-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://jogja.antaranews.com/berita/430200/produksi-jagung-di-gunung-kidul-capai-245741-ton



Produksi jagung di Gunung Kidul capai 245.741 ton

Minggu, 7 Juni 2020 21:09 WIB

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu meninjau lokasi 
tanam jagung di wilayah Bleberan, Kecamatan Playen. ANTARA/Dokumentasi pribadi
Hasil panen jagung musim tanam pertama ini menunjukkan hasil memuaskan.
Gunung Kidul (ANTARA) - Produksi jagung pada musim tanam pertama 2020 di 
Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 245.741,6 ton 
pipil kering dengan luas tanam 47.258 hektare.

"Hasil panen jagung musim tanam pertama ini menunjukkan hasil memuaskan. 
Produksi jagung mencapai 245.741,6 ton pipil jagung kering," kata Kepala Dinas 
Pertanian dan Pangan (DPP) Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul, 
Minggu.

Ia mengatakan produktivitas jagung di Gunung Kidul mencapai 51,93 kuintal pipil 
kering per hektare. Produktivitas jagung memang bagus hanya saja perlu 
ditingkatkan.

Baca juga: Jumlah pasien positif COVID-19 di Gunung Kidul bertambah

"Mayoritas tanaman jagung berada di area tegalan, sehingga produktivitas harus 
ditingkatkan supaya lebih tinggi," katanya.

Bambang mengatakan saat ini, para petani sudah memulai masa tanam kedua dengan 
luas lahan mencapai 5.827 hektare.

Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul sempat meninjau kondisi musim 
tanam kedua untuk jagung di Dusun Bleberan, Desa Bleberan, Playen. Dusun 
tersebut memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 15 hektare untuk menanam jagung 
jenis hibrida.

Baca juga: DLH: Kualitas udara di Yogyakarta cenderung membaik

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul 
Raharjo Yuwono mengatakan ada 150 kepala keluarga (KK) yang melakukan penanaman 
tersebut.

"Masing-masing menanam di pekarangan rumahnya, dengan luasan rata-rata antara 
1.000 meter persegi hingga 2.000 meter persegi," katanya.

Ia mengatakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk budi daya bahan pangan 
tersebut rupanya mendapat dukungan penuh dari petani berusia muda. 
"Keterlibatan mereka sudah terjadi sejak dua tahun terakhir," kata Raharjo.

Selain jagung, mereka juga terlibat dalam budi daya padi. Hasil panen padi pun 
disebut mengalami peningkatan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

"Berdasarkan laporan petani, jika di tahun sebelumnya panen 20 sak per karung 
gabah, maka tahun ini meningkat menjadi 25 sak per karung," jelas Raharjo.

Ia berharap musim tanam kedua kali ini juga menghasilkan produksi pangan yang 
tidak kalah bagusnya. Hal ini didukung dengan curah hujan yang cukup tinggi, 
diperkirakan hingga akhir Mei.

"Kami optimistis hasil panen pada musim tanam kedua ini cukup bagus, mengingat 
curah hujan mampu mencukupi kebutuhan air tanaman jagung, dan komoditas 
lainnya," kata dia.
Pewarta : Sutarmi       
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020








Kirim email ke