-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1882-khalifah-khawatir-gereja-jadi-masjid


Rabu 15 Juli 2020, 05:00 WIB 

Khalifah Khawatir Gereja Jadi Masjid 

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group | Editorial 

  Khalifah Khawatir Gereja Jadi Masjid MI/Ebet Usman Kansong Dewan Redaksi 
Media Group. PASUKAN muslim pimpinan Abu Ubaidah mengepung Yerusalem pada 
November 636 M. Pengepungan yang berlangsung enam bulan itu membuat Uskup 
Sophronius angkat tangan. Namun, uskup juru kunci Gereja Makam Kudus itu hanya 
mau menyerahkan hak atas Yerusalem langsung kepada Khalifah Umar bin Khattab. 
Umar datang ke Yerusalem. Sophronius menyambutnya. Tatkala masuk waktu zuhur, 
Sophronius mempersilakan Umar salat di Gereja Makam Kudus. Umar menolaknya. Ia 
khawatir, jika ia salat di Gereja Makam Kudus, kelak umat Islam mendudukinya 
dan menjadikannya masjid. Sophronius dan kaum kristiani kiranya mengagumi Umar. 
Umar salat zuhur di atas reruntuhan Kuil Sulaiman atau Kuil Herod. Pada 1193, 
Sultan Al Afdal, putra Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, membangun Masjid Umar di 
sana. Sebagian berpendapat Masjid Umar tidak dibangun di atas reruntuhan Kuil 
Sulaiman. Masjid Umar terletak di sebelah selatan Gereja Makam Suci, sementara 
prasasti bekas reruntuhan Kuil Herod tempat Umar salat berada di sebelah timur 
gereja. Israel belakangan aktif melakukan penggalian arkeologis untuk 
mengungkap keberadaan Kuil Sulaiman. Umat Islam khawatir penggalian itu merusak 
kompleks Masjid Al-Aqsa, termasuk Masjid Umar. Pelajarannya Khalifah Umar 
sangat menghormati umat kristiani dan tempat ibadah mereka. Umar paham betul 
umat kristiani percaya Yesus disalibkan dan dibangkitkan di Gereja Makam Kudus. 
Tempat itu sangat sakral bagi umat Nasrani. Umar berpikir, andai kelak gereja 
itu dijadikan masjid, itu pasti melukai umat kristiani. Akan tetapi, kita tak 
belajar dari Khalifah Umar. Ketika Islam menaklukkan wilayah-wilayah bukan 
Islam, umat Islam mengubah tempat-tempat ibadah agama lain menjadi masjid. Pun, 
sebaliknya, Pasukan Salib mengubah masjid menjadi gereja. Paling mutakhir ialah 
pemerintah Turki yang memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid pekan lalu. 
Hagia Sophia awalnya sebuah katedral yang dibangun Kekaisaran Binzatium. Ketika 
Ottoman menaklukkan Konstantinopel pada 1453, kekhalifahan itu mengubahnya 
menjadi masjid. Kemal Ataturk lalu menjadikan Hagia Sophia museum pada 1934. 
Kemal Ataturk kiranya bertindak benar. Mungkin ia belajar dari Khalifah Umar. 
Kemal Ataturk bahkan melampaui Umar. Umar tak ingin melukai umat kristiani, 
Kemal Ataturk tak hendak melukai umat kristiani karena Hagia Sophia awalnya 
gereja. Pun ia tak mau menyakiti kaum muslim yang telanjur menjadikan Hagia 
Sophia masjid.\ Menjadikan Hagia Sophia museum kiranya jalan tengah. Semua 
orang, muslim maupun kristiani, senang. Orang dari seluruh dunia dan latar 
belakang agama senang bertamasya ke Hagia Sophia. Menjadikan Hagia Sophia 
masjid hanya menyenangkan umat Islam, itu pun sebagian. Kawan-kawan muslim saya 
memajang foto diri di laman Facebook mereka ketika berkunjung ke Hagia Sophia 
seraya menyertakan komentar positif atas perubahan fungsinya menjadi masjid. 
Sejumlah kawan muslim berkomentar negatif. Yang kecewa tentu umat kristiani. 
Paus Franciscus sedih Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Dunia juga kecewa. 
Yunani mengutuk keputusan Turki mengubah Hagia Sophia dari museum menjadi 
masjid. Amerika dan Prancis kecewa berat. UNESCO memperingatkan Turki untuk 
tidak mengubah nilai universal Hagia Sophia. Peristiwa serupa Hagia Sophia 
dalam arah berkebalikan terjadi pada Masjid Cordoba atau Mezquita Cordoba. 
Situs Masjid Cordoba aslinya lokasi gereja Katolik yang dibangun bangsa 
Visigoth. Setelah Andalusia dikuasai muslim, lokasi tersebut dibagi menjadi dua 
bagian, satu untuk muslim, satu untuk Kristen. Pembagian ini bertahan hingga 
Khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah membeli porsi Kristen, merobohkan 
seluruh bangunan, dan menggantinya dengan Masjid Cordoba pada 787 M. Ketika 
kaum Kristen menaklukkan kembali Spanyol, Masjid Cordoba diubah fungsinya 
menjadi gereja dengan katedral gotik ditempatkan ke tengah gedung berarsitektur 
Moor itu. Kini, seluruhnya dipakai sebagai Gedung Katedral Diosese Cordoba di 
Spanyol. UNESCO menetapkan Cordoba sebagai peninggalan sangat bersejarah dan 
penting di dunia pada 15 Desember 1994. Peristiwa Hagia Sophia dan Cordoba 
menyisakan pertanyaan. Mengapa kita gemar mengotak-atik tempat ibadah agama 
lain? Mengapa kita tidak mau belajar dari Khalifah Umar?

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1882-khalifah-khawatir-gereja-jadi-masjid





Kirim email ke