Liputan Indonesia
AKBP Memo Ardian di Proses Paminal Mabes Polri, Terkait Lepaskan Tersangka 
Narkoba Dugaan Bayar 2 Milyar dan Hina Wartawan Hingga Tantang Pomal

| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
AKBP Memo Ardian di Proses Paminal Mabes Polri, Terkait Lepaskan Tersang...

PT.Lindo Sahabat Mandiri

Liputan Surabaya - Terkait viralnya pemberitaan penangkapan tersangka narkoba 
Bos Kopi Kapal Api inisial 'SHR' y...
 |

 |

 |



AKBP Memo Ardian (Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya) Diproses di Paminal Mabes 
Polri, Terkait Lepaskan Tersangka Narkoba Dugaan Bayar 2 Milyar dan Hina 
Wartawan Hingga Tantang Pomal TNI AL

Terkait viralnya pemberitaan penangkapan tersangka narkoba Bos Kopi Kapal Api 
inisial 'SHR' yang ditangkap senin 13/4/2020 di jalan Putat Gede, Sukomanunggal 
beberapa waktu lalu dari tim narkoba Polrestabes Surabaya berbuntut panjang.

Pasalnya, tersangka langsung digiring ke mako Polrestabes Surabaya saat itu 
juga, Namun dari hasil penangkapan itu tersangka sudah dibebaskan dengan dugaan 
tebusan 2 milyar yang berawal dari kesepakatan 500 juta.

Saat awak media hendak mengkonfirmasi ke Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian tak 
disangka mendapat perlakuan tak menyenangkan, dengan menghina profesi menyebut 
wartawan bodrex dan menantang seorang Pomal TNI AL akan dilaporkan ke atasannya 
tanpa dasar yang jelas bahkan wartawan yang akan mengkonfirmasi ulang hanya 
janji janji pertemuan hingga di blokir nomernya tanpa sebab. "Saya tahu anda 
Pomal Serda Pom Suana, saya ini AKBP, seorang Akpol. Akan saya laporkan anda ke 
pimpinan Pomal," ujar Serda Suana saat menirukan ucapan AKBP Memo Ardian S.I.K. 
kepada wartawan Sabtu, (23/5/2020).

Sementara Mulyono wartawan media Metro Surya selaku korban pelecehan jurnalis 
yang disebut wartawan bodrex oleh Memo Ardian mengatakan, "Saya awalnya baik 
baik tanya untuk konfirmasi kejelasan informasi itu, saya kan wartawan, wajar 
kan saya konfirmasi. Saya harus menjaga Etika jurnalis saya, agar berita berita 
saya bisa berimbang, tidak malah menghina saya dan memblokir nomer saya, apakah 
itu contoh perwira kepada masyarakat," katanya. Sabtu, (23/5/2020).

AKBP Memo Ardian S.I.K Membuat Opini adu domba Pers, tanpa memahami UU Pers no. 
40 Tahun 1999 dan Tidak mau mengklarifikasi Ucapannya malah membias meletupkan 
konflik baru.

Dengan sengaja kasat narkoba AKBP Memo Ardian S.I.K menuding awak media yang 
menulis pemberitaan Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' yang ditangkap senin 
13/4/2020 di jalan Putat Gede, Sukomanunggal. Dikatakan oleh AKBP Memo Ardian 
"media yang mencoreng namanya tidak bertanggung jawab dan medianya tidak 
terdaftar dewan pers, padahal yang menulis baik tentang dirinya dari beberapa 
media juga tidak terdaftar dewan pers, bahkan Memo menuduh awak media yang 
menulis buruk dirinya itu termasuk jaringan gembong narkoba, dan juga dia 
beropini ada yang membiayai dari pemberitaan yang beredar. (dikutip dari 
beberapa media yang diduga sudah di kondisikan). Minggu, (24/5/2020).

Tidak putus asa Tim media Investigasi terus mengkonfirmasi agar berita cover 
both side (berimbang), Saat dikonfirmasi kejelasan penangkapan pelepasan kasus 
narkoba Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' yang ditangkap senin 13/4/2020 di jalan 
Putat Gede, Sukomanunggal, AKBP Memo Ardian tidak menjawab, bahkan dijanjikan 
ketemuan tapi mengingkari janji janji itu dan memblokir nomer wartawan yang 
terkesan menghindar dari kejaran awak media.

"Ya mas besok ketemu di kantor ya," ujar Memo Ardian, berkali kali dan akhirnya 
memblokir nomer beberapa wartawan. (21/5/20).

Perwira Arogan Tak Patut Jadi Panutan Masyarakat

Perilaku arogan seorang perwira AKBP Memo Ardian itu sontak membuat geram 
sejumlah awak media dan organisasi pers yang kompak memberitakan kasus itu guna 
menguak kebenaran, dengan tupoksi pers sebagai kontrol sosial. Namun anehnya 
berita pembebasan dan dugaan meminta uang 2 milyar itu dikait kaitkan dengan 
gembong narkoba bahkan disejumlah media yang sudah di kondisikan isinya tidak 
relevan, bahkan membias kemana mana dan tak ada hubungannya dengan pelepasan 
pelaku narkoba inisial 'S', Bos kopi kapal api yang menjadi korban oknum 
anggota polisi di bawah pimpinan Kasat Narkoba AKBP Memo Ardian S.I.K.

Dari pengembangan investigasi yang dihimpun beberapa tim media gabungan, dengan 
adanya cukup bukti dan kronologis pelepasan kasus narkoba itu, beserta rekaman 
dari Chrsty, juga telah mengkonfirmasi ke Memo Ardian namun tak kunjung dijawab 
bahkan nomer beberapa wartawan diblokir, dinilai pemberitaan itu telah cover 
both side (memenuhi unsur etika jurnalistik) yang telah di atur UU Pers no. 40 
tahun.1999.

Paminal Mabes Polri Tengah Tangani Kasus Pelepasan Bos Kopi Kapal Api inisial 
'S' yang diduga dimintai 2 Milyar Dengan Koordinasi Tim Media

Dari viralnya beberapa media yang memberitakan kasus tersebut, terhendus hingga 
ke Mabes Polri, sehingga ada beberapa anggota polisi Paminal Mabes Polri itu 
menemui Tim Media Investigasi untuk dimintai kejelasan kronologis serta meminta 
data dan juga para narasumber, agar segera AKBP Memo Ardian diseret ke Mabes 
Polri guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Kami dari Mabes Polri mas, saya minta keterangan dan data yang di punyai oleh 
awak media dan korban, sebab ini perintah langsung dari pimpinan, sudi kiranya 
rekan rekan media membantu penyelidikan ini supaya bisa cepat kami proses, tapi 
ini rahasia loh mas," ujar salah satu perwira yang tak mau disebutkan namanya 
dari Propam Mabes Polri yang khusus tangani AKBP Memo Ardian S.I.K. Sabtu, 
(24/5/2020) sekira pukul 11:00WIB siang.

Sementara, tim media investigasi memberikan data data kepada Paminal Mabes Polri

"Saya hanya ingin memperbaiki citra polri saja mas, sebab jika dibiarkan begini 
citra polri jelek, maka justru itu kita koordinasi dengan Mabes Polri namun 
senyap, kita gak muluk muluk kok, kembalikan uang itu ke korban selesai kok, 
sebab korban inisial 'S' itu tidak bersalah, karena tidak cukup bukti untuk 
ditangkap, eh kok malah di peras hingga 2 milyar yang awalnya dimintai 500jt, 
saya juga berpesan kepada anggota mabes polri itu agar Memo segera di proses, 
kasihan Kapolrestabes Surabaya, gara gara ulah dia jadi citranya ikut buruk," 
kata inisial R.


AKBP Memo ardian diduga telah mengkondisikan media lain guna mencari pembenaran 
dan seolah olah tak bersalah bahkan menuduh serta beropini membuat letupan 
konflik baru

Lanjut inisial 'R' mengatakan, dikutip dari Liputan Indonesia, "Ironisnya, 
dengan adanya statment AKBP Memo Ardian di berbagai media yang sengaja di 
kondisikan guna mengonfrontir berita penangkapan Bos Kopi Kapal Api inisial 'S' 
itu tidak mencerminkan seorang perwira yang gentleman, seharusnya yang 
dilakukan oleh seorang perwira AKBP Memo Ardian memanggil dan menjelaskan 
peristiwa atau jumpa pers ke media bersangkutan bukan malah mengancam terkait 
yang menulis pelepasan bos kapal api inisial 'S' yang diduga bayar 2milyar itu, 
saat dikonfirmasi awak media, bukan malah menghindar atau memblokirnya. Bahkan 
Memo membuat opini bahwa media yang memberitakan kasus itu terlibat jaringan 
narkoba, bahkan dugaan dibayar dari pemberitaan yang telah beredar," urainya.


Perlu diketahui kronologis kasus penangkapan dan pelepasan berujung dugaan 
bayar 2 milyar

 "Senin ada penangkapan dari tim narkoba Polrestabes Surabaya, ketika dilakukan 
penggeledahan di tempat Koko ini, didapat barang bukti kwitansi dengan alasan 
sebagai suplayer pil koplo, tapi tidak ada barang bukti pil apapun yang 
dikatakan obat type G itu.

Selanjutnya si Koko dibawa ke Polrestabes untuk dimintai keterangan dengan 
alsan ada yang melaporkan, sesampainya di Polrestabes, Selasa, dia mendapatkan 
pemukulan. Hari Rabu sampai Kamis dilakukan pencairan dana di BCA Veteran yang 
mana, awalnya anggota meminta 500jt, akan tetapi sesampainya di ATM Bank BCA, 
berubah,  ternyata mereka mengambil 2 Milyar saat mengetahui isi saldo ATM bos 
itu 3 milyar," kutipan rekaman dari narasumber.

Kirim email ke