Bung Djie, Semalam saya lihat film tersebut. Lumayan isinya. Beberapa hal yang bagi saya jadi tambahan pengetahuan. Anggapan saya , baboe/ babu itu sebutan yang nasibnya seperti budak, khususnya di jaman kolonial.. Tentu tergantung dari majikan, keluarga yang mempekerjakannya. Yang kemarin dicontohkan, kebetulan keluarga-majikan adalah yang baik dari segi humanis. Saya pikir jadi ada beberapa jenis pekerjaan baboe waktu jaman itu? Seperti kemarin itu si baboe mirip pembantu untuk merawat bayi, anak kecil jaman sekarang -au pair. Lalu jenis pekerjaan baboe yang lainnya bagaimana? Yang jelas tidak disebutkan berapa jam mereka kerja seharinya.
Secara pendek kata, jangan ada kesan bahwa baboe jaman dulu, kolonial lebih enak dibanding dengan pembantu rumah tangga jaman setelah kemerdekaan sampai sekarang sekalipun istilahnya berlainan. Salam tukar info, Titiek Maslam Van: [email protected] <[email protected]> Verzonden: dinsdag 30 juni 2020 05:41 Aan: undisclosed-recipients: Onderwerp: [GELORA45] Fwd: [alumniBandungJakartaCS] Documentary: "They call me Baboe" ---------- Forwarded message --------- Date: di 30 jun. 2020 om 04:37 Subject: Documentary: "They call me Baboe" To: <https://www.npostart.nl/VPWON_1266083> https://www.npostart.nl/VPWON_1266083 Ze noemen me Baboe op Real-life documentary from the Dutch-colonial period , the Japanese -occupation , the struggle for Indonesia’s independence. Narrated in Indonsian through the eyes of a *Baboe * Must see , very touching story . -------------Forwarded Message ------------------------- Date Monday June 29, 2020 04:06:19 PM EDT Subject:
