Berita itu saya unggah karena akhirnya menjadi msl antar warganegara dari dua negara.
Am Fri, 8 May 2020 10:25:55 +0000 (UTC) schrieb "S Manap [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > > Untuk teman-teman penulis maupun pembaca milist Gelora 45. > Saya berkesan, cukup banyak berita yang kita bisa baca yang dimuat > oleh teman-teman di milist ini. Juga cukup banyak teman-teman yang > mampu menulis entah apapun isinya, di mana setiap pembaca bisa > melakukan penilaian sesuai dengan isi hati dan pikiran masing-masing. > Hanya saja menurut saya, dalam membaca berita ataupun tulisan di sini > diperlukan kekritisan, tidak terlalu mudah menerima, juga tidak perlu > apriori dalam membaca berita yang belum tentu kebenarannya. Dalam > menanggapi berita tentang WNI sampai berdiri 30 jam atau bekerja 18 > jam sehari di kapal penangkap ikan, bagi saya hal yang demikian itu > sulit untuk diterima oleh akal sehat, entah itu kapal Tiongkok > ataupun itu kapal Korea Selatan. Pemilik perusahaan penangkap ikan > entah negeri mana yang memerlukan tenaga kerja, tidak akan sekejam > itu memperlakukan pekerjanya. Saya ada sedikit pemahaman cara kerja > awak kapal penangkap ikan.Karena di samping tugas pokok yang harus > saya lakukan, saya juga turut serta melakukan tugas menangkap ikan > bersama awak kapal yang tugasnya memang hanya menangkap ikan. Saya > sendiri banyak teman yang tugas utamanya hanya mengurus ikan. > Biasanya, nachoda kapal ikan akan membawa kapal ketempat yang > dianggapnya banyak ikannya. Setelah tiba di tempat itu maka dia akan > memerintahkan para awak kapal menurunkan pukat (jaring) ke laut. > Setelah pukat diturunkan, maka semua awak kapal bisa istirahat > beberapa jam sesuai dengan perkiraan sudah ada berapa banyak ikan > yang masuk kedalam pukat. Pada periode beberapa jam itu yang tetap > harus bekerja hanya nachoda, stirman, dan seorang masinis. Yang > lainnya semua istirahat dan umumnya mereka tidur selama tidak ada > pekerjaan. Tibalah saatnya mengangkat pukat (jaring ikan). Tugas ini > dilakukan bersama-sama oleh awak kapal. Berapapun ikan yang masuk ke > dalam pukat, akan dimasukkan kedalam peti es yang sudah tersedia. > Kemudian pukat diturunkan lagi. Setelah pukat diturunkan lagi, maka > awak kapal bisa istirahat lagi karena pekerjaan sudah selesai. > Demikian seterusnya selama beberapa hari baik siang maupun malam. > Sedangkan nachoda, stirman (yang menyetir kapal) maupun masinis, > selalu tersedia penggantinya supaya yang sudah bekerja beberapa jam > bisa istirahat. Sedangkan masalah makan, di kapal penangkap ikan > tidak akan kekurangan gizi, karena baik ikan maupun hewan laut > lainnya yang masuk kedalam pukat ikan tidak akan kurang dan bisa > dimakan. Setelah beberapa hari berjalan demikian, maka kapal akan > pulang ke pelabuhan untuk menurunkan ikan. Pada saat itulah awak > kapal bisa turun, bisa melihat daratan dan bahkan bisa jalan-jalan > untuk menunggu pelayaran yang berikutnya. Dugaan saya awak kapal > ikan yang terdiri dari orang Indonesia itu, tidak waspada ketika > turun ke darat, disitulah ada yang kejangkitan virus corona yang > mereka bawa lagi keatas kapal dalam pelayaran yang berikutnya. Lalu > apa yang terjadi? Sampai ada yang mati diatas kapal karena penyakit > yang menjangkiti mereka di pelabuhan tanpa merejka sadari. Apakah > begitu prosesnya sampai awak kapal dari Indonesia sampai mati di atas > kapal, hanya mereka yang diatas kapal yang terdiri dari nachoda, > stirman,masinis. para pengatur hubungan dengan darat, tukang masak, > serta semua awak kapal yang ada di situlah yang bisa menjelaskannya. > Begitulah sedikit gambaran yang dilakukan oleh pekerja penangkap ikan > di kapal penangkap ikan yang awak kapalnya cukup banyak, baik itu > Tiongkok, Korea, maupun Jepang tidak banyak berbeda. Salam S.Manap > Den fredag 8 maj 2020 02:32:59 CEST, ChanCT [email protected] > [GELORA45] <[email protected]> skrev: > > Berita yang entah sampai dimana kebenarannya??? Pemberitaan dibagian > atas lebih jelas ngaco nya! Bagaimana mungkin orang disuruh bekerja > BERDIRI selama 30 jam tanpa istirahat, ... sedang sebelumnya > dinyatakan bekerja 18 jam/hari! Sedang dari 18 WNI yang bekerja > disitu 4 orang meninggal dengan jenasah membengkak-biru dibuang > kelaut saja! Dengan tuduhan begitu KEJAM nya Cina??? Anehnya, kapal > dikatakan milik China, Longxing - 629, tapi nampaknya diusahakan > orang Korea-Selatan, gaji mereka dihitung dan dibayar 150 ribu Won? > Dan seorang lagi yang meninggal di RS Korsel. Sedang pemberitaan > dibagian bawah, nampak lebih jelas, kalau itu kapal penangkap ikan > Tuna! Yang kerjanya sibuk saat jala ditarik dan hasil tangkapan ikan > ditumpahkan digladak kapal saja, ... dan itu biasanya beberapa jam > saja, tidak akan mencapai 18 jam berdiri mengerjakan ikan2 itu setiap > harinya, dan, ... yang meninggal itu diduga terserang virus Corona! > Bukan kelelahan, ... > > > > > > 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/8 上午 03:18 寫道: > > > Berita viral hari ini. > > Kejamnya China, 18 jam kerja ABK RI hanya dibayar 180 ribu sebulan > > Photo of Anisa Widiarini Anisa Widiarini Send an email > > 07/05/2020https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=2ahUKEwiu-I_vuKLpAhWSjqQKHbX3BWcQFjAAegQIARAB&url=https%3A%2F%2Fwww.hops.id%2Fkejamnya-china-18-jam-kerja-abk-ri-hanya-dibayar-180-ribu-sebulan%2F&usg=AOvVaw0s2ymnnK8zNUq6sHKrMab2 > > https://www.hops.id/kejamnya-china-18-jam-kerja-abk-ri-hanya-dibayar-180-ribu-sebulan/ > > > #yiv1556591424 #yiv1556591424 -- #yiv1556591424ygrp-mkp {border:1px > solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 > 10px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp hr {border:1px solid > #d8d8d8;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp #yiv1556591424hd > {color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px > 0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mkp #yiv1556591424ads > {margin-bottom:10px;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mkp .yiv1556591424ad {padding:0 0;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mkp .yiv1556591424ad p {margin:0;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mkp .yiv1556591424ad a > {color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ygrp-lc > {font-family:Arial;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-sponsor > #yiv1556591424ygrp-lc #yiv1556591424hd {margin:10px > 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ygrp-lc .yiv1556591424ad > {margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424actions > {font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424activity > {background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424activity span {font-weight:700;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424activity span:first-child > {text-transform:uppercase;}#yiv1556591424 #yiv1556591424activity span > a {color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424activity span span {color:#ff7900;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424activity span .yiv1556591424underline > {text-decoration:underline;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach > {clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px > 0;width:400px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach div a > {text-decoration:none;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach img > {border:none;padding-right:5px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach > label > {display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424attach > label a {text-decoration:none;}#yiv1556591424 blockquote {margin:0 0 > 0 4px;}#yiv1556591424 .yiv1556591424bold > {font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1556591424 > .yiv1556591424bold > a {text-decoration:none;}#yiv1556591424 dd.yiv1556591424last p a > {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1556591424 > dd.yiv1556591424last p span > {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1556591424 > dd.yiv1556591424last p span.yiv1556591424yshortcuts > {margin-right:0;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424attach-table div div > a {text-decoration:none;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424attach-table > {width:400px;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424file-title a, > #yiv1556591424 div.yiv1556591424file-title a:active, #yiv1556591424 > div.yiv1556591424file-title a:hover, #yiv1556591424 > div.yiv1556591424file-title a:visited > {text-decoration:none;}#yiv1556591424 div.yiv1556591424photo-title a, > #yiv1556591424 div.yiv1556591424photo-title a:active, #yiv1556591424 > div.yiv1556591424photo-title a:hover, #yiv1556591424 > div.yiv1556591424photo-title a:visited > {text-decoration:none;}#yiv1556591424 div#yiv1556591424ygrp-mlmsg > #yiv1556591424ygrp-msg p a span.yiv1556591424yshortcuts > {font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1556591424 > .yiv1556591424green > {color:#628c2a;}#yiv1556591424 .yiv1556591424MsoNormal {margin:0 0 0 > 0;}#yiv1556591424 o {font-size:0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424photos > div {float:left;width:72px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424photos div > div {border:1px solid > #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424photos div label > {color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424reco-category {font-size:77%;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424reco-desc > {font-size:77%;}#yiv1556591424 .yiv1556591424replbq > {margin:4px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-actbar div > a:first-child {margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:Arial, > helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mlmsg > table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mlmsg select, #yiv1556591424 input, #yiv1556591424 > textarea {font:99% Arial, Helvetica, clean, > sans-serif;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-mlmsg pre, > #yiv1556591424 code {font:115% monospace;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-mlmsg #yiv1556591424logo > {padding-bottom:10px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-msg p a > {font-family:Verdana;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-msg > p#yiv1556591424attach-count span > {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-reco #yiv1556591424reco-head > {color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-reco > {margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ov li a > {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ov li > {font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1556591424 > #yiv1556591424ygrp-sponsor #yiv1556591424ov ul {margin:0;padding:0 0 > 0 8px;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-text > {font-family:Georgia;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-text p > {margin:0 0 1em 0;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-text tt > {font-size:120%;}#yiv1556591424 #yiv1556591424ygrp-vital ul > li:last-child {border-right:none !important;}#yiv1556591424
