI hanya dibayar 180 ribu sebulan
 
 Photo of Anisa Widiarini Anisa Widiarini Send an email
 
07/05/2020https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=2ahUKEwiu-I_vuKLpAhWSjqQKHbX3BWcQFjAAegQIARAB&url=https%3A%2F%2Fwww.hops.id%2Fkejamnya-china-18-jam-kerja-abk-ri-hanya-dibayar-180-ribu-sebulan%2F&usg=AOvVaw0s2ymnnK8zNUq6sHKrMab2
 
https://www.hops.id/kejamnya-china-18-jam-kerja-abk-ri-hanya-dibayar-180-ribu-sebulan/
 
  
  #yiv1556591424 #yiv1556591424 -- #yiv1556591424ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-mkp #yiv1556591424hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp #yiv1556591424ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp .yiv1556591424ad 
{padding:0 0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp .yiv1556591424ad p 
{margin:0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp .yiv1556591424ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-sponsor 
#yiv1556591424ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ygrp-lc #yiv1556591424hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ygrp-lc .yiv1556591424ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1556591424
 #yiv1556591424activity span {font-weight:700;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1556591424 #yiv1556591424activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1556591424 #yiv1556591424activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1556591424 #yiv1556591424activity span 
.yiv1556591424underline {text-decoration:underline;}#yiv1556591424 
.yiv1556591424attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1556591424 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1556591424 
.yiv1556591424bold a {text-decoration:none;}#yiv1556591424 dd.yiv1556591424last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1556591424 dd.yiv1556591424last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1556591424 
dd.yiv1556591424last p span.yiv1556591424yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424attach-table 
{width:400px;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424file-title a, #yiv1556591424 
div.yiv1556591424file-title a:active, #yiv1556591424 
div.yiv1556591424file-title a:hover, #yiv1556591424 div.yiv1556591424file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424photo-title a, 
#yiv1556591424 div.yiv1556591424photo-title a:active, #yiv1556591424 
div.yiv1556591424photo-title a:hover, #yiv1556591424 
div.yiv1556591424photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1556591424 
div#yiv1556591424ygrp-mlmsg #yiv1556591424ygrp-msg p a 
span.yiv1556591424yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1556591424 
.yiv1556591424green {color:#628c2a;}#yiv1556591424 .yiv1556591424MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1556591424 o {font-size:0;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424photos div {float:left;width:72px;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1556591424
 #yiv1556591424reco-category {font-size:77%;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424reco-desc {font-size:77%;}#yiv1556591424 .yiv1556591424replbq 
{margin:4px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-mlmsg select, #yiv1556591424 input, #yiv1556591424 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-mlmsg pre, #yiv1556591424 code {font:115% 
monospace;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mlmsg #yiv1556591424logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-msg 
p#yiv1556591424attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-reco #yiv1556591424reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-sponsor 
#yiv1556591424ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1556591424 
#yiv1556591424ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1556591424   

Kirim email ke