-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1844-102-kabupatenkota




Selasa 02 Juni 2020, 05:00 WIB 

102 Kabupaten/Kota 

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Editorial 

  102 Kabupaten/Kota MI/Ebet Ilustrasi. SALAH satu keuntungan kita sebagai 
negara kepulauan adalah wabah covid-19 tidak menyebar luas ke seluruh wilayah 
Indonesia. Dari lebih 17 ribu pulau yang kita miliki, tidak semuanya menjadi 
tempat keluar-masuk orang secara terbuka. Tidak usah heran apabila dari 514 
kabupaten/kota yang ada di Indonesia, ada yang sama sekali tidak terjangkiti 
covid-19. Pemantauan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 
mendapatkan ada 102 kabupaten/kota yang dikategorikan sebagai daerah hijau 
karena memang tidak ada kasus yang terjadi. Dalam upaya menghidupkan masyarakat 
produktif dan aman covid-19, 102 kabupaten/kota itulah yang dipersilakan 
memulai kembali kegiatan masyarakatnya. Tentu kondisi ini disadari akan 
bergerak secara dinamis. Karena itulah monitoring dan evaluasi dilakukan secara 
ketat dalam pelaksanaan masyarakat produktif dan aman covid-19. Gugus Tugas 
memantau perkembangan yang terjadi setiap hari dan langkah penyelamatan akan 
dilakukan setiap kali terjadi perubahan status. Kita pantas saling belajar 
dengan bangsa-bangsa lain di dunia, tanpa harus membandingkannya. Pandemi 
covid-19 setidaknya memberikan dua pelajaran penting. Pertama, tidak ada negara 
yang siap menghadapi pandemi yang baru dialami lagi masyarakat di dunia ini 
setelah lebih satu abad. Kedua, tidak ada resep yang bisa berlaku sama di semua 
negara. Satu yang harus dihindari, jangan sampai krisis kesehatan mengimbas ke 
krisis sosial dan krisis ekonomi. Kita harus berupaya agar jangan sampai 
masyarakat terpapar covid-19, tetapi juga jangan sampai terkapar virus 
pemutusan hubungan kerja (PHK). Negara sebesar AS saja tidak berdaya ketika 48 
juta warganya terkena PHK. Rasa frustrasi yang dihadapi masyarakatnya membuat 
apa pun bisa menjadi pemantik kerusuhan sosial. Kematian George Floyd akibat 
tindakan berlebihan petugas polisi di Minneapolis, membuat negara adidaya itu 
sekarang membara. Kita harus mencegah jangan sampai kondisi seperti itu terjadi 
di negara kita. Cukup sekali pengalaman pahit 1998 itu terjadi. Bukan hanya 
terlalu mahal harga yang harus kita bayar, melainkan juga dibutuhkan waktu lama 
untuk memulihkan luka yang terjadi. Untuk itulah pemerintah mencari jalan 
keluar terbaik dari keadaan yang harus kita hadapi sekarang ini. Kita harus 
berupaya agar masyarakat tetap mempunyai harapan, tanpa harus mengabaikan 
kesehatannya. Kita hargai upaya Gugus Tugas untuk membangun sebuah dashboard 
yang memungkinkan kita memantau wabah covid- 19 di tengah masyarakat. Dashboard 
yang dibangun dari data yang dikumpulkan dari lapangan dan dipadukan dengan 
sistem teknologi informasi yang dirancang khusus, memungkinkan kita mempunyai 
navigasi yang mampu mengambil keputusan yang tepat. Pilihan menggerakkan 
masyarakat produktif dan aman covid-19 secara bertahap merupakan pilihan tepat. 
Kita memang harus mengedukasi masyarakat secara bertahap dalam mengantisipasi 
kenormalan baru yang harus dijalankan. Itu tidak mungkin dilakukan apabila 
semua kegiatan masyarakat dilakukan secara serentak. Bangsa ini merupakan 
bangsa yang besar. Dari 260 juta lebih penduduknya, sebanyak 150 juta adalah 
angkatan kerja produktif. Mereka setiap hari bergerak dan itu otomatis 
menciptakan pergerakan manusia dan juga transportasi yang sangat besar. 
Penanganannya tentu harus juga dilakukan secara berhati-hati. Apalagi kita 
masih menghadapi masalah disiplin. Kita harus mengakui bahwa bangsa itu 
cenderung tidak mau diatur dan ingin semuanya serbabebas. Anekdot yang sering 
dipakai untuk bangsa ini adalah “Sekali Merdeka, Merdeka Sekali!” Padahal, 
bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki disiplin. Jauh lebih baik memiliki 
masyarakat yang tidak berpendidikan, tetapi tahu disiplin daripada bangsa yang 
berpendidikan, tetapi tidak memiliki disiplin. Kunci utama dari keberhasilan 
menjalani masyarakat produktif dan aman covid-19 adalah ketika kita memiliki 
disiplin. Paling sederhana disiplin untuk selalu menggunakan masker, disiplin 
untuk selalu jaga jarak, disiplin untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan 
air mengalir, disiplin untuk berolahraga, tidur teratur, dan tidak panik, serta 
disiplin untuk mengonsumsi makanan bergizi. Sekitar 64% masyarakat menginginkan 
pemerintah bersamaan menjalankan langkah menyelamatkan ekonomi dan mengutamakan 
kesehatan masyarakat. Langkah itu sudah mulai dilakukan Ketua Gugus Tugas Doni 
Monardo, Sabtu lalu. Sekarang tugas kita untuk sama-sama menjaga agar bagaimana 
kehidupan ini bisa kembali mulai berjalan tanpa melupakan keharusan kita 
menjaga kesehatan diri masing-masing.  

Sumber: https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1844-102-kabupatenkota





Kirim email ke