Gelar Apel Ganyang Komunis, PA 212 dkk Janji Akan Jaga Ketertiban
Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 06:45 WIB
55 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5080423/gelar-apel-ganyang-komunis-pa-212-dkk-janji-akan-jaga-ketertiban?tag_from=wp_nhl_4#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5080423/gelar-apel-ganyang-komunis-pa-212-dkk-janji-akan-jaga-ketertiban?tag_from=wp_nhl_4>
Apel Siaga Ganyang Komunis.Foto: Apel Siaga Ganyang Komunis. (Dok. Istimewa)
*Jakarta*-
Polisi mengimbau Persaudaraan Alumni (PA) 212, GNPF Ulama, beserta
sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) agar tidak membuat keributan
dalam aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis'. Atas imbauan tersebut
PA 212 dkk berjanji akan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
"Oh iya pasti kita jaga lah, nggak diimbau pun pasti kita jaga. Nggak
ada keributan," kata Sekjen GNPF Ulama, Edy Mulyadi, kepada wartawan,
Sabtu (4/7/2020).
*Baca juga:*PA 212 dkk Gelar Apel Ganyang Komunis, Polisi: Jangan Bikin
Keributan
<https://news.detik.com/read/2020/07/04/124220/5079794/10/pa-212-dkk-gelar-apel-ganyang-komunis-polisi-jangan-bikin-keributan>
Edy memastikan aksi akan berlangsung dengan damai. Menurutnya, tanpa
diimbau untuk tak buat keributan pun pihaknya akan menjaga suasana aksi
tetap berlangsung tertib.
"Kalau polisi bilang gitu, nggak diimbau-imbau pun pasti kita akan jaga
suasana. Kan itu tag line-nya gagah, tertib, baca lagi di posternya deh
ada tertibnya kita bos. Biasanya juga tertib, alhamdulillah nggak ada
ribut gitu kan, jangan kan ribut, sampah aja nggak ada," ucap Edy.
*Baca juga:*PA 212 Dkk Gelar Apel Ganyang Komunis, KPAI Imbau Anak Tak
Dilibatkan
<https://news.detik.com/read/2020/07/03/224014/5079422/10/pa-212-dkk-gelar-apel-ganyang-komunis-kpai-imbau-anak-tak-dilibatkan>
Tak hanya memastikan aksi akan berjalan tertib dan damai, menjaga
protokol kesehatan juga akan menjadi perhatiannya. Dia meminta polisi
tak usah khawatir terhadap aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis'
kali ini.
"Pokoknya polisi nggak usah khawatir kita selalu koordinasi sama
keamanan sama aparat, soal protokol kesehatan kita akan patuhi, soal
jaga suasana jangan ribut kita pasti nggak ribut," katanya.
*Baca juga:*PA 212 dkk Gelar Apel Ganyang Komunis Besok, Polisi Siapkan
Pengamanan
<https://news.detik.com/read/2020/07/04/122949/5079767/10/pa-212-dkk-gelar-apel-ganyang-komunis-besok-polisi-siapkan-pengamanan>
Seperti diketahui, Persaudaraan Alumni (PA) 212, GNPF Ulama, beserta
sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) akan menggelar aksi bertajuk
'Apel Siaga Ganyang Komunis' pada Minggu (5/7) di Lapangan Ahmad Yani,
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi mengingatkan agar peserta apel
tak menimbulkan keributan. Pihak kepolisian akan menindak tegas peserta
demo yang menimbulkan keributan.
"Kami kan sampaikan ke mereka, selama mereka mengikuti aturan, kan nggak
ada masalah. Sekarang kan masih PSBB transisi, protokol kesehatan mereka
(harus) ikuti. Nggak ada yang ramai-ramai bakar-bakar misalnya," kata
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ketika dihubungi, Sabtu
(4/7).
Lagi, Keluarga Ricuh-Paksa Ambil Jenazah PDP Corona di Makassar
Reinhard Soplantila - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 07:07 WIB
5 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5080426/lagi-keluarga-ricuh-paksa-ambil-jenazah-pdp-corona-di-makassar?tag_from=wp_nhl_1#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5080426/lagi-keluarga-ricuh-paksa-ambil-jenazah-pdp-corona-di-makassar?tag_from=wp_nhl_1>
Keluarga PDP Corona ricuh di RS Faisal MakassarKeluarga PDP Corona ricuh
di RS Faisal Makassar (Foto: dok. Istimewa)
*Makassar*-
Keluarga jenazah pasien dalam pengawasan (PDP
<https://www.detik.com/tag/pdp-corona>) Corona ricuh kembali terjadi di
Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kali ini di RS Faisal. Keluarga
mempertanyakan hasil swab jenazah tersebut dan berencana mengambil paksa
jenazah dari rumah sakit.
"Berdasarkan dari keterangan pihak medis bahwa korban sudah meninggal
dunia dan dinyatakan PDP, di mana keluarga masih menanyakan kebenaran
soal korban tersebut, namun dari pihak rumah sakit masih menunggu hasil
swab yang ada," ujar Katim Penikam Polrestabes Makassar, Ipda Arif Muda,
pada Minggu (5/7/2020).
"Namun, waktu yang singkat hingga akhirnya para keluarga sanak saudara
merasa keberatan hingga mencoba untuk mengambil jenazah dari korban
tersebut," imbuhnya.
*Baca juga:*Buntut Panjang Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Corona Jerat
Puluhan Tersangka
<https://news.detik.com/read/2020/07/04/014346/5079485/10/buntut-panjang-pengambilan-paksa-jenazah-pasien-corona-jerat-puluhan-tersangka>
Almarhum diketahui adalah seorang pria berumur 55 tahun dan dirawat di
RS Faisal Makassar sejak Rabu (1/7). Pihak keluarga meyakini almarhum
meninggal dunia akibat penyakit yang telah lama dideritanya, yaitu sakit
maag akut.
Aparat gabungan Polrestabes Makassar bersama Brimob Polda Sulsel yang
berjaga di lokasi terpaksa mengamankan dua orang dan terlibat
tarik-menarik dengan pihak keluarga jenazah. Keduanya diamankan untuk
meredam rencana pengambilan jenazah tersebut.
"Terkait dengan adanya semacam pemaksaan mengambil keluarga, dari pihak
keamanan mencoba mengambil satu tindakan mengamankan keluarga yang
mencoba memaksa. Adapun yang diamankan sebanyak dua orang karena
dikhawatirkan jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," jelas Arif.
*Baca juga:*Keluarga Ingin Ambil Jenazah PDP Corona di Makassar Cekcok
dengan Polisi
<https://news.detik.com/read/2020/07/04/062312/5079483/10/keluarga-ingin-ambil-jenazah-pdp-corona-di-makassar-cekcok-dengan-polisi>
Setelah dilakukan proses negosiasi dan diberikan penjelasan oleh polisi,
pihak keluarga jenazah akhirnya mengikhlaskan almarhum untuk dibawa dan
dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID-19. Jenazah dimakamkan di
Maccanda, Kabupaten Gowa, Sulsel.
"Betul, untuk korban rencana proses pemakaman secara kesehatan, yaitu
dikebumikan di Maccanda," tutur Arif.
*(azr/azr)*