-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1839-orang-orang-normal-lama


Rabu 27 Mei 2020, 05:00 WIB

Orang-Orang Normal Lama

Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group | Editorial
 
Orang-Orang Normal Lama

MI/Ebet
Usman Kansong, Dewan Redaksi Media Group.

NORMAL baru, new normal, maknanya kira-kira kondisi atau kebiasaan yang 
berlangsung setelah sejumlah perubahan dramatis terjadi. Begitu defi nisi 
normal baru menurut Urban Dictionary.

Urban Dictionary ialah kamus daring berisi kata dan frasa slank yang setiap 
orang boleh berpartisipasi mengusulkan satu kata atau frasa baru ke dalamnya. 
Urban Dictionary mempunyai moto defi ne your world, ‘defi nisikan dunia Anda’.

Urban Dictionary, misalnya, ‘menemukan’ kata covidiot. Covidiot berasal dari 
dua kata, yakni ‘covid’ yang mengacu pada covid-19 atau virus korona serta kata 
‘idiot’ yang berarti bebal. Covidiot ialah orang bebal yang keras kepala 
mengabaikan protokol kesehatan. Covidiot juga mengacu pada orang-orang bebal 
yang panik menimbun belanjaan, merampas kebutuhan pokok orang lain, dan 
menyebarkan ketakutan terhadap covid-19.

Normal baru bukan istilah baru. Di Urban Dictionary, frasa new normal sudah 
diunggah sejak 2009. Frasa ini kembali populer di masa pandemi covid-19 
sekarang ini. Sejumlah negara sudah memasuki kehidupan normal baru. Sejumlah 
lainnya, termasuk Indonesia, sedang mempersiapkan diri memasuki kehidupan 
normal baru.

Di kehidupan normal baru, kebiasaan baru bakal menggantikan kebiasaan lama 
setelah perubahan dramatis itu. Kebiasaan kita mendadak berubah akibat pandemi 
covid-19 yang dramatis. Kita yang biasanya bersilaturahim secara langsung saat 
Idul Fitri tiba-tiba ikhlas bersilaturahim secara virtual.

Bukan tidak mungkin kebiasaan baru dalam situasi normal baru kita terapkan 
selamanya kendati vaksin covid-19 sudah ditemukan. Facebook, misalnya, 
berencana terus bekerja dari rumah. Pun, bekerja dari rumah yang dilakukan awak 
redaksi harian ini direncanakan berlanjut.

Mereka yang menolak mengubah kebiasaan lama dengan kebiasaan baru kita sebut 
saja orang-orang normal lama. Mereka lama normalnya, yakni butuh waktu lama 
bagi mereka untuk berubah. Mereka normal berdasarkan ukuran masa lalu, tetapi 
tidak normal menurut ukuran masa kini. Orang-orang normal lama itu kini bisa 
pula kita sebut, maaf, orang-orang tidak normal. Kita sekarang ini pasti 
memandang orang yang tidak memakai masker di ruang publik aneh, tidak normal.

Normal baru mensyaratkan kita menerima atau berdamai dengan situasi saat ini 
ketimbang menyesali, meratapi, atau menolak apa yang telah terjadi. “The new 
normal encourages one to deal with current sitations rather than lamenting what 
could have been,” tulis Urban Dictionary. Bersilaturahim secara virtual ialah 
berdamai dengan covid-19.

Mereka yang mempersoalkan, apalagi menolak berdamai dengan covid-19, ialah 
orang-orang yang tidak siap memasuki normal baru, orang-orang normal lama, dan 
sekali lagi maaf, orang-orang tidak normal.

Ajakan Presiden Jokowi agar kita berdamai dengan covid-19 benar adanya untuk 
memasuki kehidupan normal baru. Presiden Jokowi kemarin meninjau kesiapan 
ruang-ruang publik menerapkan protokol kesehatan Kementerian Kesehatan, Badan 
Pengawas Obat dan Makanan, serta kementerian dan lembaga lain, plus dunia 
usaha, sudah menyiapkan protokol kesehatan.

Menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan 
mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, harus menjadi kebiasaan baru, 
menjadi normal baru. Pun, menerapkan protokol kesehatan itu ialah ikhtiar kita 
berdamai dengan covid-19.

Negara berencana mengerahan Polri dan TNI di keramaian untuk mendisiplinkan 
orang mematuhi protokol kesehatan. Agak militeristis memang. Apa boleh buat. 
Toh, pendisiplinan ‘militeristis’ itu tidak berlaku untuk semua orang, hanya 
berlaku buat orang-orang normal lama tadi. Pendisiplinan tidak berlaku buat 
orang-orang yang sukarela berdisiplin mematuhi protokol kesehatan. 
Pendisiplinan hanya berlaku buat orang-orang normal lama, yang butuh waktu lama 
bagi mereka untuk sukarela berdisiplin.

Tinggal masalah waktu, cepat atau lambat, kita harus memasuki kehidupan normal 
baru. Pendisiplinan mempercepat orang-orang lama itu berdisiplin menerapkan 
protokol kesehatan, berdisiplin berdamai dengan covid-19. Pendisiplinan 
mempercepat pemutusan penyebaran covid-19. Pendisiplinan membuat kita lebih 
cepat memasuki kehidupan normal baru. Terlalu lama berada di kehidupan normal 
lama membuat kita terpapar, lapar, terkapar, dan ambyar.

 

 

 

 

 

Kirim email ke